KLHK Didesak Uji Air Sungai Ganggang

Wakil Ketua Komisi IV DPR Rusdi Masse Mappasessu mendesak Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pengujian pada air sungai yang menjadi tempat pembuangan limbah PT Biota Laut Ganggang (BLG). Hal itu ia sampaikan dalam kesimpulan rapat usai melakukan tinjauan lapangan ke PT Biota Laut Ganggang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Tim Kunker Komisi IV DPR RI melakukan tinjauan lapangan PT Biota Laut Ganggang. Foto: Eki/nvl
Tim Kunker Komisi IV DPR RI melakukan tinjauan lapangan PT Biota Laut Ganggang. Foto: Eki/nvl

Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV menghadirkan dua perwakilan masyarakat yang merasakan dampak langsung dari buangan limbah PT BLG. Keduanya menyampaikan bahwa efek dari buangan limbah tersebut membuat udang-udang pada tambak mereka mati. “Dari pihak KLHK tetap melakukan pengawasan, sampai nanti keluar hasil uji lab, baru ditentukan rekomendasi. Tapi, dari pihak PT BLG jika tidak mengindahkan hasil pertemuan ini, maka saya selaku pimpinan akan membawa ini ke Panja limbah,” tegas Rusdi, Jumat, (7/10/2022), lalu. 

Pernyataan Rusdi mendapat dukungan dari anggota Komisi IV yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. Anggota dari Fraksi Golkar Muhammad Salim Fakhry, meminta agar limbah buangan dari PT BLG tidak merugikan masyarakat. “Apapun hasilnya nanti, masyarakat tidak boleh dirugikan, perusahaan juga tidak boleh dirugikan. Kita sebagai anggota dewan harus menemukan titik temunya,” ujar Anggota dari Dapil Aceh itu. 

Sementara Anggota Komisi IV lainnya, Alien Mus mendorong aksi nyata yang segera agar permasalahan limbah yang merugikan masyarakat itu cepat selesai. “Kalau memang mencari solusi, semua masalah ada solusinya. Tapi bagaimana aksinya? Sekarangkah, nantikah, atau tidak sama sekali?” demikian Alien Mus. Melihat apa yang terjadi di PT BLG, Anggota Komisi IV lainnya, Andi Akmal Pasluddin mengingatkan para industriawan dan investor bahwa limbah merupakan masalah urgen, karenanya perlu diperhatikan dengan baik. 

“Karena ini menyangkut relasi dengan masyarakat dan juga keberlangsungan industri kita ke depan,” kata Andi. Hadir dalam pertemuan tersebut, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dirjen Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Bupati Pinrang, dan perwakilan masyarakat. 

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat memimpin kunker Komisi IV DPR RI. Foto: Prima/nvl
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat memimpin kunker Komisi IV DPR RI. Foto: Prima/nvl

UD Trikora Manado

Sementara Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyampaikan apresiasinya terkait proses bisnis serta terobosan yang dilakukan salah satu unit pengolahan ikan di Manado, yakni Usaha Dagang (UD) Trikora. Menurut Sudin, meskipun masih menyandang status sebagai industri rumahan, tapi UD Trikora mampu memberikan pengemasan yang baik terhadap produk-produknya yang akan dipasarkan.  

“Yang paling baik adalah UD Trikora ini berhasil memperoleh sertifikat ‘Hazard Analysis and Critical Control Point’ (HACCP). Ini tidak mudah, karena sangat sulit untuk mendapatkan sertifikasi,” ujar Sudin saat memimpin kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Manado, Sulawesi Utara, Selasa (11/10/2022) lalu. Selain memberikan apresiasi, dalam kunjungan tersebut politisi Fraksi PDI Perjuangan ini juga memberikan masukannya mengenai infrastruktur dari UD Trikora salah satunya adalah lantai.  

Menurutnya penggunaan bahan dasar keramik sebagai lantai dapat memicu timbulnya bakteri. “Saya berharap lantai di UD Trikora ini tidak boleh keramik karena nat keramik dapat menyimpan bakteri dan virus, maka rata-rata menggunakan semen biasa diepoksi dan setiap hari dibersihkan dengan air bersih,” tuturnya. 

Sudin menambahkan pihaknya berharap proses bisnis yang telah dijalankan oleh UD Trikora dapat lebih berkembang dengan bantuan dari pemerintah, salah satunya bantuan peralatan. “Saya berharap kementerian KKP dapat membantu usaha-usaha bagus seperti ini, tidak perlu sekaligus, tapi bisa bertahap, seperti alat-alat untuk mesin produksi dan lain sebagainya agar bisa lebih berkembang dan maju ke depan,” tutup Sudin. eki/pdt

Bagian Penerbitan

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)