Ahmad Sahroni: THE ‘IRON-MAN’

“Semangat, tak pernah lelah dan mengeluh serta ibadah bagi Sahroni merupakan kunci penting yang membawa dirinya berhasil melesat hingga sesukses sekarang ini”


 
Ahmad Sahroni saat memimpin kunjungan kerja Komisi III ke Bali. Foto: Hanum/Prima

Tokoh Iron Man dalam serial film yang dirilis oleh Marvel Cinematic Universe yang diperankan oleh Robert Downey Jr, banyak menginspirasi masyarakat dunia. Kekayaan yang melimpah yang dimiliki oleh Tony Stark (Iron Man) dalam film tersebut dimanfaatkan ke dalam manifestasi teknologi super canggih yang digunakan untuk menyelamatkan dunia.

Sebagaimana dalam film ‘Iron Man 2 (2010)’ terdapat kalimat legendaris, “My bond is with the people, and I will serve this great nation at the pleasure of myself. If there’s one thing I’ve proven it’s that you can count on me to pleasure myself.” Artinya, kurang lebih bermakna bahwa dirinya memiliki keterikatan dengan orang-orang, dengan masyarakat. Di mana dia sangat senang untuk melayani mereka semua elemen masyarakat

Kali Majalah Parlementaria DPR RI bukan membahas Tony Stark atau Iron Man ataupun Marvel. Melainkan seorang tokoh yang tak sangat terinspirasi dengan film tersebut. Adalah Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI sudah lama terinspirasi dengan sosok Iron Man dalam film tersebut.

Roni Man’, merupakan salah satu nama yang lekat kepada sosok yang dikenal sebagai ‘Crazy Rich’ Tanjung Priok itu. Bukan tanpa alasan, berbagai elemen Iron Man dari berbagai ukuran terpajang apik di rumahnya. Tak jarang, ketika ada yang berkunjung ke rumahnya senantiasa mengabadikan dan berfoto dengan action figure Iron Man yang seukuran orang dewasa.

“Karena Iron Man, Tony Stark, suka membantu orang lain. Sombong harus berguna buat orang lain. Tony Stark dengan kehebatannya, teknologi yang dia buat, untuk semua yang dia bantu. Itu contoh yang baik, walaupun dari film. Dia tidak pernah melupakan orang lain,” buka Roni mengawali percakapan.

Keberhasilan yang didapat Sahroni saat ini adalah buah keringat yang dikucurkannya sejak muda. Lebih dari 20 tahun, ia menelan getirnya getirnya kehidupan dengan status ekonomi kelas bawah. Hal ini pula yang membuatnya tak pernah pamrih dalam membantu masyarakat, ia juga tak pernah memandang status sosial dalam bergaul. “Gue memutuskan dengan gue yang sekarang, harus sama dengan gue yang dulu. Yaitu, mengedepankan cara membantu orang dengan keadilan,” tegas Roni.

8 Agustus 1977 tersebut tumbuh dari keluarga sederhana. Saat kecil, Ahmad Sahroni sudah merasakan pahitnya kehidupan saat warung nasi padang milik ibunya digusur. Sejak itu, Ahmad Sahroni mulai bekerja serabutan untuk membantu beban keluarga. Saat di sekolah dasar, Sahroni pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu hingga ojek payung untuk mengurangi beban ekonomi keluarga. Selain itu, sesekali ia juga berjualan es campur untuk membiayai sekolahnya. Dibalik getirnya kehidupan kecilnya, jiwa kepemimpinan Sahroni sudah terlihat sejak dirinya duduk di bangku SMA dimana, ia didapuk menjadi menjadi Ketua OSIS di SMA Baru Cilincing.

Tak seperti anak-anak seusianya, setamat SMA, ia memutuskan untuk bekerja sebagai buruh kasar di daerah Pelabuhan Tanjung Priok. Menjadi sopir antar jemput anak sekolah, tukang cuci di kapal pesiar asing, dan sopir di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengisian BBM pun dilakoninya dengan tak pernah mengeluh. Bahkan, saat bekerja menjadi supir ‘tembak’ di salah satu perusahaan di Jakarta, Sahroni digaji ‘seikhlasnya’.

Usai menggeluti profesi supir ‘tembak’, Sahroni menacri pengalaman baru dengan bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah kapal pesiar asing berbendera Amerika Serikat. Di sana, selama tiga bulan bekerja ia bisa berkunjung ke berbagai negara secara gratis. Hal ini sangat dinikmatinya.

