Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke UD Pramono, Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025). Foto : Devi/Andri.
PARLEMENTARIA, Boyolali – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menegaskan komitmen DPR untuk terus memperkuat sektor peternakan sapi perah di Kabupaten Boyolali. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke UD Pramono, Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Kharis mengapresiasi keberadaan UD Pramono yang telah menjadi salah satu penggerak utama ekonomi peternakan sapi perah di Boyolali. Usaha yang diprakarsai oleh Pramono ini menaungi sekitar 1.500 peternak sapi perah yang secara turun-temurun telah menekuni usaha peternakan susu.
“UD Pramono ini menampung susu dari para peternak untuk kemudian dikirim ke pabrik-pabrik atau industri pengolahan susu (IPS). Alhamdulillah, setelah sempat menghadapi persoalan pajak dan dampak penyakit mulut dan kuku (PMK), kini kondisinya sudah membaik dan produksi susu semakin meningkat,” ujar Abdul Kharis.
Ia menambahkan, Komisi IV telah berdialog langsung dengan para peternak dan juga berkoordinasi dengan mitra kerja kementerian terkait untuk mencari solusi terbaik bagi keberlanjutan usaha peternakan sapi perah di Boyolali.
“Kami berharap mitra Komisi IV dapat berpartisipasi lebih aktif dalam mendukung peternak. Boyolali adalah kabupaten penghasil susu terbesar di Indonesia, dan tradisi ini sudah diwariskan hingga generasi ketiga. Kami bangga melihat para pemuda di sini tetap semangat menjadi peternak susu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Kharis juga menyampaikan kepada Direktur Kesehatan Hewan agar pengadaan indukan sapi perah oleh pemerintah dapat dilakukan secara proporsional, termasuk untuk wilayah Boyolali yang memiliki potensi besar.
“Populasi sapi perah di Boyolali mencapai hampir 20 persen dari total populasi sapi perah di Indonesia. Ini perlu mendapat perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah agar produktivitas dan kesejahteraan peternak terus meningkat,” pungkasnya. •dep/aha