Evalusi Angkutan Mudik Lebaran 2022

Penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2022 dapat dikatakan berhasil, meski di sana-sini ada kekurangannya. Namun secara umum dapat dikatakan berhasil karena sedikit ditemukan kasus kemanusiaan yang menonjol terkait dengan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran.

Oleh: Ki Darmaningtyas Ketua INSTRAN (Institut Studi Transportasi) di Jakarta
Oleh: Ki Darmaningtyas Ketua INSTRAN (Institut Studi Transportasi) di Jakarta

Memang muncul kasus seperti pemblokiran jalan tol oleh pengguna jalan tol dari arah Bandung atau ketersendatan arus penyeberangan Merak-Bakaheuni, tapi semua dapat teratasi secara cepat.

Indikator keberhasilan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2022 dapat dilihat dari kelancaran lalu lintas arus mudik dan balik, ketertiban dalam bertransportasi (terutama bagi sepeda motor), dan menurunnya tingkat kecelakaan lalu lintas, terutama yang membawa korban jiwa meninggal dunia.

Ukuran kelancaran dalam arus mudik ini memang tidak sama dengan kondisi normal, mengingat menurut PT. Jasa Marga sebagai salah satu operator jalan tol, volume kendaraan pribadi yang melintas melalui ruas tol selama masa mudik Lebaran meningkat sampai 40 persen lebih. Bila volume kendaraan meningkat sampai 40 persen, maka sangat tidak rasional bila menghendaki arus lalu lintas lancar seperti dalam kondisi normal. Namun kalau tidak sampai terjadi stagnasi, itu sudah dapat dikatakan lancar.

Berdasarkan pengalaman pribadi, kemacetan itu justru terjadi di tengah kota. Sebagai contoh, perjalanan dari Terminal Mangkang di Semarang ke Terminal Tirtonadi (29/4) misalnya yang total mencapai empat jam, namun kemactan justru terjadi di tengah kota, terutama dari Terminal Mangkang sampai ke Jatingaleh yang memerlukan waktu tempuh satu jam tersendiri.

Demikian pula perjalanan dari Yogya menuju ke Semarang (6/5), Yogya-Banyumanik dapat ditempuh dalam waktu 3,5 jam, tapi ketika masuk ke Kota Semarang, dari Banyumanik ke Stasiun Tawang saja memerlukan waktu 1,5 jam. Saat naik KA Semarang-Jakarta (7/5) di jalur yang kanan/kirinya terlihat jalan tol maupun arteri (Pantura), kendaraan arah barat (Jakarta) maupun timur terlihat lancar. Kendaraan ke arah timur di jalan Pantura didominasi oleh kendaraan pribadi, sedangkan arah barat didominasi oleh pemudik sepeda motor, tapi jumlahnya juga tidak sebanyak tahun-tahun lalu.

Dari aspek ketertiban, arus mudik tahun 2022 ini juga jauh lebih tertib, terutama bagi pemudik dengan menggunakan sepeda motor. Selain volume pemudik dengan menggunakan motor menurun dibandingkan dengan tahun 2019, perilaku yang kurang tertib para pemudik sepeda motor seperti membawa beban yang melebihi kapasitas sehingga mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan dalam berkendar, juga turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bila tahun-tahun sebelumnya para pemudik sepeda motor sering membawa beban melebihi kapasitas, termasuk memasang papan atau bambu di jok belakang agar dapat membawa barang lebih banyak, tahun ini kondisi tersebut jarang ditemukan. Memang masih ada di sana sini, tapi tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Tertibnya pemudik motor itu diperkirakan berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan.

Dari aspek ketertiban, arus mudik tahun 2022 ini juga jauh lebih tertib, terutama bagi pemudik dengan menggunakan sepeda motor. Selain volume pemudik dengan menggunakan motor menurun dibandingkan dengan tahun 2019, perilaku yang kurang tertib para pemudik sepeda motor seperti membawa beban yang melebihi kapasitas sehingga mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan dalam berkendar, juga turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama masa Mudik Lebaran 2022 ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan angka kecelakaan arus mudik Lebaran 2019 lalu. Menurut Dirut PT Jasa Raharja Rivan Purwantono, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sampai H+3 menurun sampai 49 persen dibandingkan dengan angka korban meninggal dunia pada arus mudik Lebaran 2019 (sebelum pandemi).

Tentu ini kabar yang menggembirakan karena volume kendaraan yang melakukan pergerakan meningkat sampai 40 persen lebih namun angka kematian yang dipicu oleh kecelakaan lalu lintas menurun. Menurunnya jumlah korban laka lantas pada musim mudik Lebaran 2022 ini juga merupakan bukti meningkatnya ketertiban para pemudik dalam mematuhi rambu lalu lintas. Sebab sering dikemukakan oleh pihak kepolisian bahwa kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran.

Salah satu upaya untuk mengurai persoalan angkutan mudik tersebut adalah dengan menyediakan angkutan Mudik Gratis. Mengacu pada paparan PT Jasa Raharja, program mudik gratis dengan tema Mudik Sehat Mudik Aman tahun ini dilaksanakan oleh 26 BUMN dan mampu mengangkut 39.755 pemudik. Program ini tentu di luar program mudik bareng yang difasilitasi oleh Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Tengah. Pemprov Jawa Tengah bahkan tidak hanya memfasilitasi arus mudik saja, tapi juga arus balik yang pemberangkatannya dilepas oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Terminal Mangkang Semarang, 7 Mei 2022.

Untuk moda lain, seperti kereta api, pesawat, dan kapal laut dapatdikatakan aman-aman saja. Problem besar bagi para pemudik yang menggunakan pesawat terbang adalah harga tiket yang tinggi dan terbatasnya jumlah maskapai akibat perusahaan seperti PT Garuda Indonesia hanya mempunyai jumlah pesawat yang terbatas.

Berdasarkan catatan di atas, kita patut mengapresiasi kinerja Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Korlantas Polri, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, PT Jasa Raharja Persero, dan para stakeholder lain yang telah sukses menyelanggarakan angkutan mudik Lebaran 2022. Juga kepada Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan yang telah melakukan survei sejak awal mengenai potensi mudik pada Lebaran 2022 sehingga hasilnya dapat menjadi dasar perencanaan bagi Pemerintah dalam menyelenggarakan angkutan Lebaran 2022.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)