Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pariwisata Bali

Sidang IPU ke-144 menjadi momentum Bali untuk bangkit, khususnya sektor ekonomi dan pariwisata. Dimana, tak kurang dari 115 parlemen dari berbagai negara dunia hadir pada perhelatan yang dipusatkan di kawasan Nusa Dua, Bali, 20-24 Maret 2022 lalu.

BEBERAPA waktu lalu, tepatnya Jumat (4/2), penerbangan internasional menuju Bali resmi dibuka. Sejak saat itu pula, Bali dinyatakan telah siap menerima kedatangan para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) non Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Pembukaan penerbangan international tersebut ditandai dengan mendaratnya pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Narita Jepang ke Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 3 Februari 2022. Hal ini diyakini menjadi langkah awal kebangkitan ekonomi Bali khususnya juga dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat Bali tapi juga Indonesia secara keseluruhan. 

MOMENTUM KEBANGKITAN BALI 

Menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang IPU ke-144, merupakan bentuk penegasan bahwasanya di Indonesia terkhusus Bali sudah berhasil menerapkan protokol kesehatan sekaligus melaksanakan vaksinasi secara maksimal. 

Di samping itu, kehadiran delegasi parlemen dunia akan membangkitkan citra Pulau Bali sekaligus membantu memulihkan perekonomian pariwisata di Pulau Dewata setelah cukup lama terdampak pandemi Covid-19. Forum parlemen dunia tersebut juga dinilai akan memberi kontribusi yang baik dalam menyebarkan informasi terkait kondisi terkini pariwisata Bali secara global. 

Gubernur Bali Wayan Koster, mewakili masyarakat Bali, secara khusus berterimakasih kepada DPR RI yang telah mempercayakan Nusa Dua, Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sidang IPU ke-144. Dirinya meyakini ini adalah momentum yang tepat memulihkan pariwisata dan ekonomi di Bali pasca Covid-19. 

“Event ini menjadi citra baik untuk Bali dan Indonesia di mata dunia. Dan tentu ini menjadi catatan sejarah dalam keberhasilan Ibu Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI,” kata Wayan Koster.  

Di sela-sela sidang, delegasi parlemen dunia diajak melihat langsung produk kerajinan lokal di Pameran IKM Bali Bangkit. Banyak produk buatan tangan yang berkualitas, estetika, bernilai seni dan budaya yang tinggi. Wayan Koster yang turut mendampingi para delegasi berharap, setelah dari kunjungan ini, produk IKM Bali makin mendunia. 

“Kali ini rombongan excom sudah diajak berkunjung ke Bali Bangkit, untuk mengenal produk-produk lokal Bali yang diproduksi oleh masyaraklat Bali secara tradisional atau handmade. Sekaligus memperkenalkan produk UMKM Bali ke peserta sidang IPU, mudah-mudahan delegasi bisa melihat dan tertarik kepada produk-produk ini,” harap Wayan Koster. 

Wayan Koster menerangkan, apa yang sudah dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali dalam rangka mengembangkan IKM ini bisa saja dicontoh oleh daerah lain. Selain menampung hasil kerajinan tangan masyarakat, kegiatan ini diyakini mengasah sisi kreativitas dan inovasi masyarakat. 

“Apa yang sudah dilakukan oleh Dekranasda Provinsi Bali sudah sangat tepat, jika perlu ditegaskan lagi, sehingga para perajin, IKM bisa terus mengikuti aturan dalam Pameran IKM Bali Bangkit ini,” tuturnya. 

Di Pameran IKM Bali Bangkit, para delegasi parlemen dunia dipandu langsung oleh Ketua Dekranasda Bali Ni Putu Putri Suastini Koster. Ia sangat kagum akan antusias para delegasi melihat dan melakukan transaksi atas produk buah tangan masyarakat Bali. 

“Pertama terimakasih, karena delegasi ini tidak main-main. Mereka datang dari penjuru dunia. Event ini mengingatkan bahwasanya Bali tetap ada, pariwisata tetap ada untuk wisatawan. Harapan kami juga, mereka semakin mengenal produk-produk asli buatan Bali,” ucap Putri Koster. 

Pada perjalanannya, Pameran IKM Bali Bangkit telah dilaksanakan dari awal 2021 di Taman Budaya, Denpasar, ada beberapa peserta yang tereliminasi karena tak kuat menghadapi tantangan. “Selain bertujuan membantu pemasaran produk, Pameran IKM Bali Bangkit merupakan bagian dari upaya memperbaiki pola yang sebelumnya melenceng,” ujar Putri Koster. 

Sebelum situasi pandemi, pelaku IKM dan UMKM Bali cenderung fokus pada pasar ekspor sehingga produknya lebih dikenal di luar negeri, tetapi asing bagi masyarakat lokal. Berangkat dari persoalan itu, Dekranasda Bali berusaha membangkitkan kembali IKM Bali sekaligus memperbaiki tata kelolanya. Pelan tapi pasti, banyak pihak mulai melirik pameran IKM Bali Bangkit karena menampilkan produk lokal berkualitas. 

“Semoga, IKM-IKM ini mendapat hikmah dari pandemi yang ada, bahwa mereka tidak hanya berinovasi mengembangkan produk, tetapi mereka juga melestarikan. Itu yang ibu lihat, jangan sampai tugas kita melestarikan budaya leluhur itu tidak kita laksanakan,” terangnya. 

Dalam mengembangkan kecintaan terhadap produk lokal, Istri Gubernur Bali ini mengusung jargon, cintai produk dalam negeri, banggalah memakai produk daerah sendiri. Ia berpandangan, masing-masing individu berkewajiban menjaga kelestarian adat dan budaya daerah masing-masing. 

“Kami di Bali menjaga warisanwarisan yang sudah diwariskan, begitu juga saudara-saudara kita di daerah lain. Makanya Ibu bilang, kalau ingin memakai produk Bali, pakailah tenun asli Bali. Kalau ingin memakai Batik Jawa, harus yang asli buatan saudara kita di Jawa. Hanya dengan begitu kita bisa menjaga warisan nusantara,” pungkasnya. •es/es

Ketua Dekranasda Bali Ni Putu Putri Suastini Koster memandu langsung delegasi parlemen dunia melihat produk IKM Bali di Pameran Bali Bangkit. Foto: Erman/Prima

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)