Gusti Ngurah Anom Kisah Inspiratif Pemilik Toko Krisna Bali

Gusti Ngurah Anom tak pernah menyangka ia akan menjadi tokoh inspiratif di balik pusat oleh-oleh terkemuka di Bali


 

Gusti Ngurah Anom tak pernah menyangka ia akan menjadi tokoh inspiratif di balik pusat oleh-oleh terkemuka di Bali

Pria yang akrab disapa Ajik Krisna itu merupakan pendiri Toko Krisna Oleh-Oleh, salah satu pusat cendera mata terbesar di Bali. Hampir semua wisatawan tak pernah lupa mengunjungi toko ini ketika melancong ke Bali.

Di balik kesuksesan pengusaha yang kini memiliki 32 cabang toko, siapa sangka Ajik Krisna dahulunya dibesarkan dari keluarga yang kurang mampu. Pria yang lahir di Buleleng, 5 Maret 1971 itu dibesarkan di Tangguwisia, sebuah desa kecil di Kecamatan Seririt. Ia merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara di keluarga miskin.

“Saya ini di kampung paling miskin. Orang tua petani, ibu pedagang kue. Kami tidak punya rumah. Bangunannya dahulu hanya pakai tanah liat, kalau dipegang itu goyang,” ungkap Ajik Krisna, saat diwawancarai.

Ajik Krisna merupakan anak kecil yang nakal dan sangat lincah. Sedari kecil, ia terbiasa menempuh jarak 5 kilometer setiap hari untuk pergi bersekolah. Kehidupannya ketika beranjak dewasa juga dipenuhi dengan perjuangan. Ia terpaksa berhenti bersekolah ketika  SMA karena keterbatasan biaya. Kemiskinan kembali menghantuinya. Demi bekerja mencari uang, ia pergi meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di kota. Ia tak memiliki tempat tinggal dan hanya bisa menumpang di pos security. Di sana, Ajik Krisna tidur beralaskan batu bata a sebagai bantal. Ia juga mencari nafkah dengan menjadi tukang cuci mobil di sebuah hotel.

“Sebelum punya Krisna awalnya jadi tukang cuci mobil. Sama sekali tidak punya mobil. Saya cuma mencuci mobil orang di hotel. Dikasih upah syukur, tidak juga tidak apa-apa,” ujarnya. Selang dua tahun, dirinyapun harus berhenti menjadi tukang cuci mobil karena masalah kesehatan. Ia pun pergi menumpang di rumah pamannya yang merupakan pengusaha konveksi.

Ajik Krisna membantu sang paman selama menumpang di tempat konveksi. Suatu hari, ia mencuri perhatian seorang pengusaha bernama Sidharta yang kerap memberi pekerjaan jahitan di tempat sang paman.

Sidharta pula lah yang kemudian mengajarinya banyak hal seputar dunia konveksi. Berbekal ilmu yang didapat, ia mulai membuka usaha konveksi bersama istrinya ketika sudah dewasa.

“Di 2006 sepakat dengan istri bahwa kami ingin ekspansi. Kami survei ke pasar, ternyata di pasar seni Bali, penjualan paling laku adalah produk-produk kaus. Akhirnya 2006 dibuatlah Toko Krisna pertama,” ujanya.

Tak hanya menjual kaus dan produk-produk pakaian hasil konveksi miliknya, ia juga menyediakan berbagai macam oleh-oleh khas Bali. Produk tersebut antara lain cemilan, alat musik tradisional, aksesoris, lukisan, serta aneka kerajinan tangan.

Tak disangka, tokonya sangat populer sehingga Ajik Krisna berani membuka puluhan cabang lain dan menguasai bisnis oleh-oleh Bali.

Saat ini Ajik sukses membuka 32 cabang yang terdiri dari toko oleholeh dan kawasan wisata. Saat ini Bali dihadapkan dengan pandemi Covid-19 sehingga ia terpaksa harus menutup beberapa usahanya. Namun Ajik Krisna tetap bertahan di bawah tekanan.

“Sekarang total ada 32 outlet, termasuk restoran, water sport, adventure, eco village. Saya tidak menunggu kapan pandemi berhenti, tetapi terus menciptakan inovasi baru,” kata pria 50 tahun itu. Kini, Ajik Krisna tinggal di sebuah rumah mewah bersama istri dan keempat buah hatinya. Keluarga Ajik Krisna sangat kuat dalam hal beribadah. Anom tak pernah lupa bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

Ajik Krisna rutin melakukan sembahyang di pura yang terletak dekat rumahnya. Menurutnya, ibadah merupakan kunci untuk menjaga agar rezekinya tetap mengalir. “Sesukses apapun kita harus sembahyang, apalagi kita enggak sukses. Orang Bali kalau tidak sembahyang, seringkali habis rezekinya dengan tidak jelas,” tuturnya. •ltn/es

 

SEKARANG TOTAL ADA 32 OUTLET, TERMASUK RESTORAN, WATER SPORT, ADVENTURE, ECO VILLAGE. SAYA TIDAK MENUNGGU KAPAN PANDEMI BERHENTI, TETAPI TERUS MENCIPTAKAN INOVASI BARU

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)