Lisda Hendrajoni: Dengar Aspirasi Langsung dari Masyarakat

Menyerap dan menghimpun aspirasi dari konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala, merupakan suatu kewajiban yang diemban oleh seorang Anggota Dewan. Namun, sejatinya menyapa konstituen atau masyarakat yang diwakili tidak terbatas pada masa reses saja.


 

Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni tak sungkan mampir menghampiri dan mendengarkan keluh kesah konstituennya. Foto: Ist/nvl

Dengan mendekatkan diri kepada masyarakat, para anggota dewan bisa mendengar keluh kesah dari masyarakat yang kelaknya akan diperjuangkan dalam sidang-sidang di DPR RI. Tak pernah lelah, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni terus menyapa masyarkat untuk menyerap aspirasi maupun menyalurkan berbagai bantuan program bagi masyarakat di dapilnya.

“Memperjuangkan rakyat miskin itu telah menjadi kewajiban kami, dan juga merupakan tugas konstitusi. Semoga kinerja kami untuk tahun-tahun kedepan akan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Lisda yang dikenal sebagai tokoh yang peduli dengan kegiatan sosial ini melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya di Sumatera Barat (Sumbar).

Lisda memulai perjalanan menyapa masyarakat dengan mengunjungi salah satunya Kabupaten di Pesisir Selatan. Kunjungan itu Ia manfaatkan untuk menyapa, menyerap aspirasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Ada penyerahan sembako, alat bantu untuk penyandang disabilitas. Mulai dari kursi roda, kaki dan tangan palu, alat bantu dengar hingga kacamata serta tongkat yang diberikan kepada para kelompok lansia,”jelasnya.

Setelah itu, Legislator Fraksi NasDem itu, melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Linggo Sari untuk memberikan bantuan bedah rumah kepada keluarga Bapak Iskandar, yang tinggal di tengah kebun sawit selama 14 tahun.

Diketahui, keluarga Iskandar yang terdiri dari 7 anggota keluarga tinggal selama 14 tahun di rumah ukuran 2×4 m, bahkan anak-anaknya tidak ada satupun yang mengecap pendidikan.

“Ini sungguh miris karena Pak Iskandar memiliki 5 orang anak, yang tertua usia 14 tahun. mereka tidur di rumah ukuran 2×4 m, bahkan semua anak mereka tidak satupun yang mengecap pendidikan, karena kemiskinan yang mereka derita. Kami datang memberikan bantuan bedah rumah senilai 20 juta dan sedikit bahan pokok makanan dan meminta supaya anak-anak mereka yang usia sekolah bisa kembali sekolah,” tuturnya.

Lisda berharap, posisinya saat ini bisa terus memperjuangkan segala kebutuhan sosial bagi masyarakat Indonesia. •lrnm/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)