Bukti Pemerataan Pembangunan

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua jadi tumpuan unruk menyatukan anak bangsa lewat olahraga prestasi. Apalagi, PON kali ini diselanggarakan di provinsi paling timur Indonesia yang diharapkan bisa menggugah perhatian masyarakat Papua yang tingkat sensitivitasnya sangat tinggi soal kesejahteraan dan isu keamaman. 

Tim Kunspek Komisi X DPR RI saat menijau salah satu venue PON XX Papua. Foto: Agung/nvl

SEDIANYA PON XX dihelat pada 2020 lalu. Namun, kendala infrastruktur venue yang belum rampung 100 persen ditambah gelombang wabah virus corona, membuat PON ini harus dundur. Komisi X DPR RI memberi perhatian khusus soal PON ini. Akhir September lalu, Komisi X menerjunkan tiga tim sekaligus ke Papua untuk melihat dari dakat kesiapan venue di beberapa kota, seperti Jayapura, Merauke, dan Mimika. 

Parlementaria berhasil mewawancarai Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian via Whatsapp, awal Oktober lalu. PON XX ini diharapkan memantik sukses prestasi dan ekonomi sekaligus. Masyarakat Papua yang selama ini mungkin merasa tak mendapat perhatian pemerintah pusat, kini ikut bahagia bersama perhelatan PON XX. 

Adalah momentum ideal menyatukan anak bangsa lewat perhelatan PON. Semua etnis, bahasa, dan agama Nusantara menyatu di Papua. “Tidak kalah penting, penyelenggaraan PON di Papua dapat kita lihat sebagai simbol persatuan dan kesatuan nasional,” tutur Hetifah. Tinggal bagaimana menjaga keamanan di Papua terus kondusif, tidak saja setelah PON berakhir, tapi pasca perelatan PON, Papua tetap aman dan kondusif.

Pemerintah pusat sangat serius mengamankan PON ini. Sejak beberapa bulan sebelum PON dibuka, personil gabungan TNI dan Polri sudah ditebar ke seluruh wilayah Papua. Pemerintah tentu punya kepentingan dengan keamanan Papua, karena ingin menggalakkan pembangunan secara masif di bumi Papua. Tiga kota penyelenggara PON (Jayapura, Mimika, Merauke) sangat terkendali. 

“Saya rasa, pemerintah sangat serius dalam menangani kemanan PON. Sejak beberapa hari lalu, personel gabungan TNI dan Polri sudah berjaga sejak di Bandara Sentani sampai ke arena pertandingan. Aparat keamanan juga tersebar di berbagai sudut kota dan kabupaten yang menjadi tempat penyelenggaraan. Selain itu, lokasi yang akan digunakan untuk pertandingan PON sudah aman. Beberapa kejadian, termasuk kerusuhan dan rentetan penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak berada dekat dengan venue PON,” ungkap politisi Partai Golkar tersebut.

Hetifah mengaku sangat yakin dengan keamanan dan kesuksesan penyelanggaraan PON ini. Kelancaran dan ketertiban PON XX jadi keniscayaan. Di sisi lain, PON juga memberi efek positif bagi pertumbuhan ekonomi Papua. Dengan PON ini tentu banyak produk kerajinan dan kuliner khas Papua mengemuka di tengah penyelenggaraan PON. Bahkan, pariwisata Papua juga kian dikenal luas. Ekonomi masyarakat Papua pun menggeliat menuju kesejahteraan yang optimal.

“Secara garis besar, ada sukses prestasi dan sukses ekonomi. Selain meningkatnya ekonomi Papua ketika PON berlangsung melalui promosi, pembangunan infrastruktur, pariwisata, dan lainnya, kami juga berharap PON menjadi momentum para atlet Papua untuk unjuk gigi. Kami yakin banyak bibit-bibit atlet Papua yang mungkin selama ini kurang terlihat karena keterbatasan akses, akan menunjukkan prestasi terbaiknya pada PON Papua,” harap Hetifah.

Saat delegasi Komisi X berkunjung ke Papua untuk melihat venue PON, Hetifah menilai, banyak kemajuan pembangunan infrastruktur di Papua, terutama bila dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19. Tidak hanya venuenya, tapi juga lingkungan sekitar venue sudah tertata sangat baik dan indah. Ini hasil sinergi yang maksimal antara otoritas PON dengan pemerintah. Masyarakat Papuapun mungkin merasakan perbedaan yang menyolok dengan kondisi hari ini, yang nyaman dan aman.

“Dalam kunjungan kami, kami menyadari ada banyak kemajuan dalam pembangunan fisik dibanding kondisi saat kami berkunjung sebelum Covid-19. Bukan hanya venue PON-nya saja, namun juga lingkungan sekitar venue yang lebih tertata. Dengan sinergi semua pihak, baik PB PON, pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat Papua, kami optimis bahwa PON akan terselenggara dengan optimal,” seru legislator Kalimantan Timur itu.

 Sementara itu membincang soal pandemi Covid-19 di arena PON, Hetifah mengapresiasi penyelenggara dan pemerintah yang menggencarkan vaksinasi ke desa-desa, terutama desa-desa yang berdekatan dengan venue. Penyelenggara pun memperketat protokol kesehatan. Para penonton yang ingin hadir menyaksikan pertandingan harus sudah divaksin dosis kedua.

Dengan memperketat protokol kesehatan, klaster penularan virus corona di areana PON bisa dihindari. Kerja keras penyelenggara patut diacungi jempol. Para atlet yang terpapar Covid-19 langsung diisolasi dan ditangani hingga dinyatakan negatif. Dengan begitu, PON ini selain dibanjiri sukses prestasi, juga sukses ekonomi, keamanan, dan kesehatan.  

“Saya mengapresiasi langkah preventif penyebaran Covid-19 oleh penyelenggara. Diantaranya mensyaratkan percepatan vaksinasi bagi lima kabupaten/kota yang menjadi venue PON XX dan penonton yang masuk PON harus sudah vaksin 2 kali. Atlet dan tim official pun sudah harus vaksin 2 kali untuk bisa bertanding. Selain itu, pemerintah pusat telah memberikan prioritas distribusi vaksin dan dukungan tambahan tenaga vaksinator TNI-Polri dan relawan untuk akselerasi,” tutup Hetifah. l mh/es

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Foto : Agung/nvl
kami menyadari ada banyak kemajuan dalam pembangunan fisik dibanding kondisi saat kami berkunjung sebelum Covid-19. Bukan hanya venue PON-nya saja, namun juga lingkungan sekitar venue yang lebih tertata.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)