Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19 oleh TNI

Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan, Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika serta Intelijen mengunjungi tiga daerah yaitu Bandar Lampung, Semarang dan Solo.

Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI ke Korem 043/Garuda Hitam di Bandar Lampung. Foto: Mentari/nvl

Di Bandar Lampung, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 dan pengawalan program vaksinasi di Provinsi Lampung oleh Kodam II/Sriwijaya dan Korem 043/Garuda Hitam (Gatam). 

Meutya mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa kini sudah tidak ada lagi zona merah di Lampung. Untuk itu, Komisi I DPR RI mendorong jajaran TNI untuk terus mengawal penanggulangan Covid-19, agar pandemi mereda.
“Dengan pembatasan skala mikro di tingkat desa, kita juga harapkan teman-teman TNI termasuk kepala desa berperan aktif dalam rangka menanggulangi Covid hingga tingkat desa. Saat ini apresiasi dari masyarakat sangat baik terhadap TNI dalam rangka penanganan Covid-19 dan Komisi I menitipkan agar perang-perang (kepada pandemi) ini terus dijalankan, sehingga, TNI juga bisa berperan aktif pada masyarakat, khususnya dalam masalah penanggulangan Covid-19,” jelas Meutya saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI Februari lalu.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menambahkan, dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan pemerintah pusat, hampir tidak ada kebijakan-kebijakan penanggulangan Covid-19 yang tidak melibatkan TNI. Dalam hal ini negara bergantung besar terhadap keberhasilan para prajurit dalam menangani pandemi, sehingga perlu dipikirkan langkah-langkah strategis bagi prajurit-prajurit di daerah.

Tim kunjungan kerja Komisi I DPR RI bertukar cendera mata dengan Danpuspenerbad Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso di Solo, Jawa Tengah. Foto: Eno/man

Perawatan Alutsista Harus Ditangani Dengan Baik

Sementara itu di Semarang, Jawa Tengah, Komisi I DPR RI melakukan pertemuan dengan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso di Skadron-11/Serbu Puspenerbad. 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto mengatakan Helikopter Apache Blok III (AH-64E Guardian) yang dimiliki Skadron-11/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) memiliki kemampuan tempur lebih baik dari tipe sebelumnya, dengan tenaga mesin dan payload yang lebih besar, serta kemampuan intai dan tempur yang meningkat. Komisi I DPR RI berharap pemeliharaan dan perawatan alutsista yang menggunakan anggaran negara harus ditangani dengan baik. 

“Di Semarang ini ada dua Skadron, yaitu Skadron-11/Serbu yang secara umum alutsistanya berasal dari Amerika Serikat, sedang Skadron-13/Serbu yang alutsistanya berasal dari Rusia. Nah, yang kita kunjungi di Skadron-11/Serbu ini kita punya Apache versi terakhir, maka perawatannya harus baik. Dan saya dengar perawatannya itu 100 persen dari Apache itu sendiri,” kata legislator Fraksi Partai Demokrat itu. 

Anton juga menjelaskan, terkait dengan alokasi anggaran alutsista, Komisi I DPR RI sudah meningkatkan anggaran Penerbad menjadi Rp1,6 triliun yang semula tersedia 128 pesawat dan hanya 24 pesawat yang available, maka dengan didukung peningkatan anggaran tersebut, semua pesawat akan layak terbang. 

“Kejadian helikopter jatuh pada tahun lalu menjadikan peringatan, sehingga perawatannya harus sesuai dengan waktunya untuk dirawat dan juga anggarannya yang tadinya 30 persen, sekarang menjadi 90 persen. Intinya, ke depannya nyawa itu bukan harga yang murah, itu adalah harga wajib, karena tidak boleh ada satupun nyawa yang hilang akibat penerbangan,” tegas Anton.  

Sementara itu, Danpuspenerbad Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso mengatakan bahwa pemeliharaan alutsista seperti helikopter perlu ditangani dengan baik, karena jika helikopter itu sampai mogok saat terbang, itu berkaitan dengan faktor keselamatan. Dirinya berkomitmen siap dicopot dari jabatannya jika perawatan alutsista tidak sesuai dengan standar pabrik.

Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR di Skadron-11/Serbu Puspenerbad, di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Chasbi/nvl

Perjuangkan Kesejahteraan Prajurit

Di Solo Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menegaskan, Komisi I DPR RI akan memperjuangkan peningkatan anggaran alutsista serta  kesejahteraan para prajurit TNI. Untuk itu, ia meminta laporan secara tertulis terkait kebutuhan yang ada di TNI untuk diperjuangkan di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Hal tersebut diungkapkan Kharis saat memimpin pertemuan tim kunjungan kerja Komisi I DPR RI dengan Danlanud SMO Kolonel Nav I Nyoman Suadnyana di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo.

“Anggaran biaya perawatan Alutsista perlu dinaikkan untuk menjamin keamanan dan kelayakan peralatan tempur milik Indonesia. Karena keterbatasan anggaran perawatan membuat banyak alutsista yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kemampuan tempur akan berkurang yang berimbas pada kerawanan atas keselamatan Anggota TNI yang menggunakannya,” ujar Kharis.

Di sisi lain, diketahui tunjangan lauk pauk untuk TNI adalah Rp40 ribu per hari. Menurut politisi Fraksi PKS ini, jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan kalori sebagai seorang prajurit. Untuk itu, ia meminta agar anggaran kesejahteraan prajurit harus dinaikkan. 

Dalam paparannya, Danlanud SMO Kolonel Nav I Nyoman Suadnyana menyampaikan beberapa permasalahan dalam mendukung tugas pokok dan fungsi TNI. Diantaranya, belum terpenuhinya sarana dan prasarana di bidang operasi serta alutsista di Lanud Adi Soemarmo. Selain itu, bidang pelayanan personel, 10 komponen pendidikan, bidang logistik non alutsista jugamasih ada yang belum terpenuhi.  mri,cas,eno/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)