Andi Akmal Pasluddin: Salurkan Gerobak Pengangkut Sampah

Tahun 2019 lalu sebuah lembaga peneliti Internasional merilis, Indonesia menjadi penyumbang sampah laut terbesar kedua setelah Cina dalam jurnal berjudul “Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean“. Cina menempati urutan terbesar dengan volume sampah mencapai 262,9 juta ton sampah, Indonesia sebanyak 187,2 juta ton, Filipina sebanyak 83,4 juta ton, Vietnam sebesar 55,9 juta ton, dan Sri Lanka sebesar 14,6 juta ton.

 

Sebagai upaya pelestarian lingkungan, Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, menyalurkan gerobak pengangkut sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabupaten Bone. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Bantuan yang disalurkan pada kali ini bukan hanya gerobak sampah saja, ya. Untuk Dinas LHK Kabupaten Bone, kami serahkan Paket lengkap APD, Mesin Pencacah Organik Untuk Rumah Kompos, Mesin Press Sampah Plastik, Gerobak sampah terpilah dan gerobak sampah tematik,” urai Akmal ketika ditemui tim Parlementaria.

Diketahui, kegiatan ini merupakan implementasi dari aspirasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah Sulawesi Selatan. Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) juga turut ke lapangan dan membangun dialog dengan masyarakat untuk check dan cross check guna memastikan kebutuhan yang benar diperlukan masyarakat. Permintaan tersebut kemudian dikomunikasikan dalam ranah DPR RI. Sehingga melalui DPR RI, pengajuan tersebut sampai kepada pemerintah.

Legislator asal Sulawesi selatan II ini membeberkan, pada tahun 2016, Forum Ekonom Dunia, menemukan fakta di lapangan bahwa ada 150 juta ton plastik di samudera bumi ini. Plastik yang tumpah dari daratan ke laut, setiap tahunnya sebesar 8 juta ton. Indonesia pada tahun 2005, menjadi negara penghasil sampah terbesar di dunia dengan jumlah produksi sampah sebesar 66-67 ton per tahun. 

Akmal berharap, kegiatan yang membantu masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan asri ini dapat dilakukan pada setiap Kabupaten Kota di seluruh Indonesia, terutama daerah Sulawesi Selatan. Pasalnya, dampak yang dihasilkan tidak serta merta langsung terasa ketika program pengendalian lingkungan ini dilakukan. Namun secara jangka panjang, hal itu sangat membantu kualitas lingkungan pada skala kecil. Bahkan bila masif, dapat membantu bumi mempertahankan kualitas kehidupan di atasnya.

“Saya dan fraksi kami di PKS telah mendukung program pemerintah ke depan dapat sekaligus mengakomodir banyak ide dari berbagai forum untuk mengatasi persoalan lingkungan dan energi sekaligus. Bila kegiatan penanganan sampah ini serius ditangani lintas sektoral, bukan hal mustahil Indonesia mampu mengatasi persoalan sampah. Terutama sampah, baik di daratan maupun di laut yang berimplikasi pada pengembalian kualitas ekosistemnya,” terang Akmal. l  hal/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)