Apresiasi Peran Aktif TNI dalam Menyukseskan Vaksinasi

Vaksinasi sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 masih terus berlangsung. Guna menyukseskan program vaksinasi hingga penjuru negeri, pemerintah melibatkan TNI. Peran strategis TNI ini diapresiasi oleh Komisi I DPR RI.

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid saat memimpin pertemuan di Kodam IX/ Udayana, Bali. Foto: Tiara/Man

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid mengapresiasi peran Kodam IX/Udayana yang sangat strategis dalam menyukseskan program vaksinasi nasional Covid-19 di Provinsi Bali. mengingat saat ini di Indonesia masih berjibaku berjuang melawan pandemi Covid-19. TNI sebagai alat negara di tingkat komando pusat maupun komando teritorial di daerah telah berperan penting dalam penanganan pandemi Covid-19 sejak awal merebak di Tanah Air.

“Sejalan dengan penanggulangan Covid-19, program vaksinasi nasional Covid-19 membutuhkan peran TNI termasuk Kodam IX/Udayana di dalamnya untuk menyukseskan program nasional dengan target memvaksinasi 181 juta rakyat Indonesia atau 70 persen dari total populasi,” jelas Meutya dalam sambutannya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Kodam IX/Udayana, Bali, baru-baru ini.

Politisi Partai Golkar ini menuturkan, sebagai bagian dari TNI, Kodam IX/Udayana merupakan kompartemen strategis yang mengemban tugas pokok mengamankan kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah NKRI termasuk dari serangan wabah sebagai ancaman nontradisional. “Letak Kodam IX/Udayana sangat strategis, karena wilayah teritorialnya terdiri dari Provinsi Bali, NTB, dan NTT,” ungkap Meutya.

Oleh karena itu, Meutya berharap efektivitas dan kesuksesan vaksinasi di Provinsi Bali akan menjadi ‘game changer’ pemulihan ekonomi Bali yang berbasis pada pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kodam IX/Udayana harus mampu menjadi penangkal sekaligus dapat digerakkan setiap saat untuk menghancurkan seluruh kekuatan musuh serta memulihkan kondisi keamanan nasional,” tandas legislator dapil Sumatera Utara I itu.

Sejalan dengan penanggulangan Covid-19, program vaksinasi nasional Covid-19 membutuhkan peran TNI

Kebutuhan Alutsista Harus Terpenuhi

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari melakukan pengecekan alutsista di Brigade Infanteri 2/Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: Nadya/nvl

Di Surabaya, Komisi I DPR RI sepakat untuk memenuhi kebutuhan Alutsista Brigif-2 Marinir Sidoarjo, Jawa Timur. Modernisasi Alutsista yang layak jadi keniscayaan untuk segera dipenuhi. Ini penting untuk mendukung tugas pokok menjaga kedaulatan RI.

Ada fungsi anggaran yang bisa didorong Komisi I DPR untuk memenuhi kebutuhan anggaran TNI AL tersebut. “Dari rencana kebutuhan anggaran TNI baru terpenuhi separuh. Kalau bisa dinaikan akan lebih baik,” kata Wakil Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari usai memimpin rapat dengan Komandan Brigade Infanteri 2/Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung, akhir Maret lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi I DPR telah mendengarkan paparan Komandan Brigif-2 Marinir, Pasmar 2 terkait kondisi Alutsista, sarana prasarana, serta kesejahteraan prajurit di Brigif-2 Marinir, Pasmar 2. Terkait hal tersebut, Komisi I DPR RI mencatat sejumlah kebutuhan mendesak Alutsista dan sarpras Brigif-2 dan Pasmar-2.

“Diantaranya, pengadaan rumah dinas prajurit, pengaspalan jalan, pengadaan kolam renang, pengadaan senjata organik, dan pengadaan sarana pendarat (perahu karet). Untuk selanjutnya, penjelasan dan paparan yang telah disampaikan akan menjadi bahan komplasi dan ditindaklanjuti dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta Kepala Staf Angkatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Ahmad Rizki Sadig menilai bahwa persoalan kesiapan Alutsista dan kesejahteraan prajurit tidak hanya menjadi permasalahan bagi Brigadir Infanteri-2 Marinir Sidoarjo saja, melainkan menjadi permasalahan bagi Brigadir Marinir di daerah lainnya yang sudah pernah dikunjungi Komisi I DPR RI. Dirinya beranggapan dengan adanya Menteri Pertahanan yang kini juga sebagai mantan prajurit, seyogyanya lebih paham apa yang menjadi kebutuhan dan kesiapan bagi prajurit TNI saat ini.

Revisi UU Otsus Papua Perlu Kontribusi Masyarakat

Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas. Foto: Mentari/Man

Di Papua, Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas berharap agar masyarakat terutama yang ada di Papua berpartisipasi dan berkontribusi aktif dalam revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Kontribusi masyarakat sangat dibutuhkan guna menyerap informasi terkait Otsus Papua secara berimbang.

“Sehingga tidak terjadi missed informasi di masyarakat. Kita harapkan masyarakat bisa berpartisipasi tak hanya kontribusi pikiran, tetapi juga memberikan saran masukan terkait dengan rencana revisi UU Otsus Papua ini,” kata Yan Permenas saat memimpin pertemuan tim kunspek Komisi I DPR RI dengan sejumlah mitra kerja di Sorong, Papua Barat.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini melanjutkan, pihaknya juga berharap adanya masukan dari masyarakat terkait Dana Otsus yang dialokasikan untuk pendidikan dan Kesehatan. Mengingat sektor pendidikan dan kesehatan di Papua saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. 

Termasuk juga formulasi penggunaan dana bantuan studi otsus, ia berharap agar pemanfaatannya diatur lebih baik lagi. Sehingga bisa lebih akomodatif dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat Papua yang ingin melanjutkan studi. 

“Kita mendorong anak papua yang mempunyai kompetensi dan skill yang baik agar bisa bersaing serta mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk melanjutkan studi. Sehiingga dapat mempersiapkan regenerasi Papua yang berdaya saing dan memiliki SDM yang unggul sesuai yang diharapkan,” pungkasnya. l tra,ndy,mri/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)