Catatan Pelaksanaan Ibadah Haji 2022

 
Haji merupakan kegiatan ibadah yang termasuk dalam rukun Islam dan hukumnya wajib bagi yang mampu. Sedemikian pentingnya ibadah haji dalam agama Islam, sehingga jutaan umat Muslim di Indonesia sudah mendaftar ke Kementerian Agama.
Oleh: Dr. Deden Mauli Darajat, M.Sc. Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Saking banyaknya pendaftar ibadah haji, para pendaftar itu harus rela menunggu hingga 20-an tahun untuk berangkat ke tanah suci Mekkah. Apalagi ditambah dengan musibah di dunia ini yaitu pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 memaksa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk menutup akses menuju negaranya. Hal ini berarti bahwa kota Mekkah pun tidak bisa dikunjungi oleh siapa pun hingga pandemi Covid-19 melandai.

Tahun 2020 dan 2021 tidak ada pelaksanaan ibadah haji. Baru di tahun 2022 ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka kembali pelaksanaan ibadah haji. Dalam tulisan ini setidaknya ada tiga hal yang baik dalam pelaksanaan haji.

Pertama, setelah menunggu dua tahun tidak ada pemberangkatan haji setelah musim haji tahun 2019, pelaksanaan ibadah haji dibuka kembali oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa Pemerintah Arab Saudi merilis daftar kuota haji tahun 2022 di masing-masing negara.

Tahun 2020 dan 2021 tidak ada pelaksanaan ibadah haji. Baru di tahun 2022 ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka kembali pelaksanaan ibadah haji.”

Kedua, Indonesia mendapat porsi terbanyak. Menurut data, tren pada tahun ini mengalami penurunan total kuota jemaah internasional dan domestik yang sebelumnya berjumlah lebih dari 2,5 juta menjadi 1 juta jemaah. Selain itu data menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama dengan kuota sebesar 100.051 jemaah. Hal ini dikarenakan Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia.

Ketiga, kegiatan pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 ini terlihat berjalan dengan baik. Meski demikian ada juga catatan-catatan terkait pelaksanaan ibadah haji 2022 ini. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan setidaknya ada 12 catatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan jemaah, optimalisasi sosialisasi, pembinaan, naskah khotbah wukuf, koordinasi petugas haji, posko haji khusus, desain baju petugas, memperbanyak toilet wanita di Arafah dan Mina, penguatan manasik haji, kursi roda, kualitas pembimbing, dan petugas pertolongan pertama.

Pelaksanaan ibadah haji adalah kewajiban bagi umat Islam dan tanggung jawab bagi panitia pelaksanaannya. Agar pelaksanaan ibadah haji menjadi lebih baik lagi ada beberapa catatan kritik untuk hal ini.

Pertama, pandemi Covid-19 belum berakhir seratus persen. Artinya bahwa kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi harus memperhatikan tentang kesehatan para jemaah haji. Para jemaah haji harus dapat menyesuaikan secara mandiri. Misalnya, bagi yang merasa sakit atau kurang sehat, jemaah haji yang pulang dari tanah suci dapat beristirahat dan membatasi tamu.

Setidaknya ada 12 catatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan jemaah, optimalisasi sosialisasi, pembinaan, naskah khotbah wukuf, koordinasi petugas haji, posko haji khusus, desain baju petugas, memperbanyak toilet wanita di Arafah dan Mina, penguatan manasik haji, kursi roda, kualitas pembimbing, dan petugas pertolongan pertama.”

Kedua, melihat catatan Menag Yaqut di atas terkait pelaksanaan ibadah haji, tentu belum ideal dan maksimal. Untuk itu persiapan pelaksanaan ibadah haji di tahuntahun berikutnya maka panitia pelaksana ibadah haji harus menyiapkan sedini mungkin dan sebaik mungkin. Kementerian Agama sejatinya juga dapat menambah tenaga musim haji dari para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri.

Para pelajar Indonesia yang aktif berorganisasi baik di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) maupun dari organisasi lainnya, perlu dipertimbangkan untuk menjadi tenaga musim haji, terlebih jika mereka mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab. Mengapa harus pelajar, setidaknya mereka yang aktif di organisasi tidak canggung untuk terjun ke lapangan. Apalagi jemaah kita banyak yang sudah sepuh, yang butuh bantuan para pemuda yang cepat bergerak. Istilah sekarang, yang bisa sat set sat set.

Ketiga, Indonesia yang merupakan negara mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar di dunia, menunjukkan bahwa jumlah jemaah haji kita juga yang paling banyak. Ditambah lagi dengan antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan haji ini sehingga antrean pemberangkatan haji bukan lagi setahun dua tahun, tapi hingga 20 tahun lebih antreannya. Melihat data ini setidaknya Pemerintah Republik Indonesia dapat melakukan pengajuan kuota yang lebih banyak kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sehingga antrean ibadah haji Indonesia dapat berkurang.

Pelaksanaan ibadah haji merupakan ibadah yang dilaksanakan secara berjamaah dan berkolaborasi antar negara. Kolaborasi yang baik dapat dilakukan dengan komunikasi yang baik antar Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Sehingga kegiatan tahunan yang bernilai ibadah ini dapat berjalan dengan ideal dan para jemaahnya mendapat haji yang mabrur. Semoga

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)