P20 Momentum Kolaborasi Parlemen Hadapi Tantangan Global

DPR RI selaku tuan rumah Parliamentary Speaker’s Summit (P20) mengadakan pertemuan perdana (Kick-Off Meeting) P20 Summit. P20 merupakan forum parlemen negara-negara G20 yang diselenggarakan dalam satu rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Anggota DPR RI Achmad Fadil Muzakki Syah saat menyerahkan bantuan kepada penyandang disabilitas

Pertemuan perdana P20 sebagai pembukaan atas serangkaian pertemuan menjelang P20 Summit pada 6-7 Oktober mendatang akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara G20 dan negara-negara undangan.

Sebagai tonggak diplomasi parlemen, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengatakan kepemimpinan Indonesia di G20 juga merupakan satu momentum yang berharga untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar serta prospektif. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia dengan jumlah populasi penduduk nomor empat terbesar dan punya potensi ekonomi yang juga sangat besar.

Fadli menyebut momentum P20 dengan Indonesia sebagai tuan rumah akan memperkuat jalinan kolaborasi parlemen-parlemen di negara G20 tersebut dalam menghadapi tantangan dunia di masa depan. Menurut dia, setiap parlemen yang terlibat dalam kegiatan P20 akan menawarkan solusi mengenai tantangan ketidakpastian stabilitas global pascapemulihan pandemi Covid-19 serta dampak krisis perang yang terjadi di Eropa antara Rusia dan Ukraina. “Dunia dihadapkan pekerjaan rumah baru dari dampak krisis antara Rusia dan Ukraina yaitu meningkatnya harga komoditas, ancaman krisis pangan, pasar saham yang terguncang, melambatnya pertumbuhan ekonomi serta tingginya pengangguran,” ungkap Fadli dalam diskusi pembuka KickOff Meeting P20 yang berlangsung di Surabaya.

Melalui tema Stronger Parliament for Sustainable Recovery, DPR RI menekankan peran parlemen dalam pemulihan pascapandemi. Tema ini akan menjadi bahan diskusi para ketua parlemen G20 pada perhelatan “The 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit”. Tema tersebut menyesuaikan tema besar pelaksanaan G20 yakni “Recover Together Recover Stronger”.

“DPR RI tentu jadi tandem utama pemerintah Indonesia di ajang presidensi G20. Dalam hal ini BKSAP merupakan motor DPR RI di bidang diplomasi antar parlemen. Kami terus melakukan koordinasi, kolaborasi dengan berbagai kepentingan dengan memberikan dukungan penuh pelaksanaan G20,” ungkap Fadli.

Senada, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan pertemuan Forum Ketua Parlemen Negara G20 atau P20 nanti merupakan momentum bersama untuk menyelesaikan tantangan global. “DPR RI punya peran strategis dalam keketuaan Indonesia di G20. P20 merupakan momentum bersama parlemen negara-negara G20 untuk mencari solusi menyelesaikan tantangan global,” kata Putu.

Penanganan isu prioritas P20 menjadi 3 bagian yakni pengembangan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital hingga transisi menuju energi terbarukan.

Selanjutnya dalam rangka menjalankan fungsi parlemen secara global, Fadli menyebut ada 4 isu prioritas agenda global yang akan diangkat yakni, pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, tantangan terkini krisis pangan energi dan stagnasi, parlemen efektif dan demokrasi yang dinamis, serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

 

“Keempat isu tersebut sangat relevan dalam rangka pemulihan pasca pandemi, dan sebagai upaya mengatasi berbagai permasalahan global yang muncul dewasa ini,” ujar Putu.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pidato pembukaan kegiatan KickOff Meeting P20 menuturkan bahwa pelaksanaan presidensi G20 dibayangi oleh berbagai krisis yang tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19.

Kata Puan, negara-negara G20 harus selalu memperhitungkan kemungkinan terjadinya krisis global dalam pembuatan kebijakan di dalam negeri. “Jelaslah bahwa saat ini segala masalah dunia kita saling berhubungan. Berbagai permasalahan global tidak dapat diselesaikan oleh satu negara atau oleh satu pihak saja,” ucapnya.

Puan mengatakan, dibutuhkan kerja bersama, kolaborasi, dan gotong royong antar negara berupa kerjasama internasional. Selain itu juga dibutuhkan keterlibatan berbagai stakeholder lintas bidang, khususnya dalam sektor keamanan, politik, ekonomi, dan sosial.

Puan mengingatkan, masyarakat dari seluruh negara memiliki harapan besar agar G20 berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai krisis yang melanda dunia. Krisis yang dihadapi dunia tak hanya Pandemi Covid-19, tapi juga beberapa permasalahan lainnya.

DPR berharap P20 akan menghasilkan sebuah kesepakatan bersama yang dapat mendorong adanya aksi nyata (concrete action) dalam menyelesaikan berbagai masalah global yang ada. Kesepakatan P20, dinilai Puan, akan menjadi wujud komitmen negara-negara G20 untuk membangun dunia yang sehat dan aman.

Puan pun kembali mengingatkan negara-negara dunia untuk mengedepankan budaya damai (culture of peace), toleransi, solidaritas dan semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan-persoalan global.

“Kita hidup dan berpijak di bumi yang sama serta memiliki tujuan yang sama, yaitu dunia yang hidup tenteram, sejahtera dalam persaudaraan dunia. Mari kita wujudkan satu bumi untuk semua, One earth for all,” ujar Puan. •ann/aha

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)