Aria Bima: Tinjau Stok Pupuk Bersubsidi

Isu kelangkaan pupuk menjadi perbincangan yang ramai di kalangan petani. Dalam rangka memastikan ketersediaan stok pupuk, Anggota Komisi VI DPR RI Aria Bima melakukan peninjauan stok pupuk bersubsidi pada 27 Oktober 2020 lalu di Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Anggota DPR RI Aria Bima saat meninjau stok pupuk bersubsidi di Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Ist/nvl

Peninjauan stok pupuk bersubsidi ini juga berkaitan dengan hasil rapat dengan PT Pupuk Indonesia (Persero). Dimana, sebelumnya Komisi VI DPR RI  menegaskan kepada PT Pupuk Indonesia agar betul-betul memperhatikan infrastruktur, peralatan atau sarana dan prasarana pendukung Kartu Tani di masing-masing kios penyalur pupuk. 

“Kartu Tani bisa menjadi solusi kelangkaan pupuk yang seringkali dihadapi para petani,” tegas politisi dapil Jawa Tengah V itu.

Dari kunjungan itu, Aria Bima mendapati bahwa PT Pupuk Indonesia (Persero) tetap berkomitmen untuk dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang ditugaskan. Seluruh jaringan distribusi penyaluran mulai dari produsen pupuk hingga kios seluruh wilayah kabupaten, secara rutin dikoordinasikan untuk kesiapan stok. 

Hingga Februari lalu, PT Pupuk Indonesia tercatat telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 1,21 juta ton. Adapun rincian tersebut yaitu sebanyak 576.776 ton pupuk urea, 100.382 ton pupuk ZA, 43.189 ton pupuk SP-36, 78.886 ton pupuk organik granul serta 413.736 ton pupuk NPK. Adapun alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 yang harus disalurkan sesuai Permentan No. 49 Tahun 2020 adalah sebesar 9,04 juta ton.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini juga meminta PT Pupuk Indonesia untuk melakukan revitalisasi pabrik serta mengatasi dan mengawasi kelangkaan pupuk bersubsidi tingkat distributor dan pengecer.  

PT Pupuk Indonesia dirasa perlu mengidentifikasi dan memberikan rekomendasi pemecahan agar solusi permasalahan terkait pupuk yang terjadi selama ini sehingga dapat ditemukan solusi agar tidak berulang setiap tahun. Selain itu, juga meminta pemerintah untuk segera melakukan pembayaran utang subsidi kepada PT. Pupuk Indonesia.

“Terkait kelangkaan pupuk, Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan akan segera menyalurkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi yang telah disetujui oleh pemerintah,” pungkas Aria Bima.  hal/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)