Madrasah Aliyah Harus Ciptakan Generasi Unggul

Komisi VIII DPR RI, pertengahan Juni ini, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Jawa Barat untuk mengawasi sektor pendidikan di Cianjur, dan Tasikmalaya serta progres pembangunan Asrama Haji di Indramayu.

Foto bersama Tim Kunspek Komisi VIII DPR RI dengan guru dan siswa MAN 2 Cianjur. Foto: Fitri/nvl

Perkembangan zaman semakin tak terelakan. Modernisasi di sektor Pendidikan, tak terkecuali di tingkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) pun menjadi hal penting agar tidak tertinggal di era digital yang terus melaju sangat pesat. Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf  menyebut MAN harus mampu menjemput peluang peradaban baru.

“Saya kira MAN ini harus sudah mulai berpikir bagaimana menjemput peluang-peluang itu dengan cara membentuk cara berpikir dan mendidik anak-anak untuk menyiapkan SDM yang akan datang,” ujar Bukhori di sela-sela mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Madrasah Aliyah Negeri 2 Cianjur, Jawa Barat.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuturkan pentingnya menyiapkan SDM yang memiliki daya saing melalui pendidikan. Legislator dapil Jawa Tengah I itu pun secara gamblang menyebut ada dua hal yang perlu dikuasai di era digital seperti saat ini. “Yaitu sumber daya manusia, kedua adalah penguasaan resources,” imbuhnya.

Bukhori berharap akan masa depan pendidikan madrasah yang lebih baik demi menciptakan generasi yang unggul dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi. “Tanpa ada pendidikan yang baik, SDM tidak akan bisa bersaing, justru bisa dikuasai orang lain dan kita hanya akan bisa menjadi buruh di negeri sendiri,” tandasnya.

HARGAI PENGABIAN PARA HONORER

Tim kunspek Komisi VIII DPR RI saat kunjungan kerja ke MAN 2 Tasiklamaya. Foto: Mentari/nvl

Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni menyayangkan, untuk menjadi seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), harus dilalui dengan berbagai macam tes beserta tahapannya hingga ditetapkan sebagai CPNS. Ia berpandangan, bahwa negara harus menghargai pengabdian honorer yang sudah terbiasa memikul beban kerja di instansi pemerintahan.

“Sekarang langsung masuk, ya okelah dia mampu dalam tes. Tapi kan kita harus menghargai orang-orang yang telah mengabdi sekian tahun. Jadi negara kita ini harus menghargai jasa, apalagi guru-guru bagaimana mereka bisa meluangkan waktu, tenaga dan pikiran bangsa ini dengan gaji alakadarnya. sementara tidak ada penghargaan dari pemerintah,” ujar Lisda di Tasiklamaya, Jawa Barat.

Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga menyoroti tenaga honorer yang tidak sesuai dengan bidangnya. Hal tersebut tentu saja menjadi masalah baru, karena seandainya ada pengangkatan, maka formasinya tidak ada atau tidak sesuai.

“Masuk saja honorer dan yang lebih parah lagi honorernya pun bukan dibidangnya. Akhirnya pada saat pengangkatan, dia pusing sendiri karena bukan di bidangnya dan tidak ada formasi untuk dia. Hal seperti ini terus kita pantau bukan hanya di Tasikmalaya melainkan seIndonesia,” kilah Lisda.

Pastikan Progres Pembangunan Asrama Haji Indramayu Berjalan Baik

Tim Kunspek Komisi VIII DPR RI meninjau Asrama Haji Indramayu. Foto: Andri/nvl

Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania mengapresiasi pelaksanaan pembangunan Asrama Haji di Kabupaten Indramayu masih tetap berlangsung meskipun pandemi Covid-19 sedang melanda. Di mana, pada tahap I, pembangunan Asrama Haji ini menghabiskan biaya sebesar Rp75 miliar dan saat ini sudah memasuki pembangunan tahap dua,

“Asrama Haji itu ditargetkan bisa digunakan untuk pemberangkatan haji melalui Bandar Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka pada 2022 mendatang. Pembangunan tahap satu Asrama Haji di Kabupaten Indramayu menelan anggaran Rp 75 miliar,” ujar Ina saat memimpin tim kunspek Komisi VIII DPR RI di Indramayu, Jawa Barat.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mengatakan, Asrama Haji Indramayu memiliki desain yang serupa dengan beberapa tempat di tanah suci. Hal tersebut agar dapat menjadi tempat belajar dan pengobat rindu bagi masyarakat yang belum kesampaian menunaikan ibadah haji. Tak hanya itu, kelaknya Asrama Haji ini dapat dijadikan salah satu destinasi wisata religi di Jawa Barat.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi VIII DPR RI Jefry Romdonny meminta kepada pengampu kebijakan yaitu Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Khoirizi dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Adib agar pengelolaan Asrama Haji Indramayu harus profesional. Apalagi konsep pembangunan asrama sudah bagus.

Pengelolaan harus profesional, jangan konvensional. Asrama haji Indramayu harus menjadi pusat kegiatan ummat. Bukan hanya sibuk saat ritual tahunan haji saja. Namun harus menjadi pusat pendidikan, sosial dan ekonomi,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Adib menjelaskan, pembangunan Asrama Haji pada tahap II ini mengalami beberapa kendala diantaranya belum adanya pagar pengaman area Asrama Haji, tidak sesuainya rencana kebutuhan anggaran dengan realisasi anggaran, tidak adanya anggaran pengelolaan dan pemeliharaan dan belum adanya air baku yang tersedia. l srw,mri,man/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)