Andi Akmal Dukung Budidaya Kepiting Sistem Apartemen

[Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal saat mengunjungi dan meninjau budidaya kepiting di Surabaya. Foto: Nadhen/nr]

Anggota Komisi IV DPR RI mendukung pembudidayaan kepiting dengan sistem apartemen. Menurutnya, budidaya dengan cara tersebut masih tergolong baru. Karena itu, ia meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk terus mendukung inovasi budidaya ini dengan cara bekerja sama dengan masyarakat pembudidaya. Sehingga, inovasi ini bisa diterapkan luas di masyarakat

“Jadi, ini merupakan salah satu bentuk terobosan oleh pengusaha kita, bahwa kepiting ini bisa dibesarkan, digemukkan. Ini kerja sama dengan para nelayan kita. Ya, menangkap kepiting kecil yang masih hidup yang mungkin (beratnya) cuman 100 gram, kemudian dibesarkan di sini sampai 500 gram. Sehingga nilai tambahnya di (inovasi budidaya) ini,” ujar Andi Akmal dalam Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IV DPR RI ke Surabaya, Rabu (17/11/2022). Dalam kunspik tersebut turut hadir pejabat Pemerintah Kota Surabaya dan pejabat dari KKP.

Andi Akmal mengungkapkan, selama ini kreativitas budidaya kepiting di Indonesia masih sangat terbatas. Bahkan, menurutnya, masih tergolong sangat minim. Sehingga kebanyakan kepiting sejauh ini diperoleh langsung dari lautan atau sungai. Andi berkata, dengan kehadiran budidaya kepiting seperti ini, maka semakin beragam cara mendapatkan pangan yang populer dihidangkan dengan saus tiram tersebut.

Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengkhawatirkan dengan cara masyarakat yang hanya mengandalkan mendapatkan kepiting yang berasal dari alam. Jika cara tersebut terus diterapkan, maka jumlahnya akan semakin sedikit dan sulit ditemui. Hasilnya, kata dia, masyarakat bisa jadi kesulitan membuat panganan dengan bahan baku kepiting.

“Selama ini kita melihat bahwa kepiting ini belum terbudidaya dengan baik, artinya belum ada sistemnya. Selama ini kita menangkap kepiting dari alam, sehingga ini kalau dibiarkan terus suatu saat nanti kita mungkin tidak akan menemukan lagi kepiting di daerah-daerah kita,” katanya.

Budidaya kepiting apartemen adalah sebuah budidaya kepiting yang bertujuan menggemukkan kepiting. Para kepiting ditempatkan pada boks-boks yang dibuat dengan bentuk bertingkat. Tiap boks hanya berisi satu kepiting yang bertujuan agar tidak ada kepiting yang memakan kepiting lainnya.

Kepiting sendiri adalah hewan yang suka memakan sesamanya alias kanibal. Maka dari itu, dengan membuat satu boks berisi satu kepiting tidak ada lagi kepiting yang terbuang sia-sia karena dimakan oleh kepiting lainnya.

Pembudidaya kepiting apartemen, Tonny Bertiholic, menjelaskan bahwa budidaya kepiting dengan sistem ini bisa membuat kepiting menjadi lebih gemuk. Budidaya dengan sistem ini juga, menurut Tony, lebih murah biaya operasionalnya.

Lebih lanjut Tonny menjelaskan, budidaya kepiting apartemen bisa memanfaatkan lahan sempit. Sebagai contoh, Tony, menggunakan lahan 8×10 meter untuk membudidayakan ribuan kepiting tersebut. “Terima kasih atas kunjungan Bapak dan Ibu Anggota Dewan Komisi IV. Saya terbuka untuk bekerja sama soal pembudidayaan kepiting ini ke depannya,” ucap Tonny dalam kesempatan itu. (ndn/rdn)

Tim Redaksi

Kunjungi kami

EMedia DPR RI merupakan platform digital dengan beragam informasi yang lugas, akurat, dan terpercaya terkait aktivitas, kegiatan, dan topik pembahasan isu-isu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)