Komisi VII Apresiasi Pembangunan Smelter PT CMMI

Sektor energi menjadi perhatian Komisi VII DPR RI. Untuk itu, pada kunjungan kerja kali ini, Komisi VII membentuk dua tim kunjungan kerja meninjau pengoperasian smelter PT CMMI di Serang, Banten serta menyerap aspirasi dari PT Ispat Indo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Panja Minerba di Cikande. Foto: Puntho/nvl

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengapresiasi pengembangan, pembangunan dan pengoperasian smelter PT Cahaya Modern Metal Industri (CMMI) yang menjadi bukti keberhasilan pembangunan smelter. Eddy menyatakan, CMMI bukti komitmen penambang melakukan hilirisasi smelter nikel menjadi produk ekspor.  

Saat meninjau smelter PT CMMI, di Cikande, Serang, Banten, awal April lalu, Eddy mengatakan PT CMMI patut menjadi percontohan bagi penambang yang masih ragu dalam menjalankan industri smelter. 

“PT CMMI terus dapat survive dalam beroperasi bahkan di tengah kendala yang terbilang tidak mudah, seperti pembelian bahan baku yang relatif sangat kompetitif masih mampu melakukan ekspansi tahap kedua. PT CMMI merupakan bukti komitmen penambang melakukan hilirisasi smelter nikel menjadi produk ekspor,” ujar Eddy.  

Politisi Fraksi PAN tersebut juga mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan berbagai kemudahan insentif. Di antaranya insentif pembiayaan, insentif bahan bakar yang lebih efisien seperti listrik dan gas sekaligus bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan bahan bakar yang ramah lingkungan.  

Eddy mengingatkan, pemerintah wajib semakin memperhatikan aspek pengembangan industri mulai dari sektor pembelian bahan baku, transportasi yang lebih ekonomis dan aspek pemrosesan sampai industri hilir berikutnya. Maka, pemerintah diminta memberikan insentif sampai produksi ini berjalan konsisten dan mapan kedepannya. 

Eddy juga mengapresiasi keberadaan 93 persen tenaga kerja dari warga negara Indonesia yang diberdayakan PT CMMI. Bahkan, Eddy, separuh lebih dari tenaga kerja tersebut berasal dari kawasan penduduk sekitar yaitu Cikande, Serang, Banten yang merupakan wilayah PT CMMI berdiri.  

“Komisi VII mengapresiasi 93 persen tenaga kerja yang ada di PT CMMI merupakan anak bangsa.  Kedepannya, perlu lebih keberpihakan pemerintah terutama kepada industri yang sudah membangun operasi produksi hilirisasi. Mengingat, artinya sama dengan industrialisasi di dalam negeri semakin terbangun seraya penyerapan tenaga kerja lebih maksimal,” pungkas legislator dapil Jawa Barat III itu.

Tim Kunspek Panja Minerba Komisi VII DPR RI berfoto bersama saat meninjau smelter PT CMMI di Cikande. Foto: Puntho/nvl

Hal yang sama juga diungkapkan Anggota Komisi VII DPR RI Willy Midel Yoseph. Ia turut mengapresiasi PT CMMI yang telah melaksanakan pembangunan pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di kawasan Cikande sesuai tugas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Willy mengharapkan, PT CMMI mampu menjadi percontohan bagi perusahaan-perusahaan lain untuk tidak perlu takut dalam mendirikan smelter berikutnya.

“PT CMMI sebagai smelter pertama terbukti bisa berjalan dengan sukses produksinya. Maka, PT CMMI bisa menjadi role model untuk perusahaan lainnya untuk tidak perlu takut dalam mendirikan smelter berikutnya. Untuk itu, sekali lagi kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen CMMI yang telah melaksanakan pembangunan dan juga sudah berproduksi di Cikande ini,” ujar Willy. 

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mendorong PT CMMI tak berhenti dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas smelter demi mencapai tingkat kapasitas yang telah direncanakan yaitu 30.000 ton per tahun. Tak hanya itu, Willy mengingatkan para investor atau pengusaha smelter mengikuti regulasi-regulasi yang sudah diatur oleh pemerintah. 

Willy juga mengimbau pemerintah secara khusus Kementerian ESDM untuk memberikan kemudahan dalam memberikan perijinan termasuk bantuan fiskal atau keuangan yang memudahkan para investor atau pengusaha smelter untuk mendapatkan modal. “Sehingga, dengan demikian para investor atau pengusaha mampu membangun industri smelter secara lebih cepat” pungkas Willy.

Serap Aspirasi PT ISPAT INDO

Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwitasari. Foto: Ayu/nvl

Di Sidoarjo, Jawa Timur, Komisi VII DPR RI menerima beberapa aspirasi dan masukan dari pihak pelaku industri baja terkait implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 89 K/10/MEM/2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. 

“Kami mendapat berbagai aspirasi dari PT Ispat Indo, produsen baja sebagai pengguna gas industri yang mendapat manfaat dari Kepmen ESDM tadi. Selain meminta agar kebijakan harga gas sebesar 6 dolar AS per MMBTU itu terus diterapkan, mereka juga berharap agar pasokan gas ke industrinya tidak terus menurun,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwitasari saat mengunjungi PT Ispat Indo, Sidoarjo, Jawa Timur. 

PT Ispat Indo mengaku pasokan gas ke industrinya terus menurun. Di bulan Maret 2021 menurun 25 persen, dan April kembali menurun hingga 75 persen. Hal ini tentu berpengaruh terhadap proses produksi perusahaan tersebut. 

Mengetahui hal tersebut, tim Kunjungan Kerja Spesifik yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin, didampingi oleh beberapa anggota Komisi VII DPR RI lainnya seperti Bambang Patijaya dan Nurhasan Zaidi ini langsung mempertanyakannya pada pihak terkait yakni PT PGN (Perusahaan Gas Negara). 

“Alhamdulillahnya, dalam kunjungan kami ini juga hadir Sekretaris Dirjen Migas, PT PGN, BPH Migas, dan SKK Migas. Sehingga bisa langsung menjelaskan penyebabnya, sekaligus mencari solusinya,” tambah Politisi dapil Jawa Timur XI ini. 

Ratna juga mengatakan bahwa PT Ispat Indo yang sudah maksimal menyerap gas tersebut. hendaknya dapat segera berkontribusi lebih kepada perekonomian masyarakat sekitar dan daerah. Agar multiplier effect-nya dapat dirasakan semua pihak, khususnya dalam keadaan pandemi seperti ini. 

Selain lapangan pekerjaan, program beasiswa bagi pelajar berprestasi dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi positif dari meningkatkanya produksi PT Ispat Indo setelah menikmati harga gas 6 Dolar Amerika per MMBTU ini. l ayu/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)