Dorong Perbaikan Fasilitas Wisata di NTT dan Bali

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di dunia, banyak wisatawan luar maupun dalam yang berkunjung kesini. Salah satu yang perlu dibenahi adalah fasilitas penunjang wisata dari dan menuju NTT Bali. 

Wakil Ketua Komisi V Arwani Thomafi saat Melakukan kunjungan lapangan ke Provinsi NTT. Foto : Erlangga

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Arwani Thomafi meminta pemerintah pusat segera membangun fasilitas publik serta sarana dan prasarana penunjang di Pelabuhan Terminal Multi-Purpose Wae Kelambu Labuan Bajo. Fasilitas yang harus segera dibangun menurutnya adalah akses jalan serta sarana transportasi dari kota menuju Pelabuhan tersebut.

Hal tersebut disampaikannya ketika memimpin tim kunjungan kerja reses Komisi V DPR RI meninjau Pelabuhan Terminal Multi-Purpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, NTT, baru-baru ini. Pelabuhan tersebut merupakan bangunan yang hampir selesai pengerjaannya yang berjarak sekitar 8 km dari Kota Labuan Bajo dan Arwani berharap pelabuhan ini dapat optimal pemanfaatannya.

“Walaupun memang jalannya agak naik turun tetapi saya kira dari segi jarak masih cukup dekat dibandingkan opsi lainnya. Yang harus diperhatikan adalah fasilitas penunjang laiinnya dan tentu fasilitas publik lainnya juga harus dipertimbangkan. Tentu ada sinergi pemerintah pusat agar Pelabuhan multi-purpose Labuan Bajo ini betul-betul nanti bisa optimal,” terangnya.

Politisi Fraksi PPP ini menilai pembangunan pelabuhan baru ini sangat bernilai bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat di Labuan Bajo, sebab nantinya ada dua pelabuhan yang beraktivitas di daerah tersebut yang dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Ia berharap agar masyarakat dapat sepenuhnya memaksimalkan fasilitas yang telah dibangun oleh negara.

“Kami tentu akan memberikan support terkait dengan perencanaan yang sudah dilakukan oleh pemerintah sehingga dua-duanya bisa berjalan dengan baik yang pada akhirnya itu semua harus dipikirkan faktor ataupun juga pertimbangan untuk output-nya untuk kesejahteraan masyarakat terutama di sekitar kota Labuan Bajo ini,” jelasnya.

Untuk pembangunan sarana penunjang, Arwani mengaku telah mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling bekerja sama dengan baik guna membangun Kawasan Super Prioritas Nasional ini. “Saya kira pusat dan daerah harus bersinergi termasuk dengan Pelindo, agar pelabuhan ini bisa optimal. Jangan nanti ada kekurangan karena kurang intensnya koordinasi,” tutupnya.

 

Dorong Pembangunan Bandara Baru di Bali

Tim Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI foto bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan para mitra kerja di Bali. Foto : Runi

Provinsi Bali sudah seharusnya memiliki infrastruktur yang baik dalam menunjang kegiatan pariwisata dan wisatawan yang berkunjung. Hal ini guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara, salah satunya akses transportasi menuju dan dari Bali.

Untuk itu Komisi V DPR RI mendorong pembangunan bandara baru di kawasan Bali utara yang rencananya akan dibangun di Desa Sumber kelampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, untuk segera direalisasikan. Pasalnya pembangunan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat luas, apalagi proyek ini sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengungkapkan hal tersebut saat memimpin pertemuan tim kunjungan kerja Komisi V DPR RI dengan Gubernur Bali I Wayan Koster, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, BMKG, dan Basarnas, di Bali, belum lama ini.

“Saya meminta peran serta pemerintah provinsi, upaya-upaya dalam mengatasi masalah sosial terutama dalam pembebasan lahan dan lain-lainnya, (untuk) segera bisa terselesaikan. Agar pembangunan (bandara) tersebut segera terlaksana dan selesai sesuai target yang dicanangkan,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, bahwasanya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal mendukung sektor pariwisata di Bali, tentu harus melihat infrastruktur yang memadai serta memberikan rasa nyaman dan aman kepada wisatawan. “Dengan memberikan rasa nyaman dan aman, tentunya kapasitas pengunjung akan meningkat. Saya rasa ini bagus karena dapat memberikan pemasukan bagi negara dalam sektor pariwisata,” harap Iwan.

Pendapat yang sama disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Bambang Suryadi. Ia menilai dengan kondisi traffic di Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar saat ini, memang sudah seharusnya ada pembangunan bandara baru. Hal itu pun diungkapkan Gubernur Bali, dimana kepadatan lalu lintas Bandara Ngurah Rai pada saat akhir pekan ataupun puncak libur memang sangat menggangu.

“Saya pernah mengalami sendiri harus menunggu dan berputar di udara kurang lebih satu sampai satu setengah jam untuk mendarat (di Bandara Ngurah Rai). Ini rasanya sangat membahayakan nyawa manusia, bagaimana jika saat (pesawat) di atas bahan bakar menipis, mesinya ada kerusakan dan risiko lainya. Ini sangat membahayakan untuk arus keberangkatan dan kedatangan” ungkap politisi PDI-Perjuangan itu seraya menambahkan, jika pembangunan bandara baru sudah diwacanakan, Komisi V DPR RI pasti akan mendorong secepatnya agar bisa terealisasi.

“Karena Bali sebagai tujuan wisata, dimana ada dua wisata di sini, religius keagamaan dan wisata budayanya yang sangat luar biasa. Menurut saya, pembangunan ini saya rasa nilai sangat penting sekali, karena di sini sering kali dijadikan event-event besar dunia dan nanti di tahun 2022 akan diadakan pertandingan sepak bola internasional  U-20 yang akan dilaksanakan. Artinya semakin ke depan Bali harus (semakin) mempercantik diri,” pesan Bambang. l er,rni/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)