76 Tahun DPR RI: Rakyat Hebat di Masa Pandemi, Menuju DPR Hebat Bersama Rakyat

Memasuki usia ke-76 Tahun pada 29 Agutus 2021 lalu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah mengalami perjalanan sebagai sebuah lembaga negara. Bahkan dalam rentang usia tersebut,  DPR RI telah melalui perjalanan yang panjang dengan 18 periode pemerintahan dan berbagai nama serta bentuk kelembagaan.

Oleh: Dr. Heri Budianto, M.si

Direktur Eksekutif PolcoMM Institute Pengajar Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Jakarta

DPR RI periode 2019-2024 telah memasuki tahun ke-2 dan masih dihadapkan pada situasi Pandemik Covid 19. Berbagai persoalan kenegaraan muncul di masa pandemi, sehingga memerlukan partisipasi dalam penyelesaian oleh segenap komponen bangsa. Sebagai suatu lembaga negara yang memiliki mandat rakyat, DPR RI bertanggungjawab memperhatikan dan menyuarakan kepentingan rakyat.

Hantaman berbagai persolan kesehatan di masa pandemi juga menyeret persoalan sosial-ekonomi, pendidikan, pariwisata, tak terkecuali persoalan birokrasi, ketenagakerjaan, politik dan hukum. Persoalan-persoalan tersebut mengalami dampak beragam mulai skala mikro sampai skala makro.

Persoalan sosial-ekonomi paling besar mendapat tekanan akibat pandemi khususnya sektor usaha dan rumah tangga. Berdasarkan hasil survey Charta Politica 12-20 Juli 2021, menunjukkan, berkurangnya penghasilan merupakan dampak utama pandemi virus Corona yang paling dirasakan masyarakat. Sebanyak 60,3 persen masyarakat setuju dengan dampak tersebut.  pandemi Covid-19 mengakibatkan sejumlah aktivitas ekonomi terpaksa harus dibatasi oleh pemerintah untuk mengurangi laju penularan virus Corona di masyarakat. Namun, kebijakan tersebut justru berimbas pada berkurangnya penghasilan masyarakat.

Potret tersebut, menunjukan bahwa dampak terbesar (biggest impact) adalah persoalan kerakyatan. Sebagai institusi wakil rakyat, DPR harus peka terhadap persoalan kerakyatan tersebut.  Dalam hal ini, DPR tidak hanya menjalan fungsi  menurut amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 20A ayat (1)  yakni  fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

Di masa pandemi saat ini, dimana rakyat perlu mendapatkan pertolongan material kesehatan dan ekonomi, melalui berbagai bantuan barang konsumsi dan pendanaan,  iya. Namun, rakyat juga perlu mendapat perhatian sosial-psikologi. Beban hidup, dapat berakibat pada aspek sosial-psikologi masyarakat yang lebih luas. Belum lagi, target nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintah bahwa program vaksinasi harus berjalan merata kepada seluruh rakyat Indonesia, agar persoalan pandemi bisa segera berakhir.

DPR sebagai pemegang amanat rakyat dapat secara nyata melayani rakyat dengan berbagai hak, kewenangan, dan fasilitas yang dimiliki.

DPR Hebat Bersama Rakyat

Terhadap persoalan kerakyatan tersebut, DPR dengan jumlah anggota 575 orang dapat mengisi lebih luas ruang-ruang persoalan kerakyatan. Makna gotong royong, dalam pelaksanaan tugas DPR bukan hanya sesama lembaga tinggi negara, khususnya mengawasi kinerja eksekutif.  Namun, DPR sebagai pemegang amanat rakyat dapat secara nyata melayani rakyat dengan berbagai hak, kewenangan, dan fasilitas yang dimiliki.

Dalam hal ini, bukan berarti DPR menjalankan tugas-tugas pemerintah dalam memberikan  pelayanan kepada rakyat di masa pandemi. Tetapi DPR, misalnya dapat menjadi Agen Perubahan (Agent Of Change) di berbagai bidang. Kultur masyarakat kita, masih kuat berpegang bahwa pemimpin, tokoh masyarakat, dan elite adalah orang yang didengar dan ditiru.

Aksi sebagai agen perubahan dapat ditunjukan DPR dengan, penerapan hidup sehat dengan penerapan protokol kesehatan yang disebarkan kepada masyarakat luas, pelaksanaan dan kampanye pentingnya vaksinasi, sampai kepada eksekusi dilapangan ketika reses terhadap persoalan-persoalan kerakyatan.

DPR hebat bersama rakyat, adalah suatu keniscayaan. Sebab DPR adalah potret perwakilan rakyat. Maka dari itu, rakyat harus di-“hebat”kan terlebih oleh peran nyata dari wakilnya di DPR. Pertama, rakyat hebat di masa pandemi adalah rakyat yang dapat terbebas dari belenggu Covid-19 dengan berbagai eksesnya. Rakyat harus sehat, maka persoalan kesehatan sampai suksesnya program vaksinasi nasional.

Kedua, rakyat tidak boleh tidak bekerja dan berusaha, sehingga memiliki kemampuan ekonomi untuk menghidupi kehidupan keluarganya.  Ketiga, rakyat tidak boleh terbebani masalah sosial-psikologis, karena beban hidup maka dari itu rakyat perlu terapi dan stimusi serta dibimbing oleh agen-agen perubahan. Jika persoalan rakyat tersebut telah “hebat” maka, wakilnya di DPR akan mendapatkan poin penting sebagai representasi rakyat dilembaga negara.

DPR Sebagai Agent Of Change Aksi Gotong Royong

Semangat gotong royong yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila tidak hanya sebagai slogan. Namun, semangat gotong royong dalam masa pandemi, perlu dilakukan secara nyata. Suka tidak suka, di masa sekarang semangat gotong royong yang merupakan ciri dan budaya bangsa tergerus oleh dampak globalisasi dan teknologi komunikasi. Karenanya, dalam kondisi ini perlu ada semangat bersamangat mengatasi persoalan pandemi bersama sama dengan aksi gotong royong.

DPR RI sebagai lembaga negara yang terdiri dari tokoh-tokoh bangsa yang dipilih rakyat, dapat menjadi Agen Of Change di daerah pemilihannya masing-masing. Pola-pola aksi, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, yakni turun langsung ke daerah pemilihan secara massif, bersama-sama dan  serentak yang ditandai dengan pembukaan oleh pimpinan DPR RI, sebagai aksi gotong royong.

Kegiatan tersebut, dapat juga dilakukan dengan melibatkan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota secara bersama-sama. Dengan model kerja bersama parlemen di tingkat pusat sampai ke daerah, bahwa gotong royong bukanlah sebuah simbol belaka. Namun, gotong royong di-aksi-kan oleh lembaga negara yang berisi wakil wakil-rakyat yang memegang amanat rakyat.

Tim Redaksi

Tambah Komentar

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)