Mencegah Penyakit Asam Lambung

Oleh: Dr. Ariadi Humardhani

Sakit Magh merupakan keluhan yang sering diungkapkan bila kita merasa nyeri pada uluhati, kembung, begah dan mual. Kebanyakan kita akan berpikir bahwa penyebab dari keluhan ini adalah karena makanan yang kita konsumsi “salah” atau sedang banyak pikiran yang berat.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan sakit magh itu. Kata Magh sendiri merujuk pada organ lambung yang merupakan salah satu bagian dari sistim pencernaan kita (manusia).

Keluhan yang muncul di atas pada dunia kedokteran juga dikenal dengan istilah Dispepsia. Dispepsia berasal dari bahasa Greek dimana “dys” berarti buruk dan “pepsis” artinya pencernaan. Istilah ini mulai sering dipakai sejak akhir tahun 80an, yang menggambarkan keluhan atau kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri, atau rasa tidak nyaman di uluhati (epigastrium) mual, muntah, kembung, cepat kenyang atau rasa penuh perut, dan sendawa yang seringkali muncul.

DEFINISI

Per definisi, dispepsi merupakan suatu rasa nyeri atau tidak nyaman didaerah uluhati atau epigastrium. Karena bersifat subyektif maka diperlukan komunikasi yang baik saat kita menyampaikan keluhan kita kepada dokter. Agar dokter kita dapat menangkap dengan baik apa yang kita rasakan.
Penyebab dyspepsia sendiri bisa diakibatkan oleh banyak kelainan. Diantaranya :

  • Penyakit pada saluran cerna (esofagogastroduodenal) contohnya gastritis, tukak lambung dan tumor.
  • Penyakit pada saluran cerna (esofagogastroduodenal) contohnya gastritis, tukak lambung dan tumor.
  • Konsumsi obat-obatan, contohnya obat pengurang rasa nyeri, antibiotik.
  • Penyakit hati dan kantong empedu, misalnya hepatitis, batu empedu
  • Penyakit lainnya misalnya, kencing manis, penyakit ginjal kronis, penyakit jantung.
  • Gangguan yang bersifat fungsional, artinya ada gangguan pada gerakan saluran cerna kita.

Jadi secara garis besar penyebab dyspepsia bisa dibagi mejadi dua kelompok yaitu kelompok dengan penyakit organ, dan dispepsi yang tidak didapatkan kelainan organ (dyspepsia fungsional)

PEMERIKSAAN

Untuk memastikan penyakit yang dikeluhan, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Hal yang pertama perlu diperiksa tentunya pemeriksaan laboratorium darah, misalnya USG perut, rontgen saluran cerna. Pemeriksaan lanjutan yang bisa dilakukan adalah teropong saluran cerna (endoskopi). Pemeriksaan ini data melihat secara langsung gambaran anatomi dari saluran cerna. Kita bisa melihat apakah ada produksi asma lambung yang berlebihan, luka pada dinding saluran cerna atas ataupun adanya suatu benjolan (tumor) pada saluran cerna atas.

PATOFISIOLOGI

Banyak mekanisme yang bisa menyebabkan gangguan rasa nyeri atau tidak nyaman pada ulu hati ini. Salah satunya adalah produksi atau sekresi asam lambung. Peningkatan produksi asam lambung disertai dengan peningkatan sensitivitas mukosa lambung yang menyebabkan rasa tidak enak diperut.

Gangguan gerakan saluran cerna juga bisa menimbulkan keluhan mual, muntah dan rasa penuh diperut. Gangguan yang menyebabkan keluhan ini biasanya ada kelambatan dalam proses pengosongan lambung, artinya makanan atau minuman yang kita konsumsi tidak segera turun ke usus. Beberapa factor yang dapat menyebabkan kelambatan pengosongan lambung ini antara lain, gangguan saraf pada saluran cerna, gangguan kelistrikan pada otot lambung, bisa juga karena kelainan hormonal. Faktor lain yang tidak kalah penting nya adalah makanan. Porsi makan yang terlalu besar juga sangat perpengaruh terhadap munculnya keluhan nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut. Pada orang-orang tertentu, intoleransi terhadap beberapa jenis makanan pun dapat menjadi pencetus timbulnya keluhan.

Selain factor tersebut, masalah psikis juga berperan pada munculnya keluhan, biasanya masalah depresi, dan rasa cemas yang berlebihan. Mekanisme nya sendiri berhubungan dengan persarafan yang berpengaruh terhadap gerakan saluran cerna.

PENGOBATAN

Kalau kita lihat penyebab dari sakit Magh dalam hal ini Dispepsia cukup banyak (multifactor), maka pengobatan atau tatalaksana nya pun akan melibatkan banyak aspek. Yang utamanya tentu kita harus terbuka kepada dokter yang memeriksa tentang hal-hal yang mungkin berkaitan dengan timbulnya keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman pada diri kita, sehingga dokter juga dapat lebih terarah dalam tatalaksananya.

Obat-obatan, diberikan sesuai dengan keluhan, gejala dan penyakit yang mendasari keluhan kita. Jadi berdasarakan keluhan, gejala dan hasil pemeriksaan, maka dokter akan memutuskan obat apa yang paling tepat diberikan, tentunya akan ada evaluasi perkembangan pada pertemuan berikutnya. Beberapa jenis obat yang dapat diberikan antara lain Antasida, Penghambat produksi asam lambung, pelindung dinding lambung, obat-obat yang merangsang gerakan saluran cerna, obat pengurang rasa mual, dan beberapa obat lainnya. Ada beberapa jenis obat yang dapat dibeli secara bebas, misalnya golongan antasida, mungkin kita mengenal Mylanta, Polysilane. Untuk penggunaan awal masih diperkenan kan, namun bila sakit berlanjut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Psikoterapi, karena gangguan magh ini juga berkaitan dengan psikis, maka bantuan seorang Psikiater atau psikolog juga punya tempat yang cukuppenting guna mengatasi masalah ini. Dengan memperbaiki kondisi psikis, maka kinean pencernaan kinerja dari organ pencernaan kita juga akan baik, sehingga keluhan-keluhan yang muncul juga akan berkurang bahkan hilang. Namun tentunya harus tetap dipertahankan kestabilan kondisi psikis kita, tentunya bisa dengan selalu berkonsultasi dengan ahlinya, mendekatkan diri pada sang pencipta, menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, dan tidak lupa bekerja dengan tanpa beban berlebihan.

Modifikasi pola hidup dan dietetic

Pada dasarnya manusia sudah mempunyai pola hidup dan diet yang bervariasi disetiap daerah. Penduduk di daerah A yang mayoritas petani punya pola hidup dan diet yang berbeda dengan penduduk di daerah B yang mayoritas nelayan.

 Jadi sebenarnya tidak ada pola hidup dan jenis diet yang benar-benar menyebabkan gangguan pencernaan (magh). Demikian pula dengan pantangan diet untuk penyembuhan penyakit ini. Prinsipnya jika pola hidup dan makanan yang kita konsumsi menyebabkan gangguan pencernaan, maka tentu saja kita harus menghindarinya. Secara umum, makanan yang banyak menimbulkan masalah pada saluran cerna adalah makanan dengan olahan bumbu pedas, asam dan kandungan lemak tinggi.

Apabila kita sudah melakukan konsultasi dengan dokter, mengevaluasi penyebab, dan menjalankan tatalaksan dengan patuh dan baik, maka untuk penyakit ini mempunyai harapan kesembuhan yang baik. Namun tidak menutup kemungkinan kambuh.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)