Agenda Utama Berjudul Reformasi Struktural

Berbagai strategi kebijakan dan program untuk bangkit dari pandemi telah mewarnai Pidato Kenegaraan Tahun 2021 ini. Mengangkat tema ‘Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh’, Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia harus tangguh dalam berbagai ujian untuk tumbuh menggapai cita-cita bangsa.

Dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu membahu bergotong royong keluar dari belenggu pandemi berkepanjangan ini, Joko Widodo memanfaatkan momentum tradisi politik tahunan untuk menyosialisasikan berbagai program yang akan dilakukan pemerintah dalam periode satu tahun ke depan.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, meskipun saat ini negara sedang berkonsentrasi dalam menangani permasalahan kesehatan, tetapi perhatian terhadap agenda-agenda besar menuju Indonesia Maju tidak berkurang sedikit pun. Pengembangan SDM berkualitas tetap menjadi prioritas. Penyelesaian pembangunan infrastruktur yang memurahkan logistik untuk membangun dari pinggiran dan mempersatukan Indonesia pun terus diupayakan. 

“Reformasi struktural dalam rangka memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tetap menjadi agenda utama,” ujar Kepala Negara tersebut dalam pidato Sidang Bersama DPR RI di hadapan anggota sidang yang hadir secara fisik dan juga secara daring di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (16/8). 

Pria yang karib disapa Jokowi ini mengatakan, pemerintah selalu tanggap terhadap perubahan keadaan, dari hari ke hari secara cermat. Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan. 

Dalam pidatonya, Joko Widodo pun mengungkapkan, pemerintah terus melakukan perluasan akses pasar (ekspansi) produk-produk dalam negeri. Menurutnya, hal ini merupakan agenda penting pemerintah, sehingga wajib digalakkan untuk meningkatkan daya saing industri dan produk dalam negeri. 

“Perluasan akses pasar bagi produk-produk dalam negeri menjadi perhatian serius pemerintah. Program ‘Bangga Buatan Indonesia’ terus kita gencarkan, sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global,” ujarnya. 

Presiden Joko Widodo saat pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, Sidang bersama DPR RI dan DPD RI. Foto: Jaka/nvl

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Hingga Agustus ini, Jokowi menyampaikan bahwa sudah lebih dari 14 juta UMKM bergabung dalam digitalisasi UMKM melalui aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar yang dibentuk pemerintah. 

“Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global. Tahun 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp253 triliun. Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun di tahun 2021,” terangnya. 

Presiden Joko Widodo. Foto: Devi/nvl
struktur ekonomi nasional selama ini lebih dari 55 persen dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus dialihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor.

Pandemi Bukan Hambatan

Pandemi tidak boleh menghambat proses reformasi struktural perekonomian nasional. Menurutnya solusi perekonomian yang berkelanjutan, pemerintah memastikan agar masyarakat bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan mendongkrak perekonomian nasional. “Pandemi memang telah banyak menghambat laju pertumbuhan ekonomi, tetapi pandemi tidak boleh menghambat proses reformasi struktural perekonomian kita,” tegas Jokowi 

Jokowi memaparkan, struktur ekonomi nasional selama ini lebih dari 55 persen dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus dialihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor. 

 Fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas. Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terus dipercepat. Minggu yang lalu pemerintah telah meluncurkan Online Single Submission (OSS) yang mempermudah semua level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis jenis usaha yang berisiko rendah.

” Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya,” terang Jokowi. 

Menurutnya perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi agenda utama. Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat masuk dalam rantai pasok global. 

Pandemi Covid-19, telah memberikan hikmah kepada bangsa Indonesia bahwa krisis telah menuntut konsolidasi kekuatan negara untuk melayani rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan. Menurutnya, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, utamanya lembaga-lembaga negara, menempati posisi sentral. 

“Kerja cerdas dan sinergitas antar-lembaga negara menjadi salah satu kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan yang terjadi di masa mendatang. Keseimbangan dan saling kontrol antar-lembaga negara sangatlah penting dalam sistem ketatanegaraan kita. Tetapi, kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, justru lebih utama dalam menghadapi pandemi,” tandasnya.  er

Presiden Joko Widodo. Foto: Devi/nvl

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)