Obon Tabroni: Dukung Emping Jengkol Sebagai Makanan Khas Bekasi

Anggota DPR RI Bambang Kristiono menyalurkan bantuan alsintan kepada petani di Lombok Timur. Foto: Ist/nvl 
Anggota DPR RI Bambang Kristiono menyalurkan bantuan alsintan kepada petani di Lombok Timur. Foto: Ist/nvl

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Obon Tabroni menyambangi Paguyuban Pengrajin Emping Jengkol (PPEJ) di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi. Ia mendukung emping jengkol sebagai makanan khas Bekasi. 

“Bekasi itu kota urban, mobilitas Bekasi sangat luar biasa. Tapi oleh-oleh khas Bekasi itu apa sih? Salah satu yang orisinil, jengkol terutama emping jengkol. Makanya, kita support itu sebagai makanan khas Bekasi,” ujar anggota DPR RI dapil Jawa Barat VII (Bekasi, Karawang, Purwakarta) itu. 

Dalam pertemuannya dengan para pengrajin emping jengkol, Obon mendapati para pengrajin kesulitan dalam memasarkan dan belum memiliki izin PIRT (pangan industri rumah tangga). Ia mengatakan, akan mendampingi para anggota untuk mendapati izin PIRT dan mengupayakan emping jengkol masuk Pusat Oleh-Oleh Bekasi 22 (Poksi 22) yang dibentuk olehnya di Jababeka. 

 

“Proses pembuatan kita standarkan dari sisi kebersihan dan lain-lain, kedua kemasan, kemudian perizinannya, sertifikasi halalnya, sehingga mereka bisa masuk ke ritel-ritel besar,” jelas Obon. 

Untuk membantu meningkatkan hasil produksi, Obon memberikan bantuan perlengkapan untuk ibu-ibu yang tergabung dalam PPEJ berupa peralatan seperti kompor gas. “Kita berikan 20 kompor gas, nanti PIRT akan kita urus, standardisasi produk dalam proses pembuatannya akan kita benahi. Progres mereka (pengrajin) sangat luar biasa, cuma, kan, kendala hanya di pemasaran, itu aja,” tuturnya. 

Para pengrajin juga didorong untuk dapat menerapkan digital marketing agar menjangkau pasar yang lebih luas. “Kalau kemasan sudah bagus, sertifikasi sudah oke, segala macamnya sudah oke, digital marketing tidak ada batasan,” paparnya. 

Selain memberikan kompor gas, Obon juga memberikan bantuan bagi kelompok hadrah dan marawis berupa bantuan kearifan lokal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. “Pelestarian kearifan lokal di Indonesia merupakan tugas dan tanggung jawab Kementerian sosial RI. Kami (DPR-RI) menyambut baik dengan ikut berperan merealisasikan program kearifan lokal,” pungkas Anggota Komisi VIII DPR RI itu. gal

Bagian Penerbitan

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)