Fadli Zon: Bali Siap jadi Tuan Rumah IPU

Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 pada 20-24 Maret 2022 mendatang yang bertempat di Nusa Dua, Bali, Indonesia.


 

 

Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon. Foto: Runi/nvl

Menjelang pelaksanaan sidang organisasi Parlemen sedunia tersebut, Badan Kerja Sama AntarParlemen (BKSAP) DPR RI mengadakan sosialisasi kepada sejumlah media massa nasional untuk menggaungkan penyelenggaraan acara tersebut.

Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon menyampaikan penyelenggaraan Sidang Umum IPU memiliki dampak positif. Di antaranya, peneguhan Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, setelah AS dan India serta memperkuat kualitas demokrasi secara domestik dan global.

Selain itu, meneguhkan kepemimpinan DPR RI dalam mengaddress isu-isu krusial gobal yang menjadi perhatian bersama seperti perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, penanganan pandemi dan pasca pandemi, demokrasi dan HAM, perdamaian dan stabilitas global serta isu-isu strategis lainnya.

“Climate Change merupakan masalah yang serius, dan parlemen harus mempunyai awareness sesuai dengan fungsinya, seperti membuat legislasi yang memprotect persoalan lingkungan, perubahan iklim serta apa yang menjadi runutan dari Paris Agreement,” ungkap Fadli Zon.

Fadli menambahkan, pertemuan Sidang Umum IPU 2022 dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kerjasama antarparlemen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Tentunya DPR RI, melalui tugas diplomasi akan menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia siap membangun dunia yang lebih baik, dengan tata sosial ekonomi dan politik yang humanis dan berkeadilan sosial,” jelasnya.

DPR RI telah menjadi anggota resmi IPU sejak tahun 1959. Namun pada tahun 1976, DPR mulai secara rutin mengirimkan delegasinya ke konferensi IPU yang merupakan satu-satunya forum global yang mengumpulkan anggota parlemen dari seluruh dunia.

Kehadiran delegasi DPR di dalam setiap pertemuan pun selalu dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya. Forum IPU telah menjadi salah satu platform utama untuk diplomasi parlemen untuk menyuarakan kepentingan nasional masyarakat Indonesia. Seperti perdamaian, demokrasi, HAM, pemberdayaan pemuda, kesetaraan gender, dan pembangunan berkelanjutan.

MOMENTUM PULIHKAN EKONOMI DAN PARIWISATA

Sementara itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana menilai kegiatan IPU ke-144 akan memberikan optimisme dari parlemen berbagai negara kepada masyarakat internasional untuk bangkit dari pandemi, sekaligus mendatang menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu mengatasi tantangan pandemi Covid-19 ini.

“Momentum (IPU) di Bali, kita melihat yang terpenting adalah bagaimana kita menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia telah mampu mengelola tantangan pandemi Covid-19 ini secara baik, sehingga menjadi pembukaan pemulihan kembali ekonomi, khususnya ekonomi pariwisata,” ucap Putu Supadma. Menurut dia, pelaku pariwisata dan masyarakat Bali saat ini yakin bahwa Bali sangat siap untuk menerima even internasional ini. Sebab, Bali telah menerapkan konsep penanganan protokol kesehatan yang baik, sehingga diharapkan dapat dibuka untuk wisatawan mancanegara

“Momentum IPU ini adalah momentum yang baik untuk akhirnya pariwisata bisa kembali perlahan membaik di masyarakat akan mendapatkan manfaat seluas-luasnya dari peningkatan ekonomi pariwisata ini,” ungkapnya.

Selain kebangkitan sektor pariwisata, politisi dari Fraksi Partai Demokrat tersebut menambahkan tantangan terbesar saat ini adalah mencapai target-target pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Developtment Goals (SDGs) 2030. Oleh karenanya, ini harus menjadi komitmen global untuk dunia menuju ke tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya isu yang berhubungan dengan kerusakan lingkungan, serta penggunaan energi yang bersih.

Dikatakan legislator daerah pemilihan (dapil) Bali tersebut, filosofi kearifan lokal yang ada di Bali salah satunya adalah Trihita Karana, yakni bagaimana hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan yang kuasa, dan manusia dengan alam, ini menjadi satu tolak ukur atau konsep yang mungkin bisa menjadi sumbangsih nyata kepada dunia untuk bagaimana ke depan dapat lebih menjaga bumi dan lingkungan.

“Isu-isu ini diangkat di samping isu-isu yang lain yang berhubungan dengan penggunaan energi yang bersih, dan pada akhirnya bumi dan masyarakat kita betul-betul mendapatkan manfaat yang besar. Dan konsep green economy menjadi sangat penting karena ekonomi tetap tumbuh dan ramah lingkungan, serta masyarakat ikut terlibat. Kita mendorong bisa membangkitkan ekonomi dan kepariwisataan, khususnya di Bali dan daerah lainnya. Mudah-mudahan momentum IPU ini ekonomi akan kembali pulih dan pariwisata juga akan kembali baik, dan masyarakat yang pada akhirnya mendapatkan manfaat dari segala kegiatan ini,” katanya.

AKAN TERAPKAN SISTEM ‘BUBBLE’

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menjelaskan pertemuan para pemimpin parlemen dunia dalam agenda Sidang Umum IPU ke-144 akan menerapkan sistem Bubble. Sistem Bubble adalah memisahkan pihak yang terlibat dalam acara itu, mulai dari penonton hingga penyelenggara, dengan masyarakat umum di luar even tersebut. Tujuannya agar tidak terjadi penularan secara langsung.

Sistem yang digunakan berkaitan dengan protokol kesehatan di masa pandemi itu, jelas Indra, sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah penularan varian Covid-19, yaitu omicron.

“Jadi, mereka (para delegasi) masuk dalam satu pengelompokan, tidak boleh ada yang keluar dari gelembung itu. Orangnya sama dalam seluruh rangkaian acara, mulai dari saat tiba di Jakarta, di pesawat, hotel, pun saat acara-acara di gedung saat di Bali. Termasuk, saat kegiatan-kegiatan yang kita rencanakan berkunjung ke beberapa komunitas UMKM di Bali,” ujar Indra.

Sisi lain, program vaksin booster dan upaya lainnya dapat menjadi tapisan dan saringan untuk mencegah virus tersebut merebak di negara ini. Sehingga penyelenggaraan IPU di bulan Maret 2022 nanti dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh pihak, baik di dalam negeri maupun tamu parlemen negara sahabat lainnya yang akan berdatangan ke Bali.

Bali sebagai tuan rumah pertemuan global sendiri telah mencapai target 102,77 persen vaksin dosis pertama dan 91,45 persen vaksin dosis kedua. Secara nasional, capaian vaksinasi Indonesia adalah 89,06 persen dosis pertama dan 62,02 persen dosis kedua. Di sisi lain, program booster dosis vaksin Covid-19 ketiga juga tengah digulirkan di Indonesia, bahkan cakupan vaksinasi Indonesia telah melampaui standar WHO. •lann/es

“MOMENTUM (IPU) DI BALI, KITA MELIHAT YANG TERPENTING ADALAH BAGAIMANA KITA MENUNJUKKAN KEPADA DUNIA BAHWA INDONESIA TELAH MAMPU MENGELOLA TANTANGAN PANDEMI COVID-19 INI SECARA BAIK, SEHINGGA MENJADI PEMBUKAAN PEMULIHAN KEMBALI EKONOMI, KHUSUSNYA EKONOMI PARIWISATA,"-Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)