Komisi VIII Dukung Pengembangan Pendidikan Keagamaan

Komisi VIII DPR RI saat reses masa persidangan I Tahun Sidang 2021-2022 melakukan kunjungan kerja ke tiga daerah. Ada beberapa permasalahan yang disorot oleh Tim Kunker, diantaranya terkait pengembangan pendidikan keagamaan baik itu madrasah maupun sekolah Kristen.

Foto bersama Tim Kunspek Komisi VIII DPR RI dengan guru dan siswa MAN 2 Cianjur. Foto: Fitri/nvl

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengungkapkan, Komisi VIII mendukung pembangunan laboratorium sains di MAN 2 Kota Makassar. Ia berharap pihak sekolah secara resmi membuat proposal rencana pembangunan laboratorium tersebut kepada Kementerian Agama. Kemudian Komisi VIII DPR RI dan Kemenag akan segera mendiskusikannya.

“Kami Komisi VIII DPR RI sepenuhnya mendukung, dan insyaAllah akan kami bahas dan perjuangkan usai reses masa persidangan pertama ini selesai. Namun sebelumnya apa sudah ada proposal yang disampaikan kepada pusat. Jika belum silahkan disusun dulu, sehingga kami bisa sampaikan dan perjuangkan ke Kementerian Agama,” papar Ace di Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini.

Tak hanya itu, Ace juga mengaku optimis MAN 2 dan MTsN 1 Makassar sudah siap menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal tersebut terbukti dengan telah dipenuhinya beberapa persyaratan diantaranya telah tersedianya sarana dan prasarana kesehatan seperti tersedianya wastafel (tempat cuci tangan) di depan masing-masing kelas, handsanitizer.

Tak kalah pentingnya, sambung Ace, hampir seluruh siswa dan tenaga pendidik di kedua sudah divaksin Covid-19. “Selain itu yang juga yang tidak boleh dikesampingkan adalah jaga jarak. Artinya dalam satu kelas, maksimal setengah siswa hadir di kelas, setengahnya lagi masih melalui online atau daring. Dengan cara hybrid ini insyaAllah bisa menghindari resiko penularan Covid-19 juga,” jelas Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini.

Dukung Peningkatan Kapasitas IAKN Manado

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. Foto: Husen/nvl

Di Manado, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengimbau IAKN Manado meningkatkan kapasitasnya untuk menyambut kebutuhan masa depan. Pasalnya, sebagai perguruan tinggi keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado memiliki peran strategis dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga kerukunan beragama.

“Sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Kristen, IAKN Manado memiliki posisi yang sangat penting dan strategis dalam keikutsertaan mencerdaskan bangsa dan negara,” kata Marwan saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI menggelar pertemuan dengan para sivitas akademika IAKN Manado, di Manado, Sulawesi Utara.

Sementara peningkatan kapasitas itu diantaranya peningkatan sarana prasarana, peningkatan kemampuan dosen dan tenaga kependidikan, dan peningkatan fasilitas pendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi lainnya. Dari kampus ini diharapakan lahir para akademisi yang mampu menjawab tantangan.

“Diharapkan IAKN Manado selalu menghasilkan produk-produk akademis yang mampu menjawab tantangan dan perubahan masyarakat sebagai akibat dampak modernisasi, globalisasi, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tuturnya. Lulusannya juga diharapkan mampu meningkatkan peran dan kontribusi sebagai stabilisator perkembangan zaman, terutama mengatasi dampak kemajuan zaman dalam skala regional maupun nasional.

“Kami Komisi VIII DPR RI senantiasa memberikan dukungan bagi pertumbuhan dan perkembangan seluruh perguruan tinggi keagamaan negeri, baik melalui dukungan anggaran dan dukungan lainnya. Kami Berharap rektor dan seluruh sivitas akademika terus memiliki komitmen tinggi untuk peningkatan penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan di lingkungan Kementerian Agama dan melakukan tata kelola yang baik serta akuntabel,” seru politisi PKB itu

Apresiasi Tata Kelola Desa Wedomartani

Tim Kunspek Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan kepada pengelola desa Wedomartani, Sleman D.I.Y. Foto: Azka/nvl

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka menilai tata kelola Desa Wedomartani di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y) bisa menjadi desa percontohan untuk desa-desa lain. Pasalnya, desa tersebut membuat tata kelola yang mengedepankan perlindungan anak dan perempuan, dan menjadi desa mandiri, seperti membuat kerajinan, pengelolaan makanan, hingga adanya tim satgas bencana. Baik pemuda Karang Taruna maupun kaum perempuannya mempunyai produk lokal yang bisa dipasarkan.

“Kepekaan sosial diwujudkan melalui tata kelola pemerintahan desa, dan mereka mempunyai masing-masing kegiatan sosial ke masyarakatnya. Dan dengan adanya kegiatan ini, tingkat kekerasan yang ada di desa ini pun menurun dari tahun ke tahun setelah adanya kesadaran pemerintahan desa untuk lebih memprioritaskan perlindungan anak dan perempuan,” jelas Diah usai meninjau pameran produk oleh masyarakat Desa Wedomartani, di Sleman, D.I.Y.

Politisi PDI-Perjuangan itu menambahkan bahwa anggaran kegiatan tersebut bersumber dari anggaran desa dan juga di-support anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sleman untuk kegiatan perempuan dan anak. Kegiatan inipun sudah berjalan kurang lebih selama lima tahun, yang menghasilkan tren kekerasan kepada perempuan dan anak yang terus menurun. l mh,ayu,azk/

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)