Dorong Pemerintah Kembangkan Tenaga Nuklir

Bangsa Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan tenaga nuklir sebagaimana yang telah dilakukan di negara-negara maju sebagai energi alternatif. Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah segera melakukan kajian terhadap pengembangan tenaga nuklir tersebut.

 
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto meninjau ruang penyimpanan limbah radioaktif milik BATAN) di Tangerang Selatan, Banten. Foto: Erlangga/nvl

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja dengan jajaran Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Kemedikbud-Ristek di Auditorium Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten, awal April lalu mengatakan, banyak kandungan dari reaksi nuklir yang dapat dimafaatkan dalam kehidupan, seperti misalnya untuk pengobatan medis. 

“Kami di DPR bahkan akan men-drive untuk yang namanya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) mungkin skalanya kecil dulu. Karena kita harus masuk abad presisi dimana nuklir adalah bagian dari kita untuk bisa maju. Kami sangat mendukung pengembangan (nuklir) ini. Terutama Komisi VII semua fraksi sepakat bahwa nuklir itu dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif kita,” terang Sugeng.

 Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga meminta pemerintah untuk segera melakukan diseminasi informasi terkait manfaat tenaga nuklir kepada masyarakat. Menurutnya, selama ini masyarakat masih mengira tenaga nuklir hanya bisa digunakan dalam pembuatan senjata dan alat propaganda saja. 

 “Ketakutan masyarakat terhadap pemaknaan nuklir menjadi tugas kita semua untuk melakukan diseminasi informasi yang harus dibukakan bahwa masyarakat harus tahu kalau nuklir buat senjata. Memang bisa dibuat senjata, ada uranium, plutonium. Nah plutonium ini bisa diolah lagi kan. Bangsa kita kan damai tidak untuk perang-perangan. Maka nuklir yang akan dimanfaatkan ini kita katakan sebagai nuklir perdamaian,” tandas legislator dapil Jawa Tengah VIII itu.

Sosialisasikan Manfaat Tenaga Nuklir

 
Tim Kunker Komisi VII DPR RI setelah melakukan pertemuan dengan BATAN dan Kemenristek di Auditorium Puspiptek, Tangerang Selatan. Foto: Angga/nvl

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Diah Roro Esty mendorong BATAN untuk mensosialisasikan manfaat tenaga nuklir. Sebab dengan adanya partisipasi perguruan tinggi, kemudian masyarakat dalam mensosialisasikan pemanfaatan tenaga nuklir, menurutnya akan jadi kesempatan bagi pemerintah untuk menghilangkan stigma buruk masyarakat terhadap penggunaan tenaga nuklir. 

Selama ini menurut Roro, masyarakat tidak memahami cara pemanfaatan tenaga nuklir, sehingga dengan adanya sosialisasi dari para mahasiswa terhadap aktivitas penggunaan tenaga nuklir diharapkan dapat membuka pandangan positif tentang tenaga nuklir.

 “Ini bisa menjadi kesempatan tersendiri. Mungkin bekerja sama dengan perguruan-perguruan tinggi agar demikian kita bisa mensosialisasikan pemanfaatan daripada nuklir lintas industri. Karena mungkin tidak semua orang itu mengetahui bahwa ternyata yang dikelola itu limbah yang datang dari multi-industri,” terang Roro. 

Menurut politisi Partai Golkar ini, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberikan sosialisasi kepada para akademisi dan mahasiswa. Karena pada saat yang bersamaan, Komisi VII DPR dan pemerintah masih menggodok Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT). Menurutnya apabila sosialisasi dilakukan sejak dini, masyarakat nantinya akan memahami tentang RUU EBT begitu sudah diselesaikan.

 “Judul masih kami bahas dengan mitra kerja kami dan asosiasi dan sebagainya. Menurut saya, perlu adanya sosialisasi tersendiri mengenai pemanfaatan nuklir untuk kebutuhan energi ataupun pembangkit listrik dimana ini juga bisa merupakan salah satu kesempatan dimana kita bisa mensosialisasikannya melalui perguruan-perguruan tinggi yang ada,” jelasnya.

Apresiasi Peran Puslitbang tekMIRA

 
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno saat mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke Puslitbang tekMIRA di Bandung, Jawa Barat. Foto: Erman/nvl

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menilai Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batu bara (Puslitbang tekMIRA) di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan salah satu badan memiliki peran yang sangat penting dalam memberi masukan terkait pengembangan hilirisasi batu bara. 

Hal tersebut disampaikan Eddy kepada Parlementaria saat mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke Puslitbang tekMIRA di Bandung, Jawa Barat. “Puslitbang tekMIRA memberikan masukan terkait pengembangan hilirisasi batu bara tersebut, terutama dalam rangka melakukan substitusi elpiji. Apakah itu ekonomis atau tidak, saya kira tekMira memainkan peran yang sangat penting,” ujar Eddy. 

Sudah saatnya bangsa Indonesia melakukan penambahan nilai dari pemanfaatan sumber daya mineral. Dalam hal ini, Wakil Rakyat Fraksi PAN ini menegaskan, hilirisasi batu bara adalah salah satu solusinya. Khususnya batu bara dengan kalori rendah serta mengembangkan gasifikasi batu bara menjadi methanol dan dimethyl ether (DME). 

“Saya kira, peran yang dijalankan tekMIRA ini sangat penting, mengingat teknologi ini relatif masih sangat baru diterapkan di Indonesia dan membutuhkan penelitian yang sangat mendalam. Jangan sampai nanti ketika kita mengembangkan batu bara menjadi methanol dan dimethyl ether dengan investasi dan cost yang lebih besar ketimbang tetap kita untuk melakukan pemanfaatan dari elpiji,” terang Eddy. 

Selain itu, tekMIRA bersama lembaga riset lainnya yang nantinya akan tergabung dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memainkan peranan penting dalam sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan. Salah satu contohnya adalah dengan membuat kajian mengenai Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang saat ini sudah dinyatakan tidak lagi sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 

“Bagaimana kemudian FABA itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya positif dan memiliki nilai ekonomi. Misalnya sebagai bahan baku bangunan. Itu bisa dikembangkan oleh tekMIRA. Saya kira, tekMIRA dalam hal ini sangat instrumental,” pungkas politisi dapil Jawa Barat III itu. l er,es/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)