KALA SANG LEGISLATOR BERBALAS PANTUN

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki adat dan budaya yang beragam. Keragaman yang sudah menjadi identitas bangsa ini harus terus dipertahankan dan dilestarikan dengan cara apapun.

Anggota Komisi II DPR RI Chaerul Anwar. FOTO:ERMAN

Ketika Ketika akan menyempurnakan Rancangan Undang-Undang Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Riau, Komisi II DPR RI dipimpin oleh Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyerap aspirasi langsung dari Gubernur Sumatera Barat, Jambi dan Riau pada pertengahan Juni lalu.

Ada hal pemandangan yang cukup menarik dalam agenda serap aspirasi tersebut. Dimana, hadirin yang berada di Ruang Auditorium Gubernur Sumbar disuguhkan oleh aksi berbalas pantun dari para anggota dewan. Tentu saja, pantun-pantun yang terlontar dari para wakil rakyat tidak mengurangi substansi dari agenda utama yaitu menyerap aspirasi terkait RUU Tiga Provinsi.

“Kue Talam dimasak pakai ketan

Diberi Pandan agar baunya tambah wangi.

Kalau salam kami masih dijawab dengan sungkan

Perlu kami ulangi sekali lagi”

“Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,” ucap Anggota Komisi II DPR RI Chaerul Anwar saat akan menanggapi pemaparan yang disampaikan oleh para gubernur dari tiga provinsi yang hadir.

Tak sampai di situ, pantun berikutnya langsung disusulkan oleh politisi dapil Riau I ini.

“Makan Durian di Pulau Meranti,

Daerah dibangun penduduk pun senang

Sebuah kebahagiaan dari kami,

Bertiga gubernur datang di Kota Padang”

Dalam tanggapannya, Chaerul menerangkan awalnnya Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Riau sebelumnya adalah Sumatera Tengah yang memiliki ciri khas melayu yang sangat kuat. Yaitu Melayu Riau, Melayu Padang, Melayu Jambi. Ia berharap ketika masing-masing provinsi itu sudah memiliki undang-undang sendiri, ciri khas adat dan budaya tetap dipertahankan.

Tak mau kalah, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ihsan Yunus yang notabene berasal dari Jambi pun melontarkan pantunnya ketika mendapat giliran menanggapi aspirasi RUU Provinsi. “Karena riau memulai dengan pantun, maka kami dari Jambi juga punya pantun,” sahutnya.

“Tali tambang diikat dua,

Tali dipakai menarik pedati.

Ketika di Sumatera Barat sudah hadir Komisi Dua (II)

InsyaAllah selesailah UU Tiga Provinsi”

Dalam paparannya Ihsan menegaskan, Komisi II sudah menyepakati tidak akan banyak perubahan substansi dalam RUU Provinsi ini. “Jadi masalah tapal batas kita serahkan kembali kepada pihak-pihak yang mempunyai kewenangan. Misal, tapal batas ke kemendagri, kemudian masalah konten lokal dan kearifan lokal kita juga belum membahas itu sampai sekarang. Dana bagi hasil baik itu dari segala sisi yang berkaitan dengan daerah, kemudian politik sosial budaya, pertahanan dan keamanan itu belum kita bahas,” tuturnya.

Di akhir tanggapannya, tak lupa, Ihsan masih sempat melontarkan sebait pantun.

“Ikan Sepat Ikan Gabus

Ikan Lele beli di pasar.

Makin cepat makin bagus

Tidak bertele-tele karena ini pekerjaan yang besar”

Tak disangka, pantun tersebut disahuti langsung oleh Pimpinan Rapat yakni Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung. “Buah jeruk, buah papaya, buah salak buah kelengkeng,. Itulah nama buah-buahan,” kelakar Doli disambut gelak tawa seisi ruangan. •les

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)