Forum komunikasi Sinergikan DPR dengan Wartawan

Forum Komunikasi dan Sosialisasi antara DPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen DPR RI kembali dilaksanakan tahun 2021 ini. Tak hanya menjadi wadah yang mempererat silaturahmi dengan awak media, forum kali ini juga memperbincangkan peran DPR RI dalam mengupayakan pemulihan ekonomi di saat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. 

Pimpinan dan ANggota DPR RI didampingi Sekjen DPR foto bersama dengan peserta Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI. Foto: Jaka/nvl

SSekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan bahwa forum ini merupakan wadah dalam rangka silaturahmi antara pimpinan dan anggota dewan serta lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI dengan para wartawan yang tergabung dalam koordinatoriat tersebut. “Jumlah wartawan yang menghadiri acara ini sebanyak 92 orang yang terdiri dari berbagai macam media. Mulai dari media cetak, media siber maupun media siaran yakni radio atau televisi,” urainya. 

Kegiatan dilaksanakan dalam waktu tiga hari, dimana pada hari pertama akan dibuka dengan keynote speech dari Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel dan dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan narasumber Anggota Komisi VI DPR RI ST. Ananta Wahana dan Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago. Adapun tema yang diangkat dalam diskusi ini ialah “Peran DPR RI Dalam Pemulihan Ekonomi Di Tengah Pandemi”.

Indra mengapresiasi kegiatan Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI sebagai wadah silaturahmi. Dimana di dalam forum tersebut dipertemukan antara pimpinan DPR RI, Anggota DPR serta wartawan yang tergabung dalam Koordinatoriat Wartawan Parlemen. 

“Tujuannya agar ada sinergisitas antara wakil rakyat dan wartawan parlemen. Juga silaturahmi antara pimpinan, anggota, serta lingkungan Setjen dan wartawan yang tergabung dalam Koordinatoriat,” ujar Indra. Tak hanya itu forum ini dapat pula menyokong peran DPR dalam mengupayakan pemulihan ekonomi saat pandemi yang menjadi tema besar acara tersebut. 

“Diskusi ini akan memperluas pandangan terhadap peran DPR dalam pemulihan ekonomi di saat pandemi. Diharapkan wartawan dapat menyajikan informasi yang komprehensif,” sebut Sekjen. Sebab wartawan juga telah mengetahui kinerja anggota dewan lewat kegiatan dan rapatnya yang dapat diliput. 

 Turut Hadir Deputi Bidang Persidangan Setjen DPR RI Damayanti, Kepala Badan Keahlian DPR RI Inosentius Samsul, Plt. Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI Muhammad Djazuli. 

PARLEMEN DAN PERS HARUS BEKERJASAMA LAWAN PANDEMI

Bertindak sebagai keynote speaker, Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyampaikan bahwa saat pandemi Covid-19 ini kolaborasi berbagai pihak akan sangat dibutuhkan, salah satunya antara parlemen dan pers. kolaborasi dan sinergi itulah kunci untuk dapat keluar dari tantangan pandemi ini secara bersama-sama.  

“Kita harus mencari solusi bersama dan bekerja sama. Semua harus bergandengan tangan. Pers dan parlemen harus bisa bekerja sama dan mencari solusi bersama agar pandemi Covid-19 bisa segera diatasi dan ekonomi bisa pulih kembali,” ujarnya dihadapan para wartawan yang hadir dalam acara Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI di Tangerang, Banten, Jumat (18/6/2021).

 Pers juga dipersilakan untuk mengkritisi hal-hal yang patut dikritisi, karena pers Indonesia membawa semangat perjuangan, objektivitas dan profesionalisme. “Bila perlu, pers dan parlemen bisa berkolaborasi membangun sinergi untuk kritis bersama. Karena parlemen juga memiliki fungsi pengawasan. Kita sama-sama menjadi wakil publik,” kata Gobel.

DENGAN FUNGSI KEDEWANAN, DPR BERPERAN PENTING PULIHKAN EKONOMI

Anggota DPR RI ST Ananta Wahana saat sesi diskusi. Foto: Jaka/nvl

Menjadi salah satu narasumber pada sesi diskusi, Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana menilai DPR RI berperan penting dalam pemulihan ekonomi melalui penguatan tiga fungsi kedewanan, yaitu legislasi (legal drafting), anggaran (budgeting), dan pengawasan (controlling). Tiga fungsi tersebut ditujukan untuk mendorong pemerintah agar mengutamakan aspek kesehatan, sehingga pemulihan ekonomi dapat mengikuti pada gilirannya.

Dalam hal legislasi, misalnya, DPR RI telah mengesahkan Perpu Nomor 1 Tahun 2020 yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. Bahkan, untuk mendukung penanganan pandemi tersebut, DPR telah menyetujui adanya pelebaran defisit anggaran hingga tahun 2022, semata untuk membantu kinerja pemerintah mengutamakan aspek kesehatan masyarakat.

Dalam kaitannya dengan BUMN, koperasi dan UMKM, Komisi VI DPR RI telah berupaya agar BUMN optimal dalam pengadaan vaksinasi yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk distribusi di masyarakat. Terlebih bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, Komisi VI juga telah menyetujui adanya bantuan riil bagi masyarakat dalam bentuk Program BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro).

“Itu kita dorong agar itu bisa jalan. Meskipun kita dalam kondisi sekarang ini posisinya UMKM itu sudah remuk juga, itu awalnya yang Rp2,4 juta yang sekarang menjadi Rp1,2 juta  itu pun akhirnya dipakai oleh para pelaku UMKM itu untuk menutupi kebutuhan hidupnya,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Dengan adanya dukungan DPR dalam pemulihan ekonomi yang riil di masyarakat tersebut, meskipun pertumbuhan ekonomi kuartal-I 2021 masih minus 0,74 persen, namun Ananta yakin Indonesia mampu pulih kembali dengan mencapai pertumbuhan ekonomi 4 persen di akhir tahun. l ah/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)