Kawah Ratu Lanskap Eksotis di Kawasan Hutan Hujan

Kawah Ratu merupakan salah satu tempat favorit yang selalu dikunjungi para wisatawan karena keberadaannya yang tidak jauh dari Kota Bogor. Perjalanan menuju kawah tersebut pun akan menghipnotis dan memanjakan mata wisatawan karena disuguhi lanskap yang luar biasa indahnya.

Kawah Ratu

Terletak di kawasan Taman Nasional Halimun di Gunung Salak, Kawah Ratu menawarkan perpaduan keindahan alam mulai dari kawasan hutan hujan yang memiliki vegetasi yang masih sangat asri dan rapat, kesegaran aliran sungai mata air, hingga keindahan vulkanologinya.

Perjalanan menuju ke kawah pun cukup menantang. Untuk mencapai kesana, wisatawan perlu melakukan tracking menelusuri hutan dan sungai yang cukup panjang. Selain itu jalan yang dipenuhi lumpur, tanah liat, dan bebatuan akan sedikit menyulitkan. Sangat disarankan untuk menggunakan sepatu gunung untuk melakukan pendakian ini.

Ada 3 alternatif jalur untuk menuju Kawah Ratu. jalur yang pertama melalui Gunung Bunder via Pasir Reungit dengan panjang track sekitar 3,5 km dan dapat ditempuh sekitar 2,5 jam. Jalur yang kedua masih melalui Gunung Bunder via Curug Seribu dengan panjang track sekitar 5km yang bisa ditempuh 3-4 jam, dan jalur ketiga melalui Bumi Perkemahan Cidahu-Sukabumi dengan panjang track 4.5km.

Di akhir pendakian selama tiga jam menyusuri ketinggian 1437 mdpl ini, wisatawan bisa bersantai menikmati pemandangan kawah belerang, serta bermain air di tengah aliran sungai yang sangat indah berwarna hijau toska sejauh 1 kilometer. Semakin unik karena aliran sungai tersebut merupakan pertemuan dari air panas dan air dingin dari mata air Gunung Salak, sehingga wisatawan bisa berendam dalam hangatnya air.

RUTE KE KAWAH RATU

Mata air Cikuluwung Kawah Ratu. Foto : Dok Erlangga/nvl

Untuk mendaki ke tempat tersebut, sebaiknya ditemani pemandu yang sudah berpengalaman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat, menghirup gas beracun dan lain sebagainya. Bagaimanapun jalan-jalan ke gunung tidak boleh dianggap remeh meskipun jalurnya terbilang mudah. 

Untuk menuju ke Kawah Ratu melalui jalur Pasir Reungit, medannya tak terlalu sulit karena jalurnya lumayan landai. Sepanjang jalur perjalanan, di kanan dan kirinya terdapat banyak tumbuhan yang kadang-kadang membuat pendaki harus sedikit menunduk saat melewatinya. 

Sebelum mencapai Kawah Ratu, ada dua kawah yang akan dilewati, yaitu Kawah Mati I dan Kawah Mati II. Entah mengapa disebut mati, mungkin karena sudah tidak aktif lagi. Bau belerang terasa menyengat ketika tiba di Kawah Mati I. Ada sungai kecil yang warnanya agak keputihan karena pengaruh belerang. 

Suasana di sini begitu berbeda dengan jalur sebelumnya. Terasa sunyi, mencekam dan tentu saja mistis. Banyak sisa ranting-ranting kering dan pohon-pohon mati di sana. Namun, masih banyak pula pohon yang masih hidup sekitarnya. Setelah melewati Kawah Mati I, untuk menuju Kawah Ratu harus melewati jalan menanjak agak terjal yang dipenuhi akar-akar pohon. 

Pengalaman wisata ini bisa menjadi alternatif bagi daerah Bogor yang sangat identik dengan wisata curug-nya. l er/es

Perjalanan menuju Kawah Ratu. Foto : Dok Erlangga/nvl

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)