Apa Yang Harus Dilakukan Setelah Positif Covid-19

Oleh: dr. Dian Handayani
Kepala Bagian Pelayanan Kesehatan

Kriteria Pasien Positif Virus Corona Dinyatakan Sembuh

Pada 17 Juni 2020 WHO mengubah panduan tentang isolasi pasien Covid-19. Sebelumnya, pasien dinyatakan sembuh dan boleh keluar dari isolasi saat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) menunjukkan hasil negatif sebanyak dua kali. WHO mengubah kriteria selesai isolasi, yaitu berdasarkan gejala klinis pada pasien, tanpa harus menunggu hasil tes PCR negatif sebanyak dua kali. 

Kriteria yang telah diperbarui oleh WHO berdasarkan temuan terbaru bahwa ada pasien yang sudah menunjukkan kesembuhan (tidak menunjukkan gejala sakit), tetapi tes PCR-nya masih bisa positif Covid-19 selama beberapa minggu. Meski hasilnya masih positif, kemungkinan pasien-pasien ini tidak lagi infeksi atau tidak bisa menularkan virus corona ke orang lain. Namun, untuk lebih amannya, tes PCR masih digunakan pada beberapa kasus.  Berikut adalah kriteria sembuh bagi pasien positif Covid-19 yang berlaku di Indonesia:

Perubahan ini dibuat karena tes PCR dengan hasil positif tidak selalu menandakan virus Corona di tubuh pasien masih aktif. Bisa saja tes PCR tersebut mendeteksi virus yang sudah mati, karena sistem kekebalan tubuh sudah mampu mengendalikannya.

Antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus Corona biasanya terbentuk 5–10 hari setelah terinfeksi. Ini artinya, risiko penularan dari pasien yang sudah selesai menjalani isolasi selama minimal 10 hari akan sangat kecil, meskipun hasil tes PCR-nya masih positif.

Meski demikian, bila setelah isolasi pasien tersebut akan bertemu orang-orang dari kelompok yang rentan tertular virus Corona dan mengalami gejala yang berat, seperti lansia atau orang dengan penyakit penyerta, lebih baik ia tetap melakukan tes PCR dan menunggu hingga hasilnya negatif.

Selain itu, kesembuhan tetap harus ditentukan berdasarkan penilaian dokter yang menangani. Jika pasien sudah memenuhi kriteria sembuh seperti yang sudah dijelaskan di atas, baru ia bisa keluar dari isolasi dan kembali berinteraksi dengan orang lain, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hal yang Perlu Dilakukan Usai Sembuh dari Corona

Sebagian besar penderita Covid-19 akan sembuh total dalam beberapa minggu setelah pertama kali ia merasakan gejala. Kendati demikian, ada juga penderita Covid-19 yang masih mengalami gejala selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah ia dinyatakan sembuh dari Corona.

Umumnya, orang yang sudah sembuh dari Covid-19 tetapi masih merasakan gejala lanjutan adalah orang lanjut usia dan orang yang memiliki kondisi medis tertentu.  Ada juga orang muda tanpa penyakit penyerta yang sudah sembuh dari infeksi Covid-19, tetapi masih mengalami gejala jangka panjang (post-acute Covid-19 syndrome).Penderita Covid-19 yang sudah sembuh tetapi masih mengalami gejala sakit, disarankan memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Gejala yang juga disebut long-haul Covid-19 ini antara lain:

• Napas berat/Sesak napas

• Batuk

• Mudah Lelah, lemas

• Nyeri otot, nyeri sendi

• Nyeri dada

• Sakit kepala

• Jantung berdebar kencang

• Ketidakpekaan indra penciuman (anosmia) dan indra perasa

• Sulit berkonsetrasi

• Sulit tidur

• Ruam

Menurut penelitian, orang yang sembuh dari Covid-19 memiliki kekebalan tubuh terhadap virus Corona selama 8 bulan atau lebih, hal ini dapat mencegah terinfeksi kembali oleh virus Covid-19 dalam jangka waktu tersebut, akan tetapi ada beberapa orang yang terinfeksi kembali sebelum 8 bulan. 

