Arus Listrik Sering Padam, Virus dalam Vaksin Hidup Lagi?

Vaksin adalah produk biologis yang memiliki kerentanan pada perubahan suhu. Umumnya, vaksin perlu disimpan pada suhu 2-8°C dan suhunya harus terjaga saat didistribusikan. Rantai dingin (cold chain) adalah proses menjaga suhu vaksin di kondisi idealnya sehingga kualitasnya tetap terjaga dari awal sampai pelaksanaan vaksinasi. 

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto : Devi/nvl

Cold Chain Vaksin terdiri dari lemari es dan freezer, dan termos (vaccine carrier). Dikarenakan vaksin sangat sensitif terhadap suhu ruangan, sehingga Cold Chain Vaksin banyak sekali manfaatnya diantaranya adalah untuk menjaga kualitas barang (Vaksin), menjaga suhu agar tetap stabil, memudahkan untuk mengontrol barang, dan untuk membawa Vaksin ketempat pelayanan, terutama untuk kegiatan di luar gedung atau lapangan.

Sejumlah vaksin akan berpotensi menjadi rusak jika terpapar suhu panas. Secara umum, semua vaksin akan rusak jika terpapar oleh sinar matahari secara langsung. Vaksin membutuhkan pendingin agar kualitasnya tetap terjaga. Terjadinya pemadaman listrik berdurasi lama, akan menimbulkan rasa was-was petugas yang bertanggungjawab akan kualitas vaksin. Pasalnya tidak ada kepastian pemadaman listrik akan berlangsung berapa lama. Sementara pendingin (cold chain) tanpa aliran listrik hanya kuat beberapa jam saja. 

Di beberapa daerah tertentu di Indonesia, arus listriknya bisa dikatakan tidak stabil, sehingga seringkali mengalami mati listrik. Contohnya seperti yang dialami oleh beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Pandeglang. Sementara tidak semua wilayah tempat penyimpanan vaksin itu memiliki genset listrik. 

Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak terkait, sebab dengan terganggunya arus listrik maka cold chain yang digunakan untuk menyimpan vaksin CoronaVac juga akan kehilangan arus listrik yang diperlukan untuk menjaga batas aman kestabilan suhu vaksin CoronaVac.

Untuk itu, Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay saat mengikuti agenda kunjungan kerja komisi ke Kabupaten Pandeglang mengimbau kepada stakeholder terkait agar jangan sampai ada kendala pada listrik yang dapat menyebabkan ruang pendingin tempat penyimpanan vaksin Covid-19 menjadi terganggu. Sehingga program vaksinasi yang diharapkan aman dan berjalan lancar menjadi terganggu.

“Dari laporan yang disampaikan kepada Komisi IX, masih ada beberapa kendala yang terjadi dilapangan. Salah satunya yaitu masalah arus listrik dibeberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang yang sering mengalami pemadaman. Oleh karenanya saya meminta para pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan ini,” ucap Saleh. 

Khusus kepada BPOM, Saleh meminta supaya dilakukan kajian, seberapa besar pengaruh atau dampak terjadinya pemadaman listrik ini terhadap kondisi vaksin yang disimpan dalam Cold Chain. “Jangan-jangan vaksinnya nanti hidup lagi. Bahaya juga kalau begitu,” selorohnya dengan logat kental khas Sumatera Utara yang disambut tawa undangan yang hadir dalam pertemuan itu. 

Seperti diketahui, Vaksin CoronaVac terbuat dari virus corona. Para peneliti menonaktifkan virus dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton. Virus Corona yang tidak aktif tidak bisa lagi bereplikasi. Tetapi, protein mereka tetap utuh. Karena virus Corona di vaksin CoronaVac sudah mati, maka bisa disuntikkan ke tubuh manusia tanpa menyebabkan Covid-19. Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen. l  dep/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)