Manfaatkan Teknologi untuk Atur Lalu Lintas

Mobilitas pengguna moda transportasi darat hingga di bandara saat arus mudik dan arus balik lebaran 2022 mengalami lonjakan yang signifikan. PT Jasa Marga mencatat 1,7 juta kendaraan keluar Jabodetabek sejak H-10 sampai H-1 Lebaran atau naik 9,5 persen dibanding saat masa mudik sebelum pandemi tahun 2019 lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni

CATATAN lainnya, terdapat sekitar 150 ribu penumpang pesawat via Bandara Soekarno-Hatta dalam sehari yaitu pada Minggu (8/5/2022) yang merupakan angka terbesar selama era pandemi. Sementara secara keseluruhan dari berbagai wilayah Indonesia, menurut Survei Data Balitbang Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik 2022 diprediksi mencapai 85,5 juta orang.

Tanpa kerja keras berbagai masing-masing stakeholder pemerintah dalam mengatur dan rekayasa lalu lintas, tidak mungkin pergerakan 85,5 juta pemudik yang menggunakan berbagai moda transportasi tersebut bisa berjalan aman, lancar, dan terkendali. Berbagai langkah antisipasi kemacetan pun telah diberlakukan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan 7 cara mencegah kepadatan tersebut diantaranya sistem satu arah, manajemen sistem di rest area (RAMS) hingga menyiapkan rute alternatif.

Polri bersama Kementerian Perhubungan terus-menerus menyosialisasikan rute alternatif menuju Bandung dari Jakarta saat penerapan one way. Ketertiban masyarakat juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam mendukung penanganan dan kelancaran arus mudik.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai, kebijakan yang diambil Polri tersebut sebagai langkah tepat sasaran nan presisi dalam membuat arus mudik dan arus balik berjalan kondusif. Polri juga dinilai telah berhasil dalam kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dalam menunjang strategi yang antisipatif sehingga dalam arus mudik Lebaran 2022.

Korlantas Polri mencatat angka kecelakaan mudik bisa ditekan turun sebesar 31 persen jika dibandingkan musim mudik dan balik Lebaran 2019 periode sebelum pandemi Covid-19.

Bukan tanpa alasan, jika apresiasi disematkan terhadap kinerja Polri dalam mengawal mudik Lebaran 2022. Polri berhasil ujung tombak dalam mengantisipasi potensi kemacetan panjang, sehingga arus mudik kali ini lebih lancar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tantangan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 relatif lebih sulit mengingat antusiasme masyarakat yang memuncak imbas dua tahun tidak mudik ke kampung halaman.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran terjadi deadlock lalu lintas karena meningkatnya volume penggunaan pribadi di jalan-jalan bebas hambatan. Namun, semua kekhawatiran berhasil diantisipasi oleh Polri bersama lembaga terkait yang berwenang. Strategi yang diterapkan oleh Polri berjalan sukses, seperti sistem satu arah atau one way, ganjil-genap, contra flow.

Tak dapat dipungkiri masih ada sedikit kemacetan di beberapa titik, akan tetapi secara umum layanan arus mudik dan balik lebaran berjalan dengan baik. Polri di lapangan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas respondennya menilai kinerja kepolisian dalam penanganan mudik lebaran 2022 memiliki peranan signifikan dalam menciptakan kelancaran lalu lintas saat mudik tahun ini. 77,5 persen responden menilai Polri memiliki peranan signifikan dalam kelancaran mudik Lebaran 2022.

“Masyarakat betul-betul merasakan kehadiran Polri. Untuk itu, saya apresiasi kerja keras Kapolri beserta jajaran karena sudah memikirkan mitigasi risiko mudik tahun ini hingga sukses dan berjalan dengan baik,” ujar Sahroni.

Pemanfaatan Teknologi Optimal

Terdapat dua kunci manajemen arus lalu lintas mudik tahun ini. Pertama adalah penggunaan teknologi terkini dalam bidang road transportation, sebagai decision support system. Teknologi ini mendukung keputusan pimpinan puncak di Korlantas Polri dan Jasa Marga dalam memutuskan penanganan volume lalu lintas yang jumlahnya luar biasa.

“Masyarakat betul-betul merasakan kehadiran Polri. Untuk itu, saya apresiasi kerja keras Kapolri beserta jajaran karena sudah memikirkan mitigasi risiko mudik tahun ini hingga sukses dan berjalan dengan baik”

– Ahmad Sahroni Wakil Ketua Komisi III

 

mendukung keputusan pimpinan puncak di Korlantas Polri dan Jasa Marga dalam memutuskan penanganan volume lalu lintas yang jumlahnya luar biasa.

Kelancaran arus mudik kali ini juga dinilai karena pihak kepolisian mampu memanfaatkan teknologi dan transformasi digital dengan optimal. Hal ini terbukti dengan informasi akurat yang diberikan polri seputar kondisi tol hingga memantau kepadatan melalui CCTV sehingga menjadi salah satu kunci penting di balik suksesnya mudik tahun 2022 ini.

Selain itu, koordinasi lintas sektoral yang sangat intensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara komprehensif. Koordinasi dilakukan khususnya Polri sebagai pemegang diskresi semua rekayasa lalu lintas dengan pemangku kepentingan lain seperti Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Badan Pengatur Jalan Tol. Bahkan dengan dinas-dinas Provinsi, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan.

Koordinasi pada level pengambil kebijakan, didukung lagi dengan konsep Intelligent Transportation System (ITS) yang dimiliki Jasa Marga, di Jasa Marga Tollroad Command Centre (JMTC). JMTC sebagai mengumpulkan seluruh informasi lalu lintas jalan tol melalui beberapa sumber, seperti pantauan 1.913 CCTV, 26 speed camera, 39 CCTV, analytic traffic counting, 19 Remote Traffic Microwave Sensor, 7 Weigh in Motion dan juga informasi dari laporan petugas di lapangan serta informasi dari pelanggan melalui call center 14080.

Dalam penanganan arus mudik lebaran, penggunaan JMTC membantu dengan menginformasikan secara real time jika kapasitas lajur atau kapasitas gerbang sudah terpenuhi 60 persen dari kapasitas terpasang. Maka, akan diambil keputusan oleh Korlantas Polri sebagai pemegang diskresi untuk melakukan rekayasa lalu lintas.

Mengingat untuk rekayasa lalu lintas one way, dibutuhkan waktu dua jam untuk melakukan clearance di jalur yang akan dilakukan one way agar keamanan dan keselamatan pengguna jalan terjaga. Saat dilakukan clearance, kapasitas terus naik sehingga saat kedatangan lalu lintas mencapai puncaknya. Di lapangan, penambahan kapasitas melalui one way atau contra flow sudah digelar dan siap digunakan.

“Selama berlangsungnya arus mudik Lebaran 2022 ini, Polri selalu memberikan informasi akurat dengan cepat seputar kondisi tol, peta jalan hingga memantau kepadatan melalui CCTV. Sehingga, dengan demikian mampu memperkirakan berapa personil yang perlu diturunkan dalam suatu titik wilayah. Saya harap kesuksesan mudik kali ini bisa terus meningkat di tahun-tahun yang akan datang,” pungkas Sahroni. •pun/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)