Gapura Chinatown dan Wisata Kuliner Gang Gloria

Kawan, Parlementaria! Ada landmark terbaru nih yang baru dibangun di tengah kota Jakarta. Namanya gapura Chinatown di Kawasan Glodok, Pancoran, Tamansari, Jakarta Barat. Gapura tersebut diresmikan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, pada 30 Juni 2022 silam, dalam rangka untuk menghidupkan kembali sejarah kontribusi warga Tionghoa bagi pembangunan Kota Jakarta.

Gapura Chinatown dan Wisata Kuliner Gang Gloria

Nah, gapura yang baru dibangun dalam waktu tiga bulan itu sejatinya berdiri di atas lahan bekas gapura yang dulu diruntuhkan oleh kolonial Jepang pada tahun 1938 silam. Bak sebuah museum hidup, gapura tersebut sekaligus menjadi gerbang untuk menjelajahi setiap sisi Kota Tua yang penuh dengan perjalanan waktu.

Bangunan ini bertekstur dari unsur batu berwarna abu-abu, coklat genteng, serta unsur warna hijau perpaduan budaya Betawi, dengan tulisan berwarna coklat kayu. Selain itu, pembangunan gapura yang berkolaborasi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) ini juga terdapat ukiran naga dan unsur awan yang dominan untuk melambangkan kemakmuran dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak cukup sampai di situ. Kalau merasakan perut mulai keroncongan, kamu bisa pergi berwisata kuliner di Gang Gloria yang lekat dengan budaya Tionghoa. Lokasinya tepat persis di seberang Gapura Chinatown tersebut atau kamu bisa cek di google map untuk lebih mudahnya ya!

Buat kamu yang khawatir soal kehalalan kuliner pecinan, jangan khawatir loh. Dari belasan penjaja makanan aneka rupa, tentu saja ada makanan yang halal. Ketiga makanan halal nan lezat itu di antaranya Kari Ayam Kari Lam, Mie Kangkung Si Jangkung, dan Cakwe Medan Gang Gloria.

KARI LAM

Kari Lam sudah ada sejak 1973 di Gang Gloria, Jakarta. Sang pemilik, Akiong, adalah orang yang memasak sekaligus melayani pelanggan. Akiong sudah cukup sepuh, tapi terlihat gerakan tangannya saat meracik Kari Lam seperti sebuah tarian berulang-ulang yang sudah ia hafal bahkan jika dilakukan sambil memejamkan mata.

Rasa Kari Lam sangat istimewa karena racikan kuah santan khas keluarga Cina-Medan, yang disebut Mlekoh. Betul saja, rasanya ringan, tidak medok atau tidak bikin enek.

Kari Lam ini sudah lebih dari tiga dekade dijajakan. Para pelanggan setianya pun tak berubah hingga kini. Semangkuk kari ayam dijual dengan harga Rp42 ribu. Selain ayam, Akiong juga menjual kari sapi dengan harga semangkuk Rp47 ribu.

MIE KANGKUNG SI JANGKUNG

Geser sedikit ke arah kanan dari kedai Kari Lam, ada Mie Kangkung Si Jangkung yang sama legendarisnya. Berlokasi ujung Gang Gloria, Mie Kangkung Jangkung ini telah ada sejak tahun 1990-an. Saking terkenalnya, mie berbahan dasar mie kuning tersebut bahkan pernah menjadi panganan istana negara dua kali, saat di era Presiden Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono.

mie ini diolah sendiri tanpa bahan pengawet. Bentuknya giling kecil seperti mie Aceh dengan rasa yang gurih meski belum dicampuri bumbu apa pun. Sebelum dihidangkan, mie tersebut sudah direbus terlebih dahulu setengah matang.

Saat proses memasak, kangkung dan mie direbus sekejap. Tak lama keduanya dimasukkan ke kuali berisi air dengan perkiraan 30 detik proses pencelupan. Hal ini untuk menghindari kangkung lembek dan kehilangan teksturnya.

Setelah kangkung dan mie diolah, bahan-bahan lain mulai dimasak, salah satunya kuah kental. Kuah ini merupakan sumber cita rasa mi. Segala bumbu masak telah tercampur pada kuah yang tinggal dipanasi itu. Kentalnya kuah ini disebabkan karena campuran tepung maizena.

Setelah mie dan kuah siap saji, kemudian ditaburi ayam semur yang dagingnya telah dipotong-potong. Tak ketinggalan, ada udang yang turut menjadi topping dan sekaligus yang membedakan dengan sajian mie yang lain.

CAKWE MEDAN GLORIA

Nah, untuk sajian penutup setelah perut kenyang, kamu bisa nikmati Cakwe Medan sebagai kudapan. Jajanan cakwe plus kue bantal ini sudah dijual sejak dua dekade lalu. Terlihat cakwe tersebut punya tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam. Uniknya, cakwe tersebut disajikan dengan saus berwarna bening yang asam dan digoreng dengan menggunakan minyak barco.

Wah, seru sekali ya wisata kuliner di Jakarta! Kamu tertarik untuk cicipi?! •

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)