Kuatkan Pondasi, Bangun Negeri

Peringatan HUT DPR RI ke-76 tahun harus dijadikan kesempatan emas untuk benar-benar memperkenalkan jati diri bangsa Indonesia melalui parlemen. Indonesia masih memiliki momentum yang harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi yang lebih kuat terutama dalam rangka membangun masa depan perekonomian nasional di era pandemi Covid-19.

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel. Foto: Devi/Man

WAKIL Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengaku prihatin terhadap apa yang harus dihadapi bangsa Indonesia dalam masa pandemi Covid-19. Tidak hanya soal korban jiwa atau angka kematian yang besar, pandemi  telah membuat kehidupan ekonomi rakyat menjadi sangat sulit.

Banyak program pembangunan yang sudah dirancang DPR RI bersama pemerintah untuk mempercepat pembangunan, terpaksa dijadwal ulang, karena sebagian besar dana APBN harus dialokasikan untuk mensubsidi masyarakat, dunia usaha, dan anggaran kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Semula pertumbuhan ekonomi nasional pada 2020 dirancang untuk bisa mencapai 5,2 persen – 5,3 persen, namun akibat pandemi terpaksa harus mengalami kontraksi 2,1 persen. Dampaknya sangat terasa, terutama pada mereka yang kehidupannya masih di bawah. Angka kemiskinan dan pengangguran meningkat. Angka kemiskinan yang pada 2020 ditarget bisa turun menjadi sekitar 8,5 persen pada 2020, akibat pandemi kembali naik menjadi 10,14 persen atau sekitar 27,5 juta penduduk. Begitu juga dengan angka pengangguran, semula diharapkan bisa ditekan menjadi 5 persen, kini naik menjadi sekitar 7 persen,” papar Gobel.

Namun, dibandingkan negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia jauh lebih ringan. Perekonomian Malaysia misalnya, pada 2020 mengalami kontraksi 5,6 persen, Thailand 6,1 persen.  Oleh karena itu, Indonesia boleh dikatakan cukup beruntung. Ini tentu tidak terlepas dari kinerja kebijakan pemerintah dan dukungan DPR dalam menghadapi pandemi ini. Tidak kalah penting, aspek kemampuan, kesadaran dan kesabaran masyarakat sendiri dalam menghadapi masa sulit ini merupakan salah satu kunci utama.

Pandemi Covid-19 juga memberi pelajaran bahwa Indonesia harus segera melakukan reformasi struktural, terutama pada sektor manufaktur agar ketergantungan pasokan terhadap rantai global bisa dikurangi, sehingga daya saing produk industri bisa terus ditingkatkan.

Kebijakan untuk memprioritaskan produk dalam negeri harus dilakukan agar nilai tambah dari pertumbuhan ekonomi nasional bisa dirasakan lebih besar lagi oleh pelaku industri dalam negeri dan masyarakat luas. Menurut Gobel, membangun fondasi ekonomi yang kuat terletak pada pentingnya teknologi dan industri untuk kemandirian bangsa Indonesia.

Menurut Politisi Fraksi NasDem ini, teknologi dan industri berpotensi memberikan dukungan yang besar bagi kemajuan bangsa. Industri membutuhkan banyak sekali perbaikan kemampuan teknologi dan inovasi.

Melalui fungsi pengawasan, masing-masing komisi di DPR RI tentu akan terus memonitor berbagai pelaksanaan peraturan dan perundang-undangan yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan kinerja perekonomian dan sektor dunia usaha, termasuk industri manufaktur.

Seperti implementasi UU Cipta Kerja misalnya, DPR akan memantau sejauh mana konsistensi pelaksanaannya berdasarkan target yang disepakati dalam pembahasan, yaitu peningkatan investasi, penguatan struktur ekonomi, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.      

CORPORATE PLAN BUMN

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel. Foto: Devi/Man
Ketahanan pangan tidak hanya soal bagaimana meningkatkan ketersediaan, tapi juga soal keterjangkauan, kualitas dan keamanan. Pencapaian sasaran yang terkait dengan tiga aspek ini harus menjadi ukuran,

Bagi BUMN maupun perusahaan swasta, pandemi Covid-19 adalah ujian untuk mengukur kemampuan dalam menghadapi ketidakpastian. Efisiensi usaha dan kemampuan manajemen melakukan adaptasi terhadap dinamika yang ada sangat menentukan.

Kreativitas, profesionalitas, transparansi, dan dedikasi yang tinggi dari manajemen, dianggap Gobel menjadi kunci dalam kemampuan menyusun corporate plan yang sejalan dengan misinya seba   gai perusahaan negara, yakni untuk memberi kontribusi yang besar bagi perekonomian masyarakat dan bukan menjadi beban.

Oleh karena itu, Gobel meminta pemerintah harus betul-betul bisa menjamin terjaganya objektivitas dalam memilih dan menetapkan perekrutan manajemen, baik direksi maupun komisaris BUMN. Berbeda dengan perusahaan swasta, BUMN adalah perusahaan strategis yang mempunyai misi mewakili negara untuk memakmurkan rakyat.

Berdasarkan UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN, badan usaha ini mempunyai peran strategis sebagai pelaksana pelayanan publik, penyeimbang kekuatan-kekuatan swasta besar, dan turut membantu pengembangan usaha kecil atau koperasi. “Jadi salah satu fungsi dari BUMN adalah kewajiban pelayanan publik atau dikenal juga dengan istilah Public Service Obligation (PSO),” terang Gobel.

Sementara itu, berkaitan dengan ketahanan pangan, DPR RI juga telah melaksanakan fungsi pengawasan terhadap program food estate yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah melalui Peraturan Presiden nomor 109 tahun 2020.

Sebelumnya, pada era 1990-an, pemerintahan saat itu juga telah mencoba mengembangkan food estate melalui program 1 juta hektar lahan yang berlokasi di lahan gambut Kalimantan Selatan, namun tidak berhasil. Berkaca dari pengalaman lalu, agar tidak terulang lagi ke depannya, maka DPR melalui Komisi IV telah menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kegagalan tersebut.

“Apakah dengan cara seperti sekarang, tujuan program food estate bisa mencapai sasaran 3 aspek ketahanan pangan seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Ketahanan pangan tidak hanya soal bagaimana meningkatkan ketersediaan, tapi juga soal keterjangkauan, kualitas dan keamanan. Pencapaian sasaran yang terkait dengan tiga aspek ini harus menjadi ukuran,” tandas Gobel.

Sebagai Pimpinan DPR RI, Gobel mengaku bersyukur karena di tengah berbagai keterbatasan pada masa pandemi ini, rekan-rekan anggota dewan menurutnya tidak kehilangan semangat dalam menjalani fungsi pengawasan, serta berupaya secara maksimal menjalani perannya sebagai mitra kritis pemerintah.

“Saya optimis, semangat dan kerja keras ini akan berujung berupa hasil kerja besar untuk pembangunan bangsa ini ke depan. Bagi rekan-rekan sesama anggota dewan, inilah saatnya bagi kita membangun warisan yang lebih baik bagi generasi penerus mendatang,” pungkas Gobel. pun/er

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)