Sekembalinya ke Indonesia, Sahroni masih belum memiliki perkejaan yang tetap. Hingga akhirnya ia kembali menjadi supir dari seorang bos dari sebuah perusahaan. Dari sinilah Ahmad Sahroni mempelajari bagaimana mengelola bisnis. Ia mempelajari bagaimana bosnya bisa menghasilkan uang melalui perusahaan dikelolanya, mulai dari mencari pelanggan, membeli BBM hingga mengisinya ke kapal. Hal ini pula yang menjadi titik balik perjuangan hidup seorang ‘Roni Man’ hingga sesukses sekarang ini.

SETELAH SUKSES DI DUNIA BISNIS, SAHRONI MENCOBA TERJUN DI DUNIA POLITIK DENGAN BERGABUNG DI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT (NASDEM) 

 
Ahmad Sahroni. Foto Jaka/Prima

Setelah sukses di dunia bisnis, Sahroni mencoba terjun di dunia politik dengan bergabung di Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang didirikan oleh Surya Paloh. Sahroni berhasil mendapatkan kursi di Parlemen dan kian melesat hingga kini berhasil menduduki posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Istimewanya, Roni-Man tetap menjadi seorang pribadi yang humble. Ia ramah dengan siapapun, bahkan tidak malu untuk makan di warung pinggiran. Karena sejak kecil, ia tumbuh besar di sebagai pribadi kuat dan pantang menyerah dengan menjadi tulang punggung keluarganya sejak kecil.

MENDAPAT JULUKAN CRAZY RICH

Wakil rakyat daerah pemilihan Jakarta Utara ini dikenal dengan julukan ‘Crazy Rich’ Tanjung Priok. Entah dari mana tepatnya juulkan itu dilekatkan pada dirinya. Yang pasti, Ketua Klub Ferrari Indonesia dengan berbagai koleksi mobil mewah menganggap santai sebutan tersebut. Baginya, selama label itu justru mampu memberikan inspirasi bagi orang lain, tidak masalah. Toh, Roni-Man memang kaya adanya dan sebagai pejabat negara dapat dilihat dengan mudah di berbagai situs pencarian tentang berapa jumlah kekayaan Ahmad Sahroni. Selain di dunia politik, Sahroni juga aktif berbisnis di berbagai bidang hingga kini sukses dan menjadi salah satu orang kaya di Indonesia. “Gue sih ya mau diapain. Gue dikenal kaya gitu, ya sudah, yang penting bukan kita declare sendiri. Selama itu positif dan menjadi inspirasi buat orang lain, nggak apa-apa lah. Ya memang gue sudah kaya, kaya ya kaya aja, jangan dimiskin-miskinin,” tuturnya

 
'Roni Man' dan Iron Man. Foto: Doc/Prima

SETELAH SUKSES DI DUNIA BISNIS, SAHRONI MENCOBA TERJUN DI DUNIA POLITIK DENGAN BERGABUNG DI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT (NASDEM) 

 
Ahmad Sahroni bersama keluarga. Foto: Doc/Prima M

“Harta gue nggak bisa diumpetin, dicek, langsung keluar, transparan dan terbuka. Emang bener gue punya duit, mau diapain? Tapi kan gue nggak pernah mengubah sikap gue dengan kesombongan. Tapi sebetulnya, gue hatinya yang ‘crazy rich’. Kalau soal fasilitas dan lainnya, masih banyak orang di luar sana yang lebih,” tegas Sahroni.

Meski telah sukses, dirinya tetap tinggal di wilayah Tanjung Priok tempat ia dibesarkan. Rumahnya begitu megah bak istana dengan memiliki luas sekitar 400 meter dengan 4 lantai dan terdapat akses lift. Di garasi rumahnya terparkir banyak koleksi mobil sport dari Lamborghini hingga Ferrari.

KELUARGA DAN IBADAH

Dalam kehidupan pribadi, Ahmad Sahroni diketahui menikah dengan Feby Belinda dan mempunyai anak bernama Roffbell Arabella. Dari pengalaman masa lalunya ia banyak belajar, Sahroni menyayangi anakanaknya. Kedua anaknya sudah tumbuh besar dan dia tidak ingin jauh dengan anaknya. Dengan pekerjaan super sibuk, dia tetap menyisihkan waktunya untuk keluarga. Selain itu dia juga sosok yang sangat taat beribadah, kunci penting yang membawa dirinya berhasil melesat hingga menduduki berbagai jabatan penting dalam perjalanan hidup sang ‘Roni-Man’. •pun, gal/es

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)