Marwan Jafar: Gelar Bimtek Wirausaha bagi IKM

“IKM bisa menjadi bamper untuk mengisi kekosongan industri-industri di Indonesia. Karena kondisi saat ini di dunia maupun di Indonesia terjadi deindustrialisasi. Industri hanya berjalan apa adannya, industri nyaris mati”

 
Anggota DPR RI Marwan Jafar secara virtual membuka Bimtek Wirausaha di dapilnya.

Anggota DPR RI Marwan Jafar bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian menggelar Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru di Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Marwan mengatakan bahwa akses permodalan di perbankan untuk Industri Kecil dan Menegah (IKM) masih cukup sulit. Bahkan ada banyak IKM yang akhirnya gigit jari lantaran sulitnya mendapatan modal.

Hal tersebut tentunya menjadi keprihatikan tersendiri. Karena itu, Marwan meminta kepada pemerintah daerah untuk turun tangan membantu membuka akses permodalan kepada IKM tersebut. Sehingga, para pelaku usaha dapat mengembangkan industri yang tengah diheluti.

“Masalah IKM selama ini yakni permodalan, yang berkaitan dengan perbankan. Kesulitan itu perlu dibuka aksesnya, dan pemerintah daerah harus membantu,” ujarnya saat membuka Bimtek secara virtual, akhir Mei lalu.

Dalam acara tersebut, ada sebanyak 240 peserta ambil bagian dalam bimtek yang berlangsung 30 Mei-2 Juni. Dengan rincian, sebanyak 80 peserta berasal dari Kabupaten Pati, Grobogan 60 peserta, Rembang (40), dan Blora (60). Peserta mendapat pelatihan dan bimbingan teknis dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pangan, Furnature, dan Bahan Bangunan, Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka pada Kementerian Perindustrian, serta Ditjen Papan Logam, Mesin, dan Elektronika.

Bimbingan teknis meliputi sejumlah bidang teknis wirausaha IKM pelatihan pengolahan makanan ringan, bimbingan teknis wirausaha IKM pelatihan pengolahan minuman, dan bimbingan teknis WUB pelatihan pembuatan roti.

Selain itu, ada juga bimbingan teknis wirausaha IKM pelatihan desain grafis kemasan pangan dan sablon, pelatihan pembuatan lulur dan minyak wangi, pelatihan membuat pupuk cair, dan pelatihan anyaman bambu. Termasuk bimbingan teknis wirausaha IKM pelatihan konveksi, pelatihan bengkel aluminium, pelatihan service HP, pelatihan perbengkelan roda dua, dan pelatihan mengelas.

Marwan Jafar menjelaskan, IKM yang berkembang dan kuat dapat melindungi perekonomian daerah. Karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak membantu IKM. “IKM bisa menjadi bamper untuk mengisi kekosongan industri-industri di Indonesia. Karena kondisi saat ini di dunia maupun di Indonesia terjadi deindustrialisasi. Industri hanya berjalan apa adannya, industri nyaris mati,” paparnya.

Di sisi lain, upaya pemerintah untuk mendatangkan investor besar dari dalam dan luar negeri dinilai Marwan masih mengalami kendala. Padahal, upaya itu berkait erat dengan implementasi. •es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)