Dukung Anggaran Renovasi Sarpras Politeknik KP

Komisi IV DPR RI menjalankan fungsi pengawasan dengan meninjau kinerja sejumlah mitra kerjanya di daerah diantaranya Politeknik KP di Karawang, Pemulihan Ekosistem Mangrove di Serang, serta Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat.

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Politeknik KP Karawang. Foto: Jaka/nvl

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G. Budisatrio Djiwandono mendukung anggaran untuk renovasi sarana dan prasarana Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) di seluruh Indonesia. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar renovasi yang dianggarkan untuk membuat Politeknik KP menjadi destinasi edukasi wisata bagi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Budi saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Politeknik KP Karawang di Jawa Barat, baru-baru ini. Ia mengatakan, masyarakat umum bisa belajar teknik-teknik perikanan, hasil olahan perikanan dan belajar mengenai kekayaan laut Indonesia di Politeknik KP pada Sabtu-Minggu. Sehingga, Politeknik KP yang ada di beberapa daerah ke depannya bisa menjadi ikon daerahnya.

“Saya rasa dua hal tadi adalah rekomendasi besar yang akan kami usulkan nanti pada rapat kerja dengan mitra terkait, sebagai kesimpulan dari Kunspek ini. Dan saya berharap, melalui kunspek ini kita juga bisa mendorong Politeknik KP agar dapat meningkatkan kualitas pelatihan untuk mempersiapkan SDM yang tangguh, bisa berkompetisi di era kini, dan dapat memajukan perikanan dan kelautan kita,” ungkap Budi.

Tinjau Pemulihan Ekosistem Mangrove

Tim Kunspek Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Cagar Alam Pulau Dua. Foto: Eko/nvl

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini memimpin Tim Kujungan Kerja Spesifik Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Cagar Alam Pulau Dua di Kabupaten Serang serta Program Rehabilitasi Mangrove di Kota Serang. Tak hanya meninjau dan melakukan dialog dengan para pemangku kepentingan setempat, para Anggota Komisi IV yang terlibat dalam kunjungan ini juga melakukan penanaman bibit pohon bakau.

Menurut Anggia kegiatan pemulihan ekosistem penting dilakukan demi menjaga habitat berbagai jenis hewan, termasuk burung migran dan burung lokal yang dikategorikan sebagai ekosistem bernilai penting karena dilindungi oleh undang-undang, dalam kaitannya dengan rencana revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang menjadi Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2021.

“Pelaksanaan kegiatan pemulihan ekosistem mangrove yang menjadi habitat berbagai jenis burung migran dan jenis lokal yang dikategorikan sebagai ekosistem bernilai penting karena dilindungi oleh undang-undang,” papar Anggia di Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Provinsi Banten.

Saat berdialog dengan para pemangku kepentingan setempat, para Anggota Komisi IV menyerap informasi mengenai gambaran pelaksanaan Program Rehabilitasi Mangrove di Kota Serang oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum-Ciliwung.

Anggia juga mengungkapkan, pelaksanaan Program Rehabilitasi Mangrove oleh BPDAS selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Ditjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) dalam kaitannya dengan rencana realokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) BRGM untuk kegiatan Rehabilitasi Mangrove di luar 9 Provinsi yang menjadi wilayah pengelolaan BRGM.

Soroti Inseminator Semen Beku di BIB Lembang

Anggota Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak saat mengikuti kunspek ke Lembang. Foto: Chasbi/nvl

Anggota Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak mengatakan untuk mewujudkan swasembada daging sapi, populasi sapi ternak perlu ditingkatkan. Untuk itu diperlukan tenaga inseminator semen beku yang professional untuk menyiapkan bakalan-bakalan sapi yang akan digemukan kemudian dijadikan sapi potong.

Hal tersebut disampaikan Hanan saat mengikuti tim kunspek Komisi IV DPR RI ke Lembang, Jawa Barat. “Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang merupakan hulu dari pada industri peternakan. Alhamdulillah balai ini sudah mendapat akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional yang sudah terjamin kualitasnya,” ucap Hanan.

Semen beku dari BIB Lembang, sambung Hanan, dapat langsung disebarkan ke masyarakat.  “Di kalangan masyarakat, untuk menangani hal tersebut (semen beku berkualitas) masih memerlukan tenaga inseminator semen beku yang profesional, tentu caranya dengan pelatihan dan penyuluhan untuk mendapatkan inseminator yang kompeten,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menekankan, BIB Lembang yang sudah terakreditasi ini semuanya sudah baik, termasuk juga sarana dan prasarananya. Tentunya semen beku yang dimiliki juga berkualitas baik, sedangkan untuk sampai ke rahim sapi maka perlu manusia yang mengelola semen beku tersebut. 

“Makanya saya ingatkan kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) supaya bisa meningkatkan keahlian inseminator dengan cara pelatihan dan ke depannya agar lebih diperhatikan untuk masa yang akan datang. Masalah di lapangan yaitu masalah keterlambatan, massa waktu sapi birahi berdurasi 8 jam artinya jika sudah ada sapi birahi sebelum 8 jam itu sudah harus diinseminasi. Nah itu bagaimana jika inseminatornya tidak ada di tengah lapangan, jadi ini sangat penting,” jelasnya.l jk,eko,cas/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)