Mengenal Sistem Pemerintahan dan Sistem Parlemen Kazakhstan

Kazakhstan adalah salah satu dari ke-15 negara pecahan Uni Sovyet yang merupakan negara terbesar kedua setelah negara Rusia. Wilayah Kazakhstan, sebagian besar berbatasan langsung dengan Rusia, terutama di sebelah utara dan barat. Di sebelah timur, berbatasan langsung dengan provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok. Sedang di sebelah selatannya berbatasan dengan Uzbekistan, Turkmenistan, Kirgistan dan Laut Kaspia. Astana yang sekarang bernama Nursultan menjadi ibukota negara Kazkhstan sejak 10 Juni 1998.

Nur-Sultan Astana Senate of the Parliament of the Republic of Kazakhstan Building on a Sunny Blue Sky Day

Sebelumnya ibu kota negara Kazakhstan terletak di kota Almaty. Kota Nursultan dengan tata kotanya yang paling futuristik di dunia, berkembang sangat pesat dan menjadi kota kedua dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Kazakhstan kemudian memindahkan ibu kota negara dari kota Almaty ke kota Nursultan dengan pertimbangan lokasi yang lebih strategi, memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dan potensi resiko bencana yang lebih kecil. Menurut Direktur Astanagenplan Kazakhatan, Arseniy Pirozhkov, menjelaskan keputusan pindah ibu kota diambil pada tahun 1997 dan dilakukan secara bertahap.

Pada 2001, baru dilakukan proses pembangunan. Dua bangunan ikonik yang ada di kota Nursultan adalah Menara Bayterek dan Istana Perdamaian dan Rekonsiliasi. Menara Bayterek bentuknya menyerupai pohon poplar, tempat burung Samruk menyarangkan telurnya. Menara yang dibuat berdasarkan cerita dongeng mengenai kehidupan seekor burung ajaib ini dirancang oleh arsitek kenamaan Inggris, Norman Foster. Menara Bayterek mulai resmi dibuka pada 30 Agustus 2002. Sedang Istana Perdamaian dan Rekosiliasi resmi dibuka pada 1 September 2006.

Kazakhstan memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet 16 Desember 1991. Setelah merdeka, Kazakhstan berubah nama dari Kazakh Soviet Socialist Republic Kazakhstan menjadi Republic Kazakhstan. Bentuk pemerintahan Kazakhstan adalah sistim Republik Konstitusional. Kazakhstan terdiri dari 14 wilayah propinsi yang disebut dengan Oblysy atau Oblast dengan tiga kota besar yang disebut Qalasy. Pemerintah Kazakhstan mengangkat utusan presiden yang mengepalai tiap-tiap Oblysy/Oblast.

Kekuasan Presiden

Kekuasaan Presiden di Kazakhstan sangat besar dan identik dengan kekuasaan seorang Presiden Rusia. Di Kazakhstan, seorang Presiden adalah seorang Kepala Negara sekaligus perancang berbagai kebijakan. Bahkan kebijakan presiden dapat menjadi sebuah maklumat sebagai sebuah hukum sebagai keputusan terakhir seandainya terjadi pertikaian antara pihak legislatif dengan pihak eksekutif. Ringkasnya dapat digambarkan dalam bagan berikut:

Dari bagan tersebut diketahui bahwa Presiden Republik Kazakhstan menjabat sebagai Kepala Negara yang merupakan jabatan tertinggi dalam menentukan arah kebijakan domestik dan politik luar negeri serta mewakili Kazakhstan dalam hubungan internasional. Presiden Republik Kazakhstan juga mengangkat atau mengusulkan calon PM, dan dengan persetujuan parlemen memberhentikan PM dari jabatannya, menentukan struktur kabinet/pemerintahan atas usulan PM, dan menerima sumpah dari anggota kabinet disamping mengangkat pejabat-pejabat negara lainnya dengan persetujuan senat (parlemen).

