Kawal Perkembangan Perekonomian dan Pembangunan Nasional

Pada Masa Persidangan II Tahun Sidang 2021-2022, Komisi XI DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja ke tiga daerah membahas perkembangan perekonomian dan pembangunan nasional tahun 2021.


 

Tim Kunker Komisi XI DPR RI foto bersama dengan mitra kerja di Jawa Barat. Foto: Prima/nvl

Tidak dipungkiri, merebaknya varian delta pada Juli sampai pertengahan September 2021 lalu, memberi dampak terhadap perekonomian pada triwulan III 2021. Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto berharap potensi sumber ekonomi baru melalui penguatan perekonomian dan percepatan pembangunan daerah khususnya di provinsi Jateng, dapat menjadi motor utama pembuka sumber pertumbuhan ekonomi pasca pandemi yang disinergikan melalui orkestrasi kebijakan nasional dan daerah. 

“Tren pemulihan ekonomi di Jateng harus terus dikelola dengan baik. Misalnya melalui penanganan pandemi yang efektif, percepatan program vaksinasi, dukungan terhadap potensi perekonomian daerah, keberlanjutan pembangunan Program Strategis Nasional (PSN) di Jateng, dukungan kepada UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat, UMKM Go-Digital dan Go-Ekspor sehingga memberikan dorongan terhadap perekonomian,” ungkap Dito.

Memasuki tahun 2022, Politisi fraksi Golkar ini pun optimis perbaikan perekonomian di Jateng akan terus berlanjut dibandingkan pada tahun 2021. Menurutnya hal ini perlu diupayakan bersama melalui sinergi dan inovasi dalam mendorong investasi, pengembang sektor pendukung ekspor dan substitusi impor, pariwisata, serta pengembangan infrastruktur di Jateng guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang berkualitas. 

“Pengerjaan berbagai proyek infrastruktur yang sempat tertunda khususnya PSN di Jateng akan memberikan multiplier effect secara langsung terhadap perekonomian, lapangan pekerjaan, dan konektivitas antar daerah di provinsi Jateng. Sehingga, momentum pemulihan ekonomi yang terus berlangsung ditambah dengan pembangunan infrastruktur di Provinsi Jateng dapat menjadi motor utama pasca pandemi Covid-19,” ungkap Dito.

Meski demikian, Dito meyakini dengan pengelolaan penanganan Covid-19 yang efektif oleh pemerintah. Berbagai indikator perekonomian dini menunjukkan prospek yang optimis bahwa sampai akhir tahun 2021 akselerasi pemulihan ekonomi terus terjadi.

PERTUMBUHAN EKONOMI DI JATIM MEMBAIK

Di Jatim, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara mengungkapkan kinerja pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan III 2021 tumbuh 3,23 persen year on year (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 7,07 persen yoy. Perekonomian Jatim, sebesar 9,20 persennya masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan, reparasi mobil dan sepeda motor, pertanian, kehutanan, perikanan dan konstruksi.

“Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Jawa Timur mencapai 70,73 persen. Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian. Sektor ini mengalami kontraksi sebesar 0,91 persen. Begitupun dengan inflasi di semua wilayah pada November 2021 tercatat tetap rendah meski meningkat dibandingkan periode sebelumnya,” tutur politisi PPP ini.  

Sementara itu, peningkatan tekanan inflasi juga terjadi di wilayah Jawa. Seluruh daerah di Jawa mengalami kenaikan tekanan inflasi, Pada triwulan IV 2021, inflasi IHK Jawa Timur diperkirakan masih terjaga dan berada pada koridor sasaran inflasi 3,0 persen ±1 persen (yoy), dengan kecenderungan lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2021 terutama dipengaruhi oleh potensi kenaikan permintaan bahan makanan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Secara keseluruhan Amir menilai perekonomian Jawa Timur pada tahun 2022 diperkirakan terakselerasi dibandingkan tahun 2021, sejalan dengan tren perbaikan ekonomi global dan domestik. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2022 diperkirakan membaik didorong oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan dengan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, stimulus kebijakan yang berlanjut, serta masih berlanjutnya penyelesaian proyek – proyek yang terdapat dalam PSN dan Perpres 80 tahun 2019.

DORONG PENINGKATAN DAYA SAING UMKM

Sementara di Jabar, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi mendorong adanya percepatan perkembangan ekonomi di Jawa Barat, salah satunya dengan memaksimalkan peran UMKM. Untuk itu Fathan menilai perlu campur tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk mengarahkan UMKM di Jawa Barat untuk menggunakan sistem digitalisasi.

“Kita mendorong OJK dan Bank Indonesia, (bahwa) digitalisasi UMKM sangat penting karena marketing, packaging dan lain-lain, daya saing utamanya akan ditentukan oleh digitalisasi. Sehingga kata kunci dari daya saing kita adalah digitalisasi, kalau tidak kita akan ketinggalan jauh dari UMKM lain,” ujar Fathan saat memimpin Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI di Kantor OJK Regional 2 Jabar.

Tak hanya itu, politisi Fraksi PKB tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap laporan perkembangan ekonomi di Jabar yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Ia optimis perekonomian di Jabar pada masa pandemi ini akan cepat pulih dibanding dengan provinsi lainnya.

“Laporan-laporan dari perkembangan UMKM, kemudian pertumbuhan kredit apalagi sektor perumahan cukup membaik. Oleh karena itu kita optimis Jawa Barat tahun 2022 akan mengalami recovery lebih awal dari provinsi lain,” yakin Fathan.  

Legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II ini juga mengingatkan kepada jajaran OJK, BI dan Kemenkeu, bahwa percepatan perkembangan ekonomi harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat terhadap usaha-usaha yang dianggap ilegal, agar tidak merugikan masyarakat, salah satunya kehadiran pinjaman online (pinjol). •tra,ndy,ptd/es

 

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)