Pemantik Prestasi Pembalap Indonesia

Setelah seperempat abad, Indonesia kembali menjadi tuan rumah ajang balap internasional berkat sirkuit terbarunya, Mandalika International Street Circuit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.


 

SETELAH sukses menggelar ajang balap internasional World Superbike (WSBK) pada November 2021 lalu, Indonesia akan kembali dihadapkan dengan gelaran bergengsi lainnya yakni MotoGP.

Hadirnya Indonesia sebagai salah satu tuan rumah balapan MotoGP 2022 mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih optimis event MotoGP Mandalika akan menjadi momentum para atlet Indonesia untuk meningkatkan prestasi di kancah dunia internasional.

Menurut Abdul Fikri, hal ini juga sejalan dengan disahkannya Undang-Undang Keolahragaan yang menjadi usulan Komisi X DPR RI. Ia mengatakan, spirit dari UU Keolahragaan sudah disesuaikan dengan kebutuhan di tiap-tiap cabang olahraga hingga tingkat internasional.

Fikri berharap agar jangan sampai payung hukum sudah ditata dan disesuaikan dengan baik, tetapi implementasi di lapangan berbeda dengan aturan. Misalnya, seperti yang terjadi dalam event MotoGP Mandalika, di mana banyak keluhan atlet yang sudah maupun belum teratasi, seperti soal aspal sirkuit.

“Karena itu, kita harus menyesuaikan dengan standar-standar yang ada. Kita juga harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita ini profesional dan kita ini siap hadapi baik single event maupun multi event termasuk MotoGP Mandalika ini,” urai Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI ini.

Sementara itu dilansir dari detik.com, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pembalap-pembalap Indonesia memiliki potensi untuk bertanding di MotoGP. Momentum hadirnya event MotoGP harus mendorong adanya perubahan paradigma dalam olahraga nasional.

Event ini, bagus untuk generasi muda Indonesia yang tadinya pada bermimpi jadi pembalap jalanan, sekarang menjadi pembalap sirkuit beneran,” kata Erick dalam peluncuran Pertamina Grand Prix of Indonesia, beberapa waktu lalu.

Ia berharap, atlet balap Indonesia dapat meningkatkan kelas mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Mengingat, event – event yang akan berlangsung di Mandalika tidak hanya MotoGP, namun akan ada event seperti Asia Talent Cup, yang tujuannya agar ada pebalap Indonesia ikut mendunia.

“Lebih dari itu, kami berharap dengan adanya MotoGP ini bukan malah balap-balapan di jalanan karena hiburannya sudah ada. Nanti (tinggal) kami alokasikan pebalap – pebalap itu bisa ditampung juga di event-event yang baik supaya mereka bisa menjadi pembangunan motor balap di Indonesia,” tandas Eric.

PELUANG DESTINASI SPORT TOURISM DUNIA

Keuntungan lain adalah MotoGP juga bisa memberikan nilai jual tambahan untuk pariwisata Indonesia. Adanya sirkuit Mandalika untuk gelaran balap bergengsi seperti MotoGP yang berada di Lombok Tengah ini diyakini bisa beri dampak bagi kemajuan ekonomi masyarakat serta keberadaan budaya lokal.

“MANDALIKA ITU INFRASTRUKTUR SUDAH OKE. SEMOGA KE DEPAN TAK HANYA AJANG BALAP, AJANG OLAHRAGA LAINNYA LAINNYA JUGA SAMA. INFRASTRUKTUR ITU HARUS DIPERHATIKAN SUPAYA PENGGABUNGAN POTENSI OLAHRAGA DAN PARIWISATA UNTUK KEBANGKITAN EKONOMI BENAR-BENAR BISA TERJADINYA”


Anggota Komisi X DPR RI A.S. Sukawijaya

Anggota Komisi X DPR RI A.S. Sukawijaya atau Yoyok Sukawi menilai antusiasme pebalap MotoGP ke Mandalika daalam tes pramusim MotoGP 2022 ternyata cukup tinggi. Hal ini terlihat dari ramainya unggahan para pebalap motoGP tentang keindahan Lombok. “ Ini salah satu ajang promosi pariwisata Indonesia. Selain Bali, Indonesia itu luas dan banyak kawasan yang cukup indah. Salah satunya ya Mandalika beserta kawasan di NTB,” ujar Yoyok Sukawi.

“Ini menandakan Indonesia harus lebih banyak dan harus mampu menggelar event-event internasional seperti motoGP karena potensi sport tourism untuk mengangkat ekonomi Indonesia sangat besar,” imbuhnya.

Kendati demikian, Yoyok Sukawi mengingatkan di tengah hingar bingar motoGP, ia kembali menggarisbawahi bahwa infrastruktur di dunia olahraga begitu penting untuk mengangkat pariwisata atau pun potensi lainnya yang dimiliki Indonesia.

“Mandalika itu infrastruktur sudah oke. Semoga ke depan tak hanya ajang balap, ajang olahraga lainnya lainnya juga sama. Infrastruktur itu harus diperhatikan supaya penggabungan potensi olahraga dan pariwisata untuk kebangkitan ekonomi benar-benar bisa terjadinya,” terangnya.

Indonesia sendiri dalam beberapa tahun ke depan memang berkesempatan untuk menjadi event olahraga internasional. Selain motoGP, Indonesia tahun depan juga akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 serta Piala Dunia Basket.

“Ini saatnya melalui olahraga Indonesia bisa promosi pariwisata dan hal – hal laiinya. Semoga pemerintah bersama stakeholder yang terlibat bisa memaksimalkan kesempatan ini untuk membangkitkan ekonomi kita yang terpuruk karena pandemi,” pungkasnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah mengatakan suksesnya kawasan Mandalika menjadi brand global dengan pergelaran balapan internasional dapat membuka peluang menjadi destinasi sports tourism.

“Selama ini, strategi promosi pariwisata NTB masih berbiaya mahal dengan jangkauan yang terbatas. Secara tidak langsung, pemerintah pusat mengajarkan bagaimana promosi efektif dengan event olahraga dunia,” kata Zulfkieflimansyah

Dia mengatakan, kehadiran kegiatan dunia seperti MotoGP telah membuka akses mempertajam posisi NTB menggelar sportainment kelas dunia untuk mendatangkan pengunjung ke NTB. Bahkan, saat ini pihaknya telah merencanakan akan menggelar kegiatan balap dunia motocross, MXGP di Sumbawa pada 24 sampai 26 Juni 2022.

Selain itu, pemerintah akan mendorong kegiatan internasional lain yang juga direncanakan digelar di Sirkuit Mandalika atau Pertamina Mandalika International Street Circuit. Harapannya, gelaran tersebut mampu mendorong bisnis pariwisata di kawasan Lombok dan Indonesia secara keseluruhan. •lann/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)