E-Media DPR RI

Kehadiran Koperasi Merah Putih Perkuat Kolaborasi Antar-Pelaku Ekonomi Desa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). Foto : Uch/Andri.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025). Foto : Uch/Andri.


PARLEMENTARIA, Tangerang Selatan
– Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menyampaikan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih bukan untuk menyingkirkan pelaku usaha yang sudah eksis, melainkan memperkuat kolaborasi antar-pelaku ekonomi di desa.

“Ini (Koperasi Merah-Putih) tidak perlu ditakutkan. Yang pasti pemerintah sedang mengatur formulanya bagaimana UMKM yang ada, ekosistem ekonomi yang ada di desa bisa bersinergi, bisa bersama membangun ekonomi di desa,” ujar Andre dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/11/2025).

Data dari situs resmi KDKMP, Hingga November 2025 tercatat ada 82.467 koperasi yang telah berbadan hukum dengan total 25.322 gerai aktif tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, 18.954 koperasi telah memiliki setidaknya satu gerai.

“Sementara itu, lebih dari 1,19 juta warga desa dan kelurahan tercatat sebagai anggota aktif koperasi Merah Putih,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Keseriusan pemerintah memperkuat gerakan KDKMP tercermin melalui terbitnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang menekankan percepatan pembentukan, pengembangan, dan revitalisasi 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara terkoordinasi dan terintegrasi. Komitmen tersebut diperkuat lewat Inpres Nomor 17 Tahun 2025, yang menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk membangun fasilitas fisik berupa gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi di seluruh Indonesia. •uc/rdn