Presiden dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum yang bersifat rahasia untuk masa jabatan 5 tahun.  Apabila presiden telah terpilih selama 2 periode berturut-turut, maka selanjutnya ia tidak dapat dipilih kembali. Apabila seorang Presiden Kazakhstan meninggal dunia, atau tidak dapat menjalankan tugasnya karena alasan kesehatan, mengundurkan diri, dipecat, maka yang bertugas untuk menggantikannya adalah Ketua Senat (Parlemen).Jika Ketua Senat tidak dapat menggantikan kedudukannya, maka jabatan dialihkan kepada Ketua Mazhilis.Apabila Ketua Mazhilis juga tidak dapat menggantikannya, barulah jabatan itu diserahkan kepada Perdana Menteri.

Sistem Bikameral Parlemen Kazakhstan

Sistem Parlemen atau Lembaga legislatif di Kazakhstan adalah menganut sistem bikameral, yaitu terdiri dari Senate (Upper House) dan Mazhilis (Lower House). Senat (Upper House) terdiri dari perwakilan yang berjumlah 39 kursi. Senator dipilih oleh presiden, dan sisanya dipilih berdasarkan perwakilan di setiap wilayah oblysy, yang mana setiap oblysy diwakili 2 senator, serta 4 senator lainnya dari Astana dan Almaty. Masa jabatan anggota Senat adalah selama 6 tahun.

Sedang Mazhilis (Lower House) terdiri dari 77 kursi perwakilan dengan 67 di antaranya dipilih secara langsung lewat sistim elektoral distrik berdasarkan wilayah/geografis. Sedangkan 10 lainnya dipilih dari anggota partai-partai yang menang pemilu. Keanggotaan Mazhilis selama 5 tahun.

Kekuasaan Parlemen melingkupi: memprakarsai dan mengajukan seperangkat aturan hukum dalam ruang lingkup kewenangannya. Selain itu Parlemen memiliki hak untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah. Bila parlemen menolak 2 kali terhadap penunjukan perdana menteri oleh presiden, maka presiden dapat membubarkan parlemen. Parlemen juga berhak mengganti presiden bila terjadi kasus penghianatan atau penyelewengan kekuasaan oleh presiden. Selai itu tiap badan di parlemen baik itu Senat dan Mazhilis, berhak mendengarkan laporan dari para pejabat anggota pemerintahan.

Sejak 2007, Majilis ini beranggotakan 107 orang ini, 98 di antaranya dipilih dengan sistem pemilihan proporsional menurut daftar partai. Sementara sembilan anggota parlemen non partai, independen, dipilih Majelis Rakyat Kazakhstan atau Lembaga Penasihat di bawah Presiden Republik Kazakhstan, yang tugasnya membantu pengembangan dan penguatan hubungan antar etnis. Anggota Majilis bertugas selama lima tahun untuk satu periode.

Adapun Pemilihan Legislatif terakhir yang diselenggarakan oleh Kazakhstan pada 10 Januari 2021. Lima partai ikut serta adalah Nur Otan, Akzhol, Auyl, Adal dan Partai Rakyat Kazakhstan. Pemilu Majilis pada 2021 akan memiliki beberapa perbedaan dari pemilu sebelumnya. Pertama adalah perubahan Undang-Undang Pemilu, ditandai dengan diperkenalkannya institusi oposisi parlementer. Perubahan kedua, adanya ketentuan kuota keterlibatan wanita dan pemuda sebanyak 30 persen. Sebab, setengah populasi Kazakhstan, adalah wanita dan pemuda.  Yang ketiga, pemilu mendatang juga untuk memilih Maslikhats atau Badan Perwakilan Lokal. l skr/es

Referensi:
1.  History of The Parlamentarism Development In Kazakhstan,  Http://Www.Parlam.Kz/En/ History
2. Parliament of Republic of Kazakhstan, https://Www.Parlam.Kz/En
3. Kazakhstan Gelar Pemilu Tanpa Kandidat Oposisi, Https://Www.Medcom.Id /Internasional/Eropa-Amerika/Vnnlpgok-Kazakhstan-Gelar-Pemilu-Tanpa-Kandidat-Oposisi

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)