Fahmi Saimima Pejuang KeBIKEan

Paradigma masyarakat dalam memandang sepeda, masih sebatas alat rekreasi dan olahraga. Masyarakat belum memanfaatkan sepeda untuk mobilisasi atau transportasi. Kepada Parlementaria, Ketua Bike to Work (B2W) Indonesia Fahmi Saimima menceritakan bagaimana upaya mengampanyekan sepeda sebagai alat transportasi ramah lingkungan.

Fahmi Saimima

B2W-Indonesia merupakan sebuah gerakan moral dari perkumpulan penggemar kegiatan pergi bekerja menggunakan transportasi sepeda. Mereka memiliki kesamaan pandangan terhadap sepeda sebagai alat transportasi yang tidak menyebabkan polusi namun menyehatkan.

Awalnya, terang Fahmi, B2W-Indonesia terdiri dari sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung yang punya semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan. Mereka menggagas Komunitas Pekerja Bersepeda (Bike-to-Work Community), kampanye penggunaan sepeda ke tempat kerja pertama kali dilakukan pada 6 Agustus 2004. 

Kemudian pada 27 Agustus 2005, dilakukan Deklarasi dan Pernyataan Bersama Komunitas Bike to Work Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Komunitas B2W-Indonesia. Kepengurusan B2W-Indonesia yang pertama kemudian dibentuk pada 27 Januari 2006. Selanjutnya Komunitas ini bertekad mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alternatif transportasi, terutama untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Prinsipnya B2W Indonesia bersifat partisipatif. Ini adalah gerakan sosial, jadi kami tidak melakukan registrasi anggota, dan hasilnya banyak daerah tersebar di penjuru Indonesia yang sudah menjadi partisipan gerakan ini,” tuturnya.

Sejak pertama kali dideklarasikan, sudah banyak aksi sosial yang dilakukan B2W Indonesia, diantaranya Monday Theraphy, Sharing Jalur Sepeda, Kelap Kelip, Pembuatan Video Iklan Masyarakat Tertib Sepeda, World Car Free Day, penyusunan materi keselamatan jalur sepeda dan lain sebagainya.

Gigih Memperjuangkan KEBIKEAN

Bersama B2W-Indonesia, Fahmi yang sebelumnya merupakan tim advokasi senantiasa mengedepankan advokasi, edukasi, campaign, dan sosial, serta berbagai even program dan kolaborasi dengan berbagai pihak. 

Di berbagai kesempatan, Fahmi senantiasa gigih memperjuangkan perubahan paradigma dari masyarakat dan pemerintah terhadap jalan raya. Ia berpandangan, bahwasanya pembangunan di Indonesia saat ini lebih diarahkan dengan mendahulukan kepentingan kendaraan bermotor, dan tidak mengindahkan akan kebaikan sepeda.

“Kami akan berusaha melakukan penekanan terhadap regulasi, dengan mengajukan riset dan pengembangan terhadap intansi kementerian/lembaga terkait sepeda. Dan menggiatkan lagi sepeda sebagai alat transportasi,” tuturnya.

Fahmi menilai, upaya pemerintah mengakomodir jalur bagi pesepeda sudah mulai nampak. Terutama di kota besar seperti Jakarta. Namun kota-kota lainnya di Indonesia masih banyak yang tidak peduli. “Kami melakukan pendekatan politis di kementerian terkait agar dibuatkan peraturan menteri atau lainnya agar bisa pressure ke daerah,” ungkapnya.

Ditunjuk sebagai Ketua B2W-Indonesia 2021-2024 pada awal Juli lalu, Fahmi bercita-cita akan membawa B2W-Indonesia yang lebih kolaboratif, humanis, solutif dan professional, yang mengembangkan potensi pusat dan wilayah agar bisa jadi inspirasi bagi negeri.

“Yang terdekat kami akan menjaring volunteer global di pusat dan daerah, kemudian membentuk struktur organisasi yang baik. B2W-Indonesia juga LSM, NGO dan lainnya, sehingga membentuk simpul pergerakan yang efektif,” terangnya.

Suarakan Kepentingan Pesepeda

Berkat kegigihannya dalam memperjuangkan hak pesepeda dan pejalan kaki, awal Juli 2020 lalu, Fahmi mewakili komunitas pesepeda dan pejalan kaki, bersama organisasi lainnya diundang oleh Komisi V DPR RI untuk mendapatkan masukan terkait revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Momen tersebut tak disia-siakan oleh Fahmi untuk menyuarakan keluh kesah dari pesepeda dan para pejalan kaki. Dalam forum tersebut, Fahmi mengungkapkan bahwasanya angkutan lalu lintas bukan hanya bicara tentang transportasi bermotor, melainkan juga transportasi tidak bermotor, seperti pejalan kaki, pesepeda, penyandang disabilitas yang juga memiliki hak atas jalan.

Fahmi ingin agar revisi UU LLAJ tersebut bisa memberikan rasa keadilan dengan memasukan aturan mengenai keberpihakan pesepeda dan pejalan kaki.  “Kami menawarkan solusi untuk membuat ketentuan umum mengenai jalan dan akses secara berbeda di mana kalau akses itu bisa untuk pesepeda, pejalan kaki dan juga penyandang disabilitas,” kata Fahmi saat itu.

B2W Turut Sukseskan Vaksinasi

Baru-baru ini, B2W-Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Pemprov DKI Jakarta, Sentra vaksinasi Serviam hingga Nahdlatul Ulama membantu pemerintah menyukseskan program vaksinasi di Jakarta. Mobil operasional B2W-Indonesia yang diberi nama ‘Mas B2OW’ dikerahkan hingga pelosok-pelosok Jakarta untuk ‘program vaksinasi jemput bola’.

“Program vaksinasi Covid-19 dengan ‘jemput bola’ atau langsung mendatangi kampung-kampung di Jakarta ini, baru pertama kali dilakukan,” terang Fahmi.

Ia berpandangan bahwasanya masih banyak lapisan masyarakat yang berhalangan datang ke rumah sakit atau ke tempat vaksinasi. Karenanya B2W Indonesia merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari gerakan sosial keBIKEan (kebaikan, red).

Ditambahkan Fahmi, ‘Mas B2OW’ juga siap hadir di tengah kampung yang meminta jatah vaksin gratis, minimal untuk 100 orang mendaftar untuk divaksinasi. “Mohon doanya untuk MAS B2OW agar bisa menunaikan tugasnya secara baik,” pungkasnya. l es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)