Menuju Endemi, Tetap Waspada!

Sejak Coronavirus Disease (COVID-19) melanda masyarakat dunia, ada tiga istilah yang kiranya penting untuk dketahui khalayak umum, yakni endemi, epidemi, dan pandemi. Endemi adalah penyakit yang berjangkit di suatu daerah atau pada suatu golongan masyarakat.

ENDEMI merupakan keadaan atau kemunculan suatu penyakit yang konstan atau penyakit tersebut biasa ada di dalam suatu populasi atau area geografis tertentu. Contoh penyakit endemi di Indonesia adalah malaria dan demam berdarah dengue (DBD). 

Sedangkan Epidemi adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbulkan banyak korban. Peningkatan angka penyakit di atas normal yang biasanya terjadi secara tiba-tiba pada populasi suatu di area geografis tertentu. Contoh penyakit yang pernah menjadi epidemi adalah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) pada 2019, Avian Influenza/flu burung (H5N1) di Indonesia pada 2012, dan SARS di 2003. 

Sementara pandemi itu sendiri adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografis yang luas. Pandemi merupakan epidemi yang menyebar hampir di seluruh negara atau benua, biasanya mengenai banyak orang. Contoh penyakit yang menjadi pandemi adalah Covid-19. 

Transisi ke endemi marupakan proses dengan sejumlah indikator, antara lain laju penularan harus kurang dari 1, angka positivity rate harus kurang dari 5 persen, kemudian tingkat perawatan rumah sakit harus kurang dari 5 persen, angka fatality rate harus kurang dari 3 persen, dan level PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1. Kondisikondisi ini harus terjadi dalam rentang waktu tertentu misalnya 6 bulan. 

Indikator dan waktu penentuan status endemi bagi Indonesia masih terus dibahas oleh pemerintah bersama dengan para ahli untuk menentukan indikator yang terbaik bagi Indonesia untuk mencapai ke arah kondisi endemi. Saat ini, pemerintah masih menggencarkan vaksinasi Covid-19 sebagai satu tahapan persiapan sebelum transisi pandemi menjadi endemi. Tak hanya itu pergantian status dari pandemi ke endemi harus memenuhi sejumlah indikator. Salah satu indikator menuju endemi yakni penurunan kasus harian yang signifikan. 

Perubahan menjadi endemi tampaknya tidak akan tergesagesa untuk dilakukan karena masih banyak indikator yang masih belum terpenuhi. Nantinya, ketika status sudah menjadi endemi, maka kasus akan tetap ada, tetapi tidak akan mengganggu kehidupan manusia seperti saat ini. Kasusnya tidak akan mengganggu aktivitas di berbagai sektor, seperti kehidupan sosial, kehidupan beragama, dan pariwisata. 

Sebuah penyakit dari pandemi menjadi endemi itu sebenarnya hanya mengubah label saja dan tidak mengubah apa yang dihadapi sekarang. Penyakit tersebut masih harus tetap dikendalikan dengan baik. Masih dibutuhkan program pengendalian yang kuat untuk mengurangi infeksi, tingkat keparahan, dan angka kematian. Jadi, penting untuk tetap melakukan pengendalian Covid-19, seperti dengan menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. 

Upaya menuju endemi dilakukan secara perlahan dan hati-hati. Sebab akan dibutuhkan waktu yang agak lebih lama untuk keluar dari status pandemi. Tentunya semua orang diharapkan untuk mempersiapkan diri agar bisa hidup berdampingan dengan Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat tetap harus jaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan, membiasakan gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi, rajin olahraga, dan cukup istirahat. Tim

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)