Irene Sukandar Sukses di Catur, Lancar di Akademik

Irene Kharisman Sukandar, begitu nama lengkapnya. Wajahnya kalem, pembawaannya tenang, namun begitu menjalankan bidak catur langkahnya kerap membuat ciut lawan. 

Irene Kharisman Sukandar. Foto: Ist

Awalnya, Tenis Meja merupakan olahraga yang ditekuni Irene. Maklum sang ayah, Singgih Yehezkiel merupakan atlet cabang olahraga tenis meja. Tak berlebihan jika sang ayah berharap anak keduanya bisa mengikuti jejaknya. Pasalnya kakak Irene, Kaisar Jenius Hakiki sudah lebih dulu memilih catur sebagai olahraga favoritnya.

Namun saking seringnya Irene melihat sang kakak berlatih catur, maka timbul ketertarikan dalam dirinya untuk berubah haluan mendalami olahraga catur.

Sang ayah pun akhirnya luluh dan mengamini keinginan Irene untuk menekuni olahraga catur. Irene pun bergabung dalam sekolah catur Utut Adianto di Bekasi. Keseriusan Irene dalam berlatih catur dari Senin hingga Jumat selama tiga hingga empat jam per hari akhirnya membuahkan hasil. Ia termasuk salah satu murid yang cukup diperhitungkan di sekolah catur tersebut. Bahkan untuk pertama kalinya ia berhasil menjadi juara pertama di sekolah catur saat masih duduk di Kelas IV SD.

Masih diingatnya sang ayah kerap membawa Irene dan kakaknya dari satu pasar ke pasar lainnya untuk melatih mentalnya menjadi seorang pecatur profesional. Irene harus bertanding melawan orang-orang pasar yang notabene berusia di atasnya. Dengan segala kondisi seperti itu Irene harus tetap konsentrasi. Ayahnya pun tak segan memberikan sejumlah uang bagi mereka yang berhasil mengalahkan Irene dan Kaisar.

“Ini salah satu penggemblengan yang papa lakukan untuk saya dan kakak supaya mental kita lebih kuat lagi, karena otomatis kita akan bermain dengan banyak orang yang jauh lebih tua di atas kita,” lanjutnya Irene.

Di sekolah catur, Irene mencoba tantangan baru dengan cara bertarung di sektor putra. Di sini pun ia berhasil melumpuhkan langkah sang lawan. Hingga singkat cerita Ia berhasil masuk dalam peringkat 10 besar pecatur Indonesia. Ia pun meraih gelar Master Nasional Wanita termuda di Indonesia.

Saat masih duduk di SMP, Irene mendapat gelar Master dari Federasi Catur Dunia (FIDE) setelah memenangkan olimpiade Catur di Malorca, Spanyol. Kemudian di tahun 2008, dirinya berhasil meraih gelar Grand Master International Woman (GMIW). Gelar tersebut secara langsung menempatkan Irene menjadi orang pertama di Indonesia yang berhasil meraih gelar GMIW, sekaligus wanita Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar Grand Master.

Atas prestasinya, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) memintanya untuk bergabung dalam Tim Nasional Catur Indonesia. Irene pun sempat memperkuat Kontingen Indonesia di ajang SEA GAMES di Vietnam. Di ajang tersebut, ia berhasil menyumbangkan dua medali perak bagi Indonesia. Bahkan Irene menjadi atlet termuda dari semua cabang olahraga.

Di tahun 2014 setelah berjuang selama kurang lebih enam tahun Irene pun akhirnya berhasil mendapat gelar IM (Internasional master), gelar bagi pecatur laki-laki yang sudah mencapai ELO 2400.  Puncaknya, ketika Irene berhasil raih gelar Grand Master Internasional.

Catur Jadi Sandaran Hidup

Irene Sukandar bersama Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Ist

Melalui kanal Youtube-nya, Irene sempat menjelasan bahwa melalui catur setiap orang bisa berprestasi, memperoleh penghargaan, menempuh pendidikan setinggi-tingginya, hingga mendapat pekerjaan. Hal itu sekaligus menampik anggapan orang bahwa catur tidak bisa untuk hidup.

“Saya pribadi bisa bilang catur ini ada uangnya. Sebagai pemain profesional misalnya, saya sekarang di pelatnas, digaji oleh negara. Bahkan ketika saya bermain di sebuah kejuaraan di luar negeri pun saya mendapat fee atau uang yang diberikan sebelum bermain. Bahkan karena catur juga saya mendapat beasiswa penuh baik saat S1 di Universitas Gunadarma, maupun S2 saya di Webster, USA. Dan tidak sedikit teman-teman atlet yang bisa mendapat pekerjaan cukup baik, dari instansi negeri maupun swasta,” jelas Wanita Kelahiran Jakarta, 7 April 1992 ini.  

Ya, putri kedua dari tiga bersaudara pasangan Singgih Yehezkiel dan Cici Ratna Mulya ini memang termasuk atlet yang juga mengutamakan pendidikan akademis. Sukses sebagai atlet tak menghalangi langkah Irene untuk meraih gelar akademik. Bahkan Irene ini berhasil menyelesaikan Program S2 nya di Amerika serikat

“Kami sering cuti sekolah karena banyak latihan atau turnamen-turnamen, ini biasa terjadi di dunia atlet, tapi buat saya dari kecil edukasi itu salah satu hal yang penting, jadi enggak pernah saya tinggalkan. Bahkan ketika saya sudah menjadi pecatur profesional pun saya tetap mengedepankan akademik,” ucap Irene.

Dijelaskannya, sebagai atlet, membela nama negara merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan, namun tidak bisa dipungkiri masalah kesejahteraan atlet harus juga dipikirkan. Terutama ketika sudah memasuki masa pensiun. Oleh karena itu Ia merasa harus bisa mempersiapkan sendiri hari tuanya, salah satunya lewat jalur pendidikan.

Ini yang ingin ia buktikan ke masyarakat luas, seorang atlet itu juga bisa menjadi seorang akademisi. Pengalaman yang dialaminya ini bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya, bahkan para juniornya untuk berprestasi dalam olahraga namun juga tetap mengutamakan pendidikan. Bahkan ia juga memberikan motivasi kepada para perempuan untuk tidak takut berkarier di dunia olahraga catur seperti dirinya.

“Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi para pecatur putri untuk berpikir bahwa mereka bisa. Dunia catur bisa menjadi karier yang menjanjikan bagi banyak perempuan, apabila dijalani dengan ketekunan dan proses pembelajaran yang benar. Catur mungkin tidak seperti olahraga entertaining lainnya, seperti sepak bola atau bulu tangkis, tetapi catur ini juga menjanjikan untuk finansial, jika memang ditekuni dengan benar dan profesional,”pungkasnya.

Jika tidak ada aral melintang 12-13 Juni 2021 mendatang Irene bersama PB Percasi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menggelar turnamen catur nasional Indonesia Master memperebutkan Piala Ketua MPR RI di Gedung Nusantara V Komplek DPR/MPR, Senayan Jakarta. l ayu/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)