DPR RI Bertekad Terus Berkembang Sesuai Perkembangan Zaman

Sejak berdiri pada 29 Agustus 1945, DPR RI yang awalnya bernama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), terus mengalami perbaikan dari hari ke hari. Sebagai lembaga legislatif dengan tiga fungsi konstitusional legislasi, anggaran dan pengawasan, di tahun ini DPR RI memasukin usia yang ke-76. Sebuah usia yang tidak muda bagi sebuah institusi tinggi negara.

Ketua BURT DPR RI
Agung Budi Santoso. Foto: Arief/nvl

Melihat usia DPR RI yang dinilai sudah cukup matang sebagai sebuah lembaga legislatif, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso banyak merasakan kemajuan-kemajuan yang terjadi di DPR selama ini. Di samping memang, DPR RI terus bertekad untuk berkembang mengikuti perkembangan zaman.

“Saya rasakan juga banyak sekali kemajuan. Tentunya kesekjenan ini juga berupaya untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada Anggota DPR, karena hal itu adalah sebagai supporting system, sistem pendukung untuk kedewanan, ditambah lagi kemajuan teknologi, pasti kita akan mengaplikasikan itu,” ujarnya kepada Parlementaria.

Terlebih dengan pola sistem pemilu yang semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang terbuka bagi setiap orang termasuk generasi muda untuk dapat bergabung dalam parlemen, Agung menilai hal tersebut memberikan sebuah pola dan warna yang baru sehingga kemajuan-kemajuan yang terjadi di DPR dapat lebih cepat tentunya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Kalau sekarang kan bersaingnya luar biasa. Perkembangan-perkembangan seperti ini memberikan suatu pola baru di dalam DPR ini mulai dari pencalegannya sampai dia duduk disini itu sangat luar biasa, bergeraknya cepat sekali. Dengan partai-partai yang ada sekarang ini kan memberikan warna yang sangat berwarna untuk DPR. tapi saya yakin tujuan dari itu semua adalah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Ketua BURT DPR RI
Agung Budi Santoso. Foto: Arief/nvl
DPR RI sebagai wakil rakyat dari berbagai daerah di Indonesia, memiliki kontribusi besar bagi kehidupan bernegara.

Menurut Agung, DPR RI sebagai wakil rakyat dari berbagai daerah di Indonesia, memiliki kontribusi besar bagi kehidupan bernegara. Misalnya dalam melaksanakan fungsi pengawasan, DPR dirasa lebih dekat dengan masyarakat. Anggota DPR banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat di masing-masing daerah pilihannya selain untuk menyerap aspirasi sekaligus juga dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Dengan pelaksanaan fungsi pengawasan tersebut, DPR dapat memastikan bagaimana kebijakan pemerintah bekerja di masing-masing daerah, sekaligus menyerap aspirasi dan kebutuhan rakyat di daerah, sehingga dapat memberi masukan yang berarti kepada pemerintah dalam memutuskan kebijakan-kebijakan lainnya. Sekaligus memastikan setiap kebijakan tepat sasaran.

“Nah, justru kami ini betul-betul berfungsi sebagai pengawas pemerintah, jangan sampai nanti APBN atau proyek program-program yang dibiayai oleh APBN ini menjadi tidak tepat sasaran. Kita yang bertugas untuk mengawasi bahwa itu tepat sasaran,” imbuh politisi fraksi Partai Demokrat tersebut.

Lebih lanjut, menurut Agung masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh DPR sebagai lembaga legislatif di umurnya yang sudah 76 tahun ini. Utamanya di tengah dinamika politik yang berlangsung sangat cepat. Salah satunya adalah dengan berupaya menghasilkan produk legislasi yang lebih bagus lagi. Sehingga ke depannya diharapkan dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mempercepat kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Masih perlu diperbaiki yaitu tentang bagaimana kita bisa menghasilkan produk yang lebih bagus lagi. Kita dituntut untuk lebih bisa memberikan karya yang betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Anggota Badan Musyawarah DPR itu.

Secara spesifik, sebagai Ketua BURT, Agung mengatakan BURT selama ini sudah melakukan berbagai langkah-langkah untuk memastikan kesejahteraan bagi Anggota DPR serta seluruh pegawai di lingkungan DPR RI. Baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah Non ASN (PPN ASN). Misalnya dengan memperjuangkan kesetaraan gaji, tunjangan kinerja, tunjangan profesi, tunjangan fungsional.

“Karena memang kita lah yang membidangi itu, yang menjaga dan memastikan yang mengupayakan sehingga harapan Anggota DPR atau karyawan atau pegawai kepada kita, ya kita wajib memperjuangkan. Banyak sekali sudah yang kita perjuangkan, termasuk nanti kedepan ini baru diupayakan akan adanya perumahan nanti bersama dengan koperasi. Banyak yang kita upayakan tentunya semua dengan proses,” tuai Agung.

Terakhir, di umur DPR yang ke-76 ini Agung mengatakan bahwa DPR berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat Indonesia. Bertekad untuk terus pro kepada rakyat. Sehingga DPR bersama rakyat betul-betul menyatu dan berjuang agar rakyat dapat terlindungi, terwadahi dan terbantu dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Nah, jadi kita juga harus pro kepada rakyat, pro kepada keinginan rakyat, tidak pro yang lain gitu. Sehingga DPR bersama rakyat itu kita betul-betul ingin menyatu dengan rakyat, memperjuangkan. Karena kan tidak mungkin semua rakyat menggunakan suaranya untuk menyampaikan sesuatu, ya cukup diwakilkan kepada kita dan kita memegang amanah itu dengan baik, kita perjuangkan, kita suarakan di rapat-rapat,” tutu legislator dapil Jawa Barat I ini. bia/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)