Menjaga Kewarasan selama Pandemi

Oleh: GITA YOLANDA | Clinical Psychologist

GITA YOLANDA | Clinical Psychologist

Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar dalam kehidupan. Kita dipaksa menyesuaikan diri dengan keadaan yang jauh dari kata ideal. Mau tidak mau kita harus menghadapi tantangan yang membuat stress, lelah, khawatir, bahkan cemas. Menjaga jarak memang salah satu cara terbaik dalam mengurangi penyebaran virus Covid-19, namun terkadang hal ini membuat kita semakin merasa terisolasi secara sosial sehingga menimbulkan gangguan psikologi seperti stress atapun kecemasan. Untuk itu, penting bagi kita menyadari hal apa saja yang dapat memicu gangguan kesehatan mental dan bagaimana menjaga kesehatan mental di masa pandemi

1. Membaca berita Covid-19 secukupnya

Mengetahui informasi terbaru mengenai yang terjadi saat ini bisa menjadi hal menyenangkan. Namun, terus menerus memeriksa berita Covid19 setiap saat bisa jadi menimbulkan rasa cemas. Untuk itu, batasi waktu kapan saja harus melihat berita, termasuk media sosial. Selain itu, pastikan sumber berita yang dibaca merupakan sumber berita yang terpercaya dan dapat dipertanggung jawabkan.

2. Melakukan Hobi

Melakukan aktivitas yang kita sukai dapat menghasilkan emosi yang positif. Untuk itu, luangkan waktu minimal satu pekan sekali untuk melakukan aktivitas yang tetap membuatmu senang walau hanya di dalam rumah dan tidak berisiko terjangkit virus covid19. Jika masih belum menemukan hobi yang dapat dilakukan di rumah, bisa mencoba berbagai hal baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan seperti melukis, bercocok tanam, atau melakukan Yoga.

3. Menjaga Kesehatan Tubuh

Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat” kalimat tersebut pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi apakah kita benar-benar menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan jiwa secara konsisten? coba cek lagi, apakah kita sudah makan dengan benar? Apakah kita sudah tidur dengan cukup? Apakah sudah rutin berolahraga?

Saat ini, kita berperang melawan virus yang masuk ke dalam tubuh kita. Untuk itu, menjaga kesehatan tubuh juga salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental. Mengkonsumsi makan-makanan yang sehat, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, dan tidur merupakan hal-hal yang dapat menjaga kesehatan tubuh.

4. Tetap berteman

Mengisolasi diri bukan berarti sama sekali kita kehilangan kontak dengan teman-teman. Tetap merasa dekat walau secara fisik jauh merupakan salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan mental. Sekali-kali, luangkan waktu untuk video call bersama teman tanpa membahas pekerjaan karena mencurahkan perasaan dan pikiran dapat membuat permasalahan yang dihadapi menjadi lebih ringan. Tetap memiliki orang-orang untuk berbagi cerita akan membuat kita tidak merasa sendirian. Banyak orang merasakan kecemasan yang sama, dengan bercerita mungkin akan membuatmu merasa lebih baik dan belajar mengatasi ketakutan dari teman kamu.

5. Relaksasi

Sebenarnya, apa yang kita pikirkan bertujuan untuk melindungi kita. Tapi terkadang justru hal-hal menakutkan yang muncul ke dalam pikiran. Jika Anda merasa cemas dan terlalu banyak pikiran negatif yang mengganggu, coba latihan relaksasi pernafasan. Relaksasi pernasafasan merupakan hal yang sangat mudah yang bisa dilakukan untuk meredakan kecemasan. Bagi yang belum pernah melakukan relaksasi, dapat belajar dari youtube atau media lainnya.

6. Penerimaan

Hal-hal yang dapat kita kendalikan adalah bagaimana kita berpikir, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita lakukan. Kita tidak dapat mengendalikan pandemic ini. Kita tidak bisa menghentikannya saat ini juga. Namun kita masih dapat mengubah pikiran kita mengenai hal yang terjadi. Sedangkan hal yang dapat kita lakukan mengenai hal-hal di luar kendali kita adalah dengan menerima. Penerimaan artinya membuka dan memberi ruang bagi perasaan, sensasi, dorongan, dan emosi yang menyakitkan. Penerimaan artinya ketika kita berhenti menyangkal hal yang seharusnya terjadi.  Penerimaan tidak hanya menerima pikiran dan perasaan yang terjadi pada diri, namun juga fokus dan menyadari diri pada saat ini dan sekarang. Menerima bukan berarti kegagalan atau kepasrahan. Menerima adalah suatu langkah yang membutuhkan keberanian untuk tidak menyalahkan keadaan.

Jika sudah melakukan hal-hal di atas namun masih merasakan stress, kecemasan, atau gangguan psikologis lainnya yang menganggu sehingga sulit beraktivitas seperti biasa, harap menghubungi tenaga kesehatan professional.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)