Secara umum, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang yang sudah sembuh dari Corona untuk memaksimalkan pemulihan, di antaranya:

1. Selalu Taati Protokol Kesehatan

Meski telah negatif Covid-19, tetap lindungi diri. Infeksi Covid-19 bisa berulang. Sembuh dari infeksi Covid-19, bukan berarti tubuh akan kebal dari infeksi virus corona. 

Tetap taati protokol kesehatan, untuk mencegah terulangnya infeksi Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak dengan orang lain, dan mengurangi mobilitas di luar rumah.

Protokol Kesehatan ini harus ditaati oleh seluruh orang yang tinggal dalam satu rumah. Jangan ragu untuk menegur orang yang tidak menaati protokol kesehatan. Virus corona bisa menyebar dengan cepat jika kita dan orang sekitar kita tidak disiplin. 

2. Olahraga secara Rutin dan Melakukan latihan pernapasan

Tetap disarankan olahraga secara rutin minimal 3 kali dalam satu pekan untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. 

Olahraga yang disarankan untuk orang yang sembuh dari infeksi Covid-19, bukan olahraga yang berat, dan harus dipastikan keamanannya

Hindari olahraga di tempat ramai, serta atur sistem pernapasan agar tidak mudah lelah dan ngos-ngosan. Berikan waktu pemulihan setelah sembuh dari Covid-19 untuk tubuh Anda. 

3. Menerapkan pola hidup sehat, yaitu

a. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

b. Tidak merokok dan menghindari asap rokok

c. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol

d. Menjaga kualitas tidur

4. Lebih banyak duduk dengan posisi tegak dibandingkan berbaring

5. Memeriksa detak jantung dan kadar oksigen secara berkala

6. Tracing di Dalam Rumah

Bila pernah terinfeksi Covid-19, ada baiknya melakukan tracing seisi rumah. Bisa jadi ada anggota keluarga yang mungkin tidak bergejala, tapi positif Covid-19 (OTG) 

Jika ada anggota keluarga yang OTG, hal ini bisa kembali menularkan ke kita.

7. Mencari tahu penyebab terinfeksi Covid-19 dan memperbaikinya

Jika sudah dinyatakan negatif dari virus corona, menanyakan pada diri sendiri, apa yang menjadi penyebab bisa terinfeksi Covid-19.

Apakah hal ini disebabkan oleh perilaku kita yang tidak mematuhi protokol kesehatan, misalnya sering berkerumun, tidak menjaga jarak dengan orang lain, tanpa memakai masker, atau mungkin jarang cuci tangan.

Apa yang harus kita lakukan, jika orang dekat kita menyandang penyintas Covid-19

1. Jika kerabat atau keluarga terdekat baru saja sembuh dari Covid-19, hal yang perlu diperhatikan sebelum kembali berinteraksi, antara lain:

•   Pastikan penderita Covid-19 telah melakukan karantina mandiri di ruang yang terpisah dengan keluarga lainnya

•   Tetap gunakan masker selama berada dalam satu rumah dengan para penyintas Covid-19 (selama masa karantina mandiri).

•   Pisahkan alat-alat pribadi, misalnya tempat makan, handuk, alat sholat dengan penyintas Covid-19 sampai masa karantina mandiri berakhir.

•   Terapkan gaya hidup sehat, seperti olahraga, mengonsumsi makanan yang bergizi, cukup tidur

•   Pastikan kita juga berada dalam kondisi yang sehat. agar tidak menularkan virus penyakit lainnya ke penyintas Covid-19

2. Jika kondisi penderita Covid-19 telah stabil dan tidak mengalami gejala setelah masa karantina, ditambah 3 hari, barulah bisa kembali berinteraksi langsung dengan orang lain. 

3. Selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun kita berada.

Donor Plasma Darah

•   Orang yang sudah sembuh dari Covid-19, atau disebut juga penyintas Covid-19, bisa mendonorkan plasma darahnya kepada penderita Covid-19 yang masih sakit, terutama dengan gejala yang berat. 

•   Hal ini karena plasma darah mereka mengandung antibodi yang bisa melawan virus Corona.

•   Pendonoran plasma darah disebut juga sebagai terapi plasma konvalesen, yang dilakukan dengan tujuan mencegah bertambah parahnya gejala dan mempercepat proses penyembuhan pasien Covid-19 yang masih sakit. l